Skin health and beauty are important aspects of daily life that are significantly influenced by the proper application of sanitation and hygiene, both in personal care and in beauty practices within the community. The community of Kelurahan, Sukmajaya District, Depok City, West Java, generally still has limited understanding of the importance of sanitation and hygiene in skin beauty care, making them susceptible to various skin problems such as irritation, acne, and infection caused by poor sanitation habits, the use of unsterilized beauty tools, and the use of contaminated or expired cosmetic products. This community service activity focuses on improving public knowledge regarding the definitions, types, functions, purposes, and practical steps of applying sanitation and hygiene in skin beauty care. The method used includes stages of community needs analysis, the development of a learning book as an educational medium, and socialization and mentoring on the use of the book for the target community. The learning book was systematically compiled, covering basic concepts of skin health and beauty, definitions and indicators of sanitation and hygiene, up to practical steps for daily implementation. The results show that the use of this learning book was effective in increasing the knowledge and awareness of the target community regarding the importance of skin beauty sanitation and hygiene, as demonstrated by an improvement in understanding before and after the educational activity was conducted. Thus, this activity is expected to encourage behavioral change toward a clean and healthy lifestyle in order to prevent future skin health problems. ABSTRAK Kesehatan dan kecantikan kulit merupakan aspek penting dalam kehidupan sehari-hari yang sangat dipengaruhi oleh penerapan sanitasi dan hygiene yang tepat, baik dalam perawatan pribadi maupun dalam praktik kecantikan di lingkungan masyarakat. Masyarakat Kelurahan Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, umumnya masih memiliki pemahaman yang terbatas mengenai pentingnya sanitasi dan hygiene dalam perawatan kecantikan kulit, sehingga rentan mengalami berbagai gangguan kulit seperti iritasi, jerawat, dan infeksi akibat kebiasaan sanitasi yang kurang baik, penggunaan alat kecantikan yang tidak steril, serta pemakaian produk kosmetik yang telah terkontaminasi atau kedaluwarsa. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai definisi, macam, fungsi, tujuan, serta langkah-langkah penerapan sanitasi dan hygiene dalam kecantikan kulit. Metode yang digunakan meliputi tahapan analisis kebutuhan masyarakat, penyusunan buku pembelajaran sebagai media edukasi, serta sosialisasi dan pendampingan penggunaan buku kepada masyarakat sasaran. Buku pembelajaran disusun secara sistematis mulai dari konsep dasar kesehatan dan kecantikan kulit, definisi dan indikator sanitasi-hygiene, hingga langkah praktis penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan buku pembelajaran ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sasaran terhadap pentingnya sanitasi dan hygiene kecantikan kulit, hal ini sesuai dengan hasil penelitian pelaksanaan hasil pre-test dan post-test meningkat dengan skor pada waktu pre-test 69,8 dengan peningkatannya adalah 20% yang ditunjukkan melalui peningkatan pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan edukasi dilaksanakan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat ke arah pola hidup bersih dan sehat guna mencegah timbulnya gangguan kesehatan kulit di masa mendatang.