Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Ekoteologi dalam Manajemen Kurikulum Pesantren: Studi Kasus di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kalisat, Jember: Penelitian Moh. Isomuddin
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.564

Abstract

Krisis lingkungan global mendorong urgensi pendidikan berbasis nilai keagamaan sebagai jalur alternatif menuju kesadaran ekologis, khususnya melalui ekoteologi Islam yang menafsirkan ulang konsep khalifah, amanah, dan mizan sebagai fondasi etis tanggung jawab lingkungan. Studi ini bertujuan menganalisis bagaimana nilai-nilai ekoteologis diintegrasikan ke dalam manajemen kurikulum di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kalisat, sebuah pesantren hibrida salaf-modern di Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal berparadigma konstruktivisme. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan sembilan informan kunci—pengasuh, dua orang guru, kepala sekolah SMP Plus Miftahul Ulum Kalisat, dan lima orang santri—serta telaah dokumen kurikulum pesantren, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, serta dibingkai dengan teori struktural-fungsionalisme AGIL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai ekoteologis berlangsung melalui empat fungsi sistemik yang saling menguatkan: adaptasi struktural-kultural pada tahap perencanaan kurikulum, pencapaian tujuan yang justru lebih efektif ditopang oleh hidden curriculum dan keteladanan dibandingkan target kurikuler formal semata, integrasi sistem yang bertumpu pada otoritas moral kiai dan koordinasi antar-unit kelembagaan, serta pemeliharaan pola melalui regenerasi sosial santri meski masih lemah pada aspek evaluasi dampak jangka panjang. Temuan ini menghasilkan Model Manajemen Kurikulum Pesantren Hijau (Green Pesantren Curriculum Management/GPCM) sebagai kontribusi teoretis bagi pengayaan teori AGIL dalam konteks pendidikan Islam berbasis pesantren, sekaligus kontribusi praktis bagi pengelola pesantren dan pembuat kebijakan pendidikan agama di Indonesia.
Smart Pesantren Governance: Model Tata Kelola Pesantren Berbasis Artificial Intelligence, Internet of Things, dan Big Data Moh. Isomuddin; Riskia Putra
Borneo Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2026): Borneo Journal of Islamic Education, 6 (1), Mei 2026
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of UINSI Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/6qcsv807

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model Smart Pesantren Governance berbasis Smart Governance Theory melalui integrasi Artificial Intelligence, Internet of Things, dan Big Data untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, dan pengambilan keputusan berbasis data pada tata kelola pesantren. Penelitian terdahulu mengenai digitalisasi pesantren umumnya masih berfokus pada sistem administratif parsial, seperti sistem informasi pesantren untuk pengelolaan keuangan dan akademik, tanpa mengintegrasikan ketiga teknologi tersebut dalam satu kerangka tata kelola yang divalidasi secara empiris di lapangan. Menggunakan desain single case study kualitatif di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kalisat, Jember, data dikumpulkan dari lima informan kunci lintas level kepemimpinan kelembagaan, dilengkapi bukti dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan menunjukkan bahwa pesantren memiliki fondasi tata kelola kolaboratif dan akuntabel yang kuat berlandaskan nilai keislaman, namun belum ditopang infrastruktur digital yang terintegrasi. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan Smart Pesantren Governance Framework (SPGF) yang terdiri atas enam dimensi: kepemimpinan digital berbasis nilai, pengambilan keputusan kolaboratif berbasis bukti, tata kelola data terintegrasi, dukungan keputusan berbasis AI, pemantauan infrastruktur berbasis IoT, serta mitigasi risiko dan kesiapan kapasitas manusia. Kerangka ini berkontribusi secara teoretis dengan memperluas Smart Governance Theory ke lembaga pendidikan Islam berbasis komunitas, dan secara praktis dengan menawarkan blueprint tata kelola digital yang dapat direplikasi pesantren di Indonesia.
KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL DALAM MANAJEMEN MADRASAH: TINJAUAN TENTANG PENGUATAN MUTU PEMBELAJARAN: Instructional Leadership in Madrasah Management: A Review of Strengthening the Quality of Learning Moh. Isomuddin
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 15 No. 2 (2026): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/1rwqf383

Abstract

Instructional leadership places teaching and learning at the center of madrasah management. This study analyzes the concept of instructional leadership in madrasah management and its contribution to strengthening learning quality. Using a qualitative library research approach, data were drawn from scholarly articles, academic books, and relevant theoretical works and analyzed through qualitative content analysis. The synthesis shows that instructional leadership strengthens learning quality through five interconnected practices: defining and communicating learning goals, managing instructional programs, supervising and monitoring teaching, developing teacher professionalism, and creating a supportive learning climate. In Islamic education, these practices require contextualization through values such as amanah, exemplary conduct, responsibility, consultation, and public benefit. The study concludes that instructional leadership can function as a conceptual framework for madrasah management by aligning managerial functions, teacher development, learning processes, and institutional values toward continuous improvement in learning quality. Kepemimpinan instruksional menempatkan pembelajaran sebagai pusat manajemen madrasah. Penelitian ini menganalisis konsep kepemimpinan instruksional dalam manajemen madrasah dan kontribusinya terhadap penguatan mutu pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, dengan data berasal dari artikel ilmiah, buku akademik, dan karya teoretis yang relevan. Data dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif melalui reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional memperkuat mutu pembelajaran melalui lima praktik yang saling terkait, yaitu penetapan dan komunikasi tujuan pembelajaran, pengelolaan program instruksional, supervisi dan monitoring pembelajaran, pengembangan profesionalisme guru, serta penciptaan iklim pembelajaran yang kondusif. Dalam pendidikan Islam, praktik tersebut dikontekstualisasikan melalui nilai amanah, keteladanan, tanggung jawab, musyawarah, dan kemaslahatan. Kepemimpinan instruksional menjadi kerangka konseptual manajemen madrasah yang menyelaraskan fungsi manajerial, pengembangan guru, proses pembelajaran, dan nilai-nilai pendidikan Islam. Kata Kunci: Kepemimpinan Instruksional; Manajemen Madrasah; Mutu Pembelajaran; Pendidikan Islam; Pengembangan Guru