Indah Mauludiyah
STIKes Kendedes Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan tentang Kehamilan Risiko Tinggi dan Tanda Bahaya Kehamilan pada Ibu Hamil di Desa Karangrejo Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang Eva Inayatul Faiza; Indah Mauludiyah; Riski Akbarani; Miftakhul Mahfirah Ermadona; Aviatul Maula; Christina YP Nurak; Dora Dominika; Hamidah Feronika FJ; Maria Vesi Taena; Mariana Marisa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26444

Abstract

ABSTRAK Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan atau komplikasi selama kehamilan, persalinan, maupun masa nifas. Berdasarkan hasil pengkajian di Desa Karangrejo, ditemukan 6 ibu hamil dengan risiko tinggi (66,7% akibat usia terlalu muda atau tua, dan 33,3% preeklampsia) serta 4 ibu hamil mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan menjadi salah satu faktor risiko yang perlu ditangani segera. Meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga tentang kehamilan risiko tinggi, tanda bahaya kehamilan, pentingnya pemeriksaan antenatal care (ANC) rutin, serta pemenuhan nutrisi selama kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan, kunjungan rumah, dan pendampingan pada ibu hamil risiko tinggi di Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada tanggal 20 April hingga 16 Mei 2026. Sasaran kegiatan adalah 6 ibu hamil risiko tinggi beserta keluarga, kader kesehatan, dan masyarakat. Hasil evaluasi menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 53,3 (kategori cukup) menjadi 86,3 (kategori baik), dengan peningkatan sebesar 62,0%. Proporsi ibu hamil berpengetahuan baik meningkat dari 16% menjadi 72%. Niat untuk melakukan ANC rutin meningkat dari 56% menjadi 92%, dan observasi pasca penyuluhan menunjukkan 80% ibu hamil patuh pada jadwal ANC yang dianjurkan. Penyuluhan kesehatan tentang kehamilan risiko tinggi yang dilaksanakan secara kolaboratif antara dosen, mahasiswa profesi bidan, kader, dan tenaga kesehatan setempat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil beserta keluarga di Desa Karangrejo. Kata Kunci: Kehamilan Risiko Tinggi, Tanda Bahaya Kehamilan, Penyuluhan Kesehatan, ANC, Kebidanan Komunitas.  ABSTRACT High-risk pregnancy is a condition that can increase the likelihood of complications during pregnancy, childbirth, and the postpartum period. Based on assessments in Karangrejo Village, 6 pregnant women with high-risk pregnancies were identified (66.7% due to very young or old maternal age, and 33.3% preeclampsia), as well as 4 pregnant women with Chronic Energy Deficiency (CED). Lack of knowledge about pregnancy danger signs is a risk factor that needs immediate attention. To improve the knowledge of pregnant women and their families about high-risk pregnancy, danger signs, the importance of routine antenatal care (ANC), and nutritional fulfillment during pregnancy.Community service activities were conducted through health education, home visits, and mentoring of high-risk pregnant women in Karangrejo Village, Kromengan District, Malang Regency from April 20 to May 16, 2026.  Pre-test and post-test evaluation showed an increase in mean knowledge score from 53.3 (fair category) to 86.3 (good category), a 62.0% improvement. The proportion of pregnant women with good knowledge increased from 16% to 72%. Intention to attend routine ANC increased from 56% to 92%, and post-counseling observation showed 80% of pregnant women complied with recommended ANC schedules. Collaborative health education on high-risk pregnancy conducted by midwifery lecturers, professional midwifery students, cadres, and local health workers was effective in improving knowledge and awareness among pregnant women and families in Karangrejo Village. Keywords: High-Risk Pregnancy, Pregnancy Danger Signs, Health Education, ANC, Community Midwifery.
Pemberian Minyak Kayu Putih sebagai Upaya Nonfarmakologis dalam Menurunkan Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Riski Akbarani; Eva Inayatul Faiza; Indah Mauludiyah; Miftakhul Mahfirah Ermadona
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 10 (2026): Volume 8 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i10.26252

