Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kuatnya budaya patriarki di Bali yang memengaruhi posisi dan peran perempuan dalam kehidupan sosial, budaya, politik, dan ekonomi, sehingga diperlukan figur inspiratif yang mampu memperjuangkan kesetaraan gender melalui gerakan masyarakat sipil. Salah satu tokoh yang memiliki kontribusi penting adalah Luh Riniti Rahayu sebagai pendiri Yayasan Bali Sruti Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perjalanan hidup Luh Riniti Rahayu pada periode 1960-2024, mengidentifikasi faktor-faktor yang melatarbelakangi keberhasilannya sebagai aktivis perempuan, serta mengkaji implikasi perjuangannya terhadap pemberdayaan perempuan dan perkembangan gerakan kesetaraan gender di Bali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh utama dan informan terkait, serta studi dokumentasi terhadap arsip, literatur, dan dokumen Yayasan Bali Sruti Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Luh Riniti Rahayu dipengaruhi oleh latar belakang keluarga, pendidikan, pengalaman organisasi, jejaring sosial, serta konsistensinya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan melalui pendirian dan pengembangan Yayasan Bali Sruti Denpasar. Perjuangannya memberikan dampak nyata terhadap peningkatan partisipasi politik perempuan, advokasi hak perempuan dan anak, penguatan pendidikan kesetaraan gender, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu perlindungan perempuan di Bali. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Luh Riniti Rahayu merupakan tokoh perempuan yang berperan penting dalam memperkuat gerakan perempuan di Bali melalui pendekatan kolaboratif, edukatif, dan berkelanjutan sehingga meninggalkan warisan sosial yang relevan bagi pengembangan kesetaraan gender di Indonesia.