Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Memitigasi Risiko Pembiayaan Bermasalah Pada Baitul Mal Wat Tamwil (Pengabdian Pada BMT NU Cabang Kecamatan Ajung Kabupaten Jember) luluk musfiroh; ahmad rofiki; mukti aji; arief prasityo junaidi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 3, No 3 (2023): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v3i3.504

Abstract

Baitul Mal Wat Tamwil (BMT) merupakan salah satu lembaga keuangan mikro yang bertujuan untuk memberikan layanan keuangan kepada masyarakat dengan menggunakan prinsip syariah. Namun, salah satu masalah yang sering dihadapi oleh BMT adalah pembiayaan bermasalah. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk memitigasi risiko tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan metode untuk memitigasi risiko pembiayaan bermasalah pada BMT. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah melakukan penjajakan kemitraan, melakukan pengamatan untuk menemukan masalah yang terjadi pada mitra, memberikan penjelasan tentang kegiatan pengabdian kepada mitra, dan melaksanakan kegiatan pengabdian di lokasi. Hasil dari pengabdian ini adalah meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang risiko pembiayaan bermasalah pada BMT serta cara-cara untuk memitigasinya. Pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi staf BMT juga diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan kepercayaan masyarakat terhadap BMT. Dalam jangka panjang, diharapkan hasil pengabdian ini dapat memberikan dampak positif bagi sistem keuangan mikro secara keseluruhan, terutama dalam mengurangi risiko pembiayaan bermasalah pada BMT. Kesimpulan dari kegiatan ini Pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan kolaboratif serta pendekatan pembelajaran yang aktif dan berbasis masalah dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang risiko pembiayaan bermasalah pada BMT serta cara-cara untuk memitigasinya.
Transparansi dan Akuntabilitas Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Jember: Studi Kualitatif Perspektif Etika Bisnis Islam Intan Novita Sari; Magfirah; Oktavia Putri Hamidah; Luluk Musfiroh
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 3 No. 1 (2025): JIMNU - MARET
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v3i1.499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan pajak kendaraan bermotor di Samsat Jember melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya transparansi diwujudkan melalui digitalisasi layanan, pemanfaatan media sosial, call center, dan sosialisasi di luar kantor, yang memberikan akses informasi lebih terbuka kepada wajib pajak. Sementara itu, akuntabilitas diperkuat melalui audit berkala, bukti pembayaran elektronik, pelatihan pegawai, dan evaluasi publik berbasis ulasan daring. Langkah-langkah tersebut menunjukkan adanya komitmen dalam meningkatkan efisiensi dan integritas layanan pajak, serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah. Secara keseluruhan, penerapan transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan Samsat Jember berperan penting dalam menciptakan sistem perpajakan yang adil, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Reinterpretasi Varians Anggaran: Sensemaking Auditee dan Paradoks Akuntabilitas Publik Dalam Perspektif Akuntansi Syariah Pada Dpupr Jember Andini Risma Ilhami; Annisa Zahrotun Hasana; Luluk Musfiroh
Journal of Citizenship Volume 5, Issue 2, 2026
Publisher : HK Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v5i2.719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemaknaan varians anggaran oleh auditee, bagaimana pemaknaan tersebut membentuk praktik akuntabilitas, serta dalam perspektif akuntansi syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretif melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varians anggaran dimaknai sebagai fenomena yang wajar karena dipengaruhi faktor teknis dan non-teknis seperti hasil lelang, perubahan harga, dan kondisi lapangan. Pemaknaan ini membentuk praktik akuntabilitas yang tidak hanya berbasis angka, tetapi juga narasi yang didukung data untuk memperoleh legitimasi dari auditor. Dalam praktiknya, terdapat kecenderungan symbolic compliance, di mana kepatuhan lebih bersifat administratif. Varians juga memengaruhi penilaian akuntabilitas, di mana kemampuan menjelaskan varians menjadi kunci dalam membangun kepercayaan. Dalam perspektif akuntansi syariah, pengelolaan anggaran dipandang sebagai amanah, namun masih terdapat kesenjangan antara nilai ideal dan praktik. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa varians anggaran merupakan fenomena multidimensional yang mencerminkan aspek teknis, sosial, dan normatif. Kata kunci: varians anggaran, akuntabilitas, sensemaking, symbolic compliance, akuntansi syariah
Peran Pengendalian Internal Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan  Pajak Kendaraan Bermotor Di Samsat Soebandi Jember Juwita Indah Permata; Wulan Dwi Lestari Santoso; Iklilla Tarisa Amalia; Luluk Musfiroh
Inflasi : Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Perbankan Vol. 2 No. 1 (2025): Inflasi - Mei
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/inflasi.v2i1.86

Abstract

Pengendalian internal merupakan sistem yang dirancang untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan, meningkatkan efisiensi operasional, serta meminimalkan risiko kecurangan dan kesalahan. Kualitas pelayanan perpajakan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan optimalisasi penerimaan daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pegawai serta wajib pajak yang menggunakan layanan perpajakan di Samsat Soebandi Jember. Analisis data dilakukan dengan metode kualitatif untuk memastikan validitas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengendalian internal yang kuat, mencakup lingkungan pengendalian, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan, memiliki peran krusial dalam meningkatkan efektivitas pelayanan perpajakan di Samsat Soebandi Jember. Penguatan sistem pengawasan serta peningkatan transparansi dalam proses pelayanan tidak hanya mempercepat administrasi pajak tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat
Digitalisasi Kesenian Hadrah Berbasis Media Sosial Melalui Pendekatan ABCD untuk Pelestarian Budaya Lokal Luluk Musfiroh; Firda Ayu Ramadhani; Rani Juliya Nanta; Siti Hawiwik; Wulan Dwi Lestari Santoso
Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/vc6yn185

Abstract

Kesenian hadrah di Desa Kabuaran, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, merupakan warisan budaya religius yang terintegrasi dengan kegiatan spiritual rutin seperti sholawat nariyah. Namun, minimnya dokumentasi digital membuat eksistensinya kurang dikenal di ranah publik dan berisiko tergerus zaman. Program pengabdian ini bertujuan mendigitalisasi kesenian hadrah melalui strategi media sosial berbasis pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). Metode yang digunakan adalah kualitatif partisipatif melalui siklus 5-D: Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny. Hasil pelaksanaan menunjukkan transformasi signifikan dari kondisi titik nol literasi digital menjadi kemandirian pengelolaan 100%. Indikator keberhasilan fisik mencakup kepemilikan identitas digital (e-mail resmi) dan aktivasi 3 akun platform media sosial dengan total 14 konten video (6 YouTube, 6 TikTok, 2 Instagram). Hingga evaluasi awal September 2025, kanal YouTube memperoleh 117 penayangan, Instagram menjangkau 65 pemirsa, dan TikTok menjadi instrumen paling efektif dengan lebih dari 243 penayangan organik berkat pemanfaatan algoritma distribusi berbasis minat. Meskipun menghadapi kendala bahasa dan literasi awal, program ini berhasil menumbuhkan digital agency pemuda desa dalam menjaga kedaulatan narasi budaya mereka. Dengan demikian, digitalisasi berbasis aset terbukti efektif memperkuat identitas budaya lokal dan memperluas jangkauan dakwah di era siber.