Abstract

ABSTRACT The first trimester of pregnancy is a crucial phase of systemic adaptation that frequently triggers physical discomfort, specifically nausea and vomiting (emesis gravidarum or morning sickness). In society, its management is still predominantly dominated by chemical drug therapies, which often induce maternal anxiety regarding the potential risk of teratogenic effects on the fetus. As a safe, economical, and low-side-effect alternative, a non-pharmacological approach such as aromatherapy using eucalyptus oil (Melaleuca leucadendra) can be utilized. Eucalyptus oil contains 1,8-cineole (eucalyptol) as its primary active compound, which stimulates neurochemical pathways in the brain to suppress the activity of the vomiting center. Purpose: To determine the effectiveness of administering eucalyptus oil in reducing the incidence of emesis gravidarum in first-trimester pregnancies. Method: This study used a Quasi-Experimental method with a non-equivalent pretest-posttest control group design. The study population comprised all first-trimester pregnant women experiencing nausea and vomiting, with a sample size of 30 respondents selected via purposive sampling. Data collection was carried out using the Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE) score questionnaire. The intervention consisted of inhaling eucalyptus oil aromatherapy for 7 consecutive days. Bivariate analysis was performed using the Wilcoxon signed-rank test with a significance level of α= 0.05. Result: Before the intervention, the majority of respondents experienced mild nausea and vomiting, while 26.70% fell into the severe category. Following the aromatherapy inhalation intervention, significant clinical improvement was observed: no respondents remained in the severe category. Based on the Wilcoxon test results, the comparison of nausea and vomiting severity levels before and after the intervention yielded a p-value of 0,00 (p 0.05). Conclusion: There is a highly significant difference in the frequency of nausea and vomiting among first-trimester pregnant women before and after the intervention. Thus, the administration of eucalyptus oil is proven to be effective in reducing the incidence of emesis gravidarum in the first trimester of pregnancy Keywords: Emesis Gravidarum, Eucalyptus OilFirst Trimester, PUQE.  ABSTRAK Kehamilan trimester pertama diikuti dengan rasa ketidaknyamanan gastrointestinal berupa mual dan muntah (emesis gravidarum). Penanganan di masyarakat sebagian besar masih menggunakan terapi farmakologis obat kimia yang memicu kekhawatiran efek teratogenik bagi janin. Oleh karena itu, diperlukan alternatif nonfarmakologis yang aman, murah, dan efektif, salah satunya melalui pemberian aromaterapi minyak kayu putih (Melaleuca leucadendra). Minyak kayu putih mengandung senyawa aktif 1,8-cineole (eucalyptol) yang dapat merangsang sistem limbik otak untuk memberikan efek relaksasi mendalam serta menekan sensitivitas pusat mual (vomiting center).Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian minyak kayu putih dalam menurunkan kejadian emesis gravidarum pada kehamilan trimester pertama. Metode Penelitian: Penelitian eksperimen semu (Quasi-Experimental) ini menggunakan desain non-equivalent pretest–posttest control group. Penelitian dilaksanakan di TPMB Kota Malang. Sampel penelitian berjumlah 30 responden ibu hamil trimester I yang diambil melalui teknik purposive sampling. Tingkat keparahan mual muntah diukur menggunakan instrumen kuesioner Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE) score sebelum dan sesudah intervensi inhalasi minyak kayu putih selama 7 hari berturut-turut. Analisis data bivariat menggunakan uji statistik non-parametrik Wilcoxon. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden berada pada kategori derajat mual muntah ringan (36,7%) dan sedang (36,7%), sedangkan sisanya kategori berat (26,7%). Setelah diberikan intervensi inhalasi minyak kayu putih, perbaikan klinis terjadi secara nyata di mana tidak ada lagi responden dalam kategori berat, serta sebagian kecil responden masuk kategori tidak muntah. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon, diperoleh nilai perbandingan derajat mual muntah dengan nilai p-value  0,00 (p  0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna pada frekuensi mual muntah antara sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian, pemberian minyak kayu putih terbukti efektif menurunkan kejadian emesis gravidarum pada kehamilan trimester pertama Kata kunci: Emesis Gravidarum, Minyak Kayu Putih, Trimester Pertama, PUQE.