Ahmad Madkur
Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF TERHADAP PENINGKATAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 5 SD Heny Puspita; Mia Nadifa Oktafiani; Nadlifah Nurul Aini; Ahmad Madkur; Firma Andrian
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4354

Abstract

Kepercayaan diri merupakan bagian penting dalam pertumbuhan akademik dan sosial siswa SD, terutama dalam belajar Bahasa Indonesia. Meskipun demikian , banyak siswa masih merasa ragu untuk berpartisipasi aktif, memberikan pendapat, