Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Skrining Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Pada Kelompok PKK di Kabupaten Malang Faiza, Eva Inayatul; Akbarani, Riski
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17710

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) menjadi permasalahn Kesehatan di Indonesia dan 71 persen menjadi penyebab kematian di dunia. Angka ini diperkirakan akan tetap meningkat tiap tahun. Peningkatan kejadian PTM berkaitan dengan adanya perubahan gaya hidup akibat modernisasi, urbanisasi, globalisasi, dan pertumbuhan populasi. Kejadian PTM muncul dari kombinasi faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan dapat dimodifikasi. Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dalam bentuk pemeriksaan atau skrining kesehatan pemeriksaan status gizi, tekanan darah, kadar gula darah acak, kolesterol dan kadar asam urat berjumlah 20 orang. Tujuan pengabdian kepada Masyarakat adalah melakukan skrining kesehatan sebagai upaya penceggahan penyakit tidak menular pada kelompok PKK RT 2 RW 5 Desa Slorok Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Dari evaluasi di peroleh hasil pemeriksaan/skrining penyakit tidak menular didapatkan hasil seluruh pemeriksaan kesehatan dengan hasil sebagian besar adalah normal. Dengan adanya kegiatan skrining Penyakit tidak menular (PTM) diharapkan menjadi salah satu upaya kesehatan masyarakat yang berorientasi kepada upaya promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit tidak menular dengan melibatkan masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan monitoring evaluasi sehingga penyakit tidak menular dimasyarakat dapat dicegah. Kata Kunci: Skrining Kesehatan, Penyakit Tidak Menular  ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) are a health problem in Indonesia and cause 71 percent of deaths worldwide. This figure is expected to continue to increase every year. The increase in the incidence of NCDs is related to changes in lifestyle due to modernization, urbanization, globalization and population growth. The incidence of NCDs arises from a combination of non-modifiable and modifiable risk factors. Community service was carried out in the form of health checks or screenings checking nutritional status, blood pressure, random blood sugar levels, cholesterol and uric acid levels for a total of 20 people. The aim of community service is to carry out health screening as an effort to prevent non-communicable diseases in the PKK group RT 2 RW 5 Slorok Village, Kromengan District, Malang Regency. From the evaluation, the results of the examination/screening for non-communicable diseases showed that the results of all health examinations were obtained with the majority of the results being normal. With non-communicable disease (PTM) screening activities, it is hoped that this will become a public health effort that is oriented towards promotive and preventive efforts in controlling non-communicable diseases by involving the community starting from planning, implementation and monitoring and evaluation so that non-communicable diseases in the community can be prevented.  Keywords: Health Screening, Non-Communicable Diseases
Peningkatan Kesadaran akan Dampak Negatif Monosodium Glutamat dan Adiktif Pengawet dalam Pangan: Pendekatan Edukatif untuk Perlindungan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak melalui Program Pengabdian Masyarakat Mauludiyah, Indah; Akbarani, Riski; Faiza, Eva Inayatul; Hanifah, Dian; Ermadona, Miftakhul Mahfirah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17804

Abstract

ABSTRAK Monosodium Glutamat (MSG) dan bahan pengawet banyak digunakan dalam makanan olahan untuk meningkatkan rasa dan memperpanjang umur simpan. Meskipun dinyatakan aman oleh beberapa badan pengawas, konsumsi berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama anak-anak yang sedang berkembang. Dampak negatifnya antara lain gangguan neurokognitif, obesitas, dan risiko penyakit kronis. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai bahaya MSG dan bahan pengawet bagi kesehatan anak-anak. Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengukur perubahan kesadaran dan perilaku orang tua mengenai penggunaan MSG dan bahan pengawet pada makanan anak sebelum dan sesudah penyuluhan edukatif di KB RA Zainun Nafi Montessori School, Singosari, Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-post test, melibatkan 26 orang tua/walimurid sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi sebelum dan sesudah penyuluhan. Penyuluhan difokuskan pada dampak kesehatan MSG dan pengawet serta alternatif pola makan sehat. Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan perubahan perilaku orang tua. Sebelum penyuluhan, 61,54% responden menganggap MSG aman, namun setelah penyuluhan hanya 19,23% yang setuju. Kebiasaan memberi makanan instan menurun, dan penggunaan MSG dalam memasak berkurang drastis. Selain itu, keputusan untuk membeli makanan bebas MSG dan bahan pengawet meningkat dari 23,08% menjadi 80,77%. Penyuluhan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan perilaku orang tua dalam memilih makanan yang lebih sehat, mengurangi penggunaan bahan tambahan berbahaya, dan mendukung pola makan yang lebih aman bagi anak-anak. Kata Kunci: Monosodium Glutamat, Bahan Pengawet, Penyuluhan, Kesehatan Anak, Pengabdian Masyarakat, Pola Makan Sehat.  ABSTRACT Monosodium Glutamate (MSG) and preservatives are commonly used in processed foods to enhance flavor and extend shelf life. Although deemed safe by various regulatory bodies, excessive consumption can have negative health effects, particularly for children who are still developing. These effects may include neurocognitive disorders, obesity, and an increased risk of chronic diseases. Therefore, it is crucial to raise awareness among parents about the potential dangers of MSG and preservatives to children's health. This Community Service Program aims to measure changes in parental awareness and behavior regarding the use of MSG and preservatives in children's food before and after an educational intervention at KB RA Zainun Nafi Montessori School in Singosari, Malang. This study uses a quantitative approach with a pre-post test design, involving 26 parents/guardians as respondents. Data was collected through questionnaires filled out before and after the educational intervention. The intervention focused on educating parents about the health impacts of MSG and preservatives and providing alternatives for healthier eating habits. The study showed a significant increase in awareness and behavioral change among parents. Before the intervention, 61.54% of respondents considered MSG safe, while after the intervention, only 19.23% agreed. The habit of giving instant food decreased, and the use of MSG in cooking significantly reduced. Furthermore, the decision to purchase MSG-free and preservative-free foods increased from 23.08% to 80.77%. The educational intervention successfully increased parental awareness and behavior in selecting healthier foods, reducing the use of harmful additives, and supporting safer eating habits for children. Keywords: Monosodium Glutamate, Preservatives, Educational Intervention, Children's Health, Community Service, Healthy Eating Habits.
Peningkatan Kualitas Hidup melalui Deteksi Dini Penyakit Degeneratif melalui Pemeriksaan Tekanan Darah dan Glukosa Darah Faiza, Eva Inayatul; Akbarani, Riski; Mauludiyah, Indah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 7 No. 1 (2025): Juni: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v7i1.540

Abstract

Background: Degenerative diseases are still a health problem that must be paid attention to. This disease can be prevented by early detection so as to minimize the risk factors that cause it. Various government efforts have been made to prevent and treat degenerative diseases, one of which is early detection of disease through regular blood pressure checks and blood sugar checks. Activity objective: community service is to improve the quality of life through early detection of degenerative diseases through blood pressure and blood glucose checks. Method: Community service method using free blood pressure and blood glucose checks and providing counseling about degenerative diseases. Community service recommendations for 37 people carried out on August 23 2024. Results: Most blood pressure and blood glucose examination results were within normal limits. Conclusion: Community service activities were carried out smoothly and we hope that this activity can pay attention to the quality of life, especially related to degenerative diseases. Keywords: Early Detection: Degenerative Disease
Efektivitas Ekstrak Simplisia Jahe Merah Terhadap Penurunan Derajat Mual Muntah Pada Ibu Hamil Faiza, Eva Inayatul; Akbarani, Riski; Maulidiyah, Indah; Ermadona, Miftakhul Mahfirah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25101

Abstract

ABSTRACT Nausea and vomiting in the first trimester of pregnancy are common physiological complaints due to hormonal changes and may progress to hyperemesis gravidarum if not properly managed. Safe non-pharmacological interventions are needed to improve maternal comfort, one of which is the use of red ginger simplicia extract as a complementary therapy. Purpose: To determine the effectiveness of red ginger simplicia extract in reducing the severity of nausea and vomiting among first-trimester pregnant women. Method: This study used a quasi-experimental design with a control group pretest–posttest approach conducted at an independent midwifery practice in Malang City from January to February 2026. The sample consisted of 28 first-trimester pregnant women divided into intervention and control groups using purposive sampling. The instrument used was the Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE) questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon test and Independent Sample T-Test with a significance level of p 0.05. Result: Most respondents experienced moderate nausea and vomiting before the intervention. After the administration of red ginger simplicia extract, the proportion of respondents in the mild category increased to 71.43%. The Wilcoxon test showed a significant difference before and after the intervention in the red ginger group (p=0.002), while the control group also showed a smaller significant change (p=0.028). Conclusion: Red ginger simplicia extract is effective in reducing the severity of nausea and vomiting among first-trimester pregnant women and can be used as a non-pharmacological alternative in midwifery care. Keywords: Red Ginger Simplicia Extract, Nausea And Vomiting, First-Trimester Pregnant Women.  ABSTRAK Pendahuluan: Mual dan muntah pada kehamilan trimester I merupakan keluhan fisiologis yang umum terjadi akibat perubahan hormonal dan berpotensi berkembang menjadi hiperemesis gravidarum apabila tidak ditangani dengan tepat. Penanganan nonfarmakologis yang aman diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan ibu hamil, salah satunya melalui pemanfaatan ekstrak simplisia jahe merah sebagai terapi komplementer. Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian ekstrak simplisia jahe merah terhadap penurunan derajat mual muntah pada ibu hamil trimester I. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan control group pretest–posttest design yang dilaksanakan di TPMB Kota Malang pada Januari–Februari 2026. Sampel berjumlah 28 ibu hamil trimester I yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Independent Sample T-Test dengan tingkat signifikansi p 0,05. Hasil: Sebagian besar responden mengalami mual muntah kategori sedang sebelum intervensi. Setelah pemberian ekstrak simplisia jahe merah terjadi peningkatan responden dengan kategori ringan menjadi 71,43%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok jahe merah (p=0,002), sedangkan kelompok kontrol juga menunjukkan perubahan signifikan namun lebih kecil (p=0,028). Kesimpulan: Ekstrak simplisia jahe merah efektif menurunkan derajat mual muntah pada ibu hamil trimester I dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi nonfarmakologis dalam pelayanan kebidanan. Kata Kunci: Ekstrak Simplisia Jahe Merah, Mual Muntah, Ibu Hamil Trimester I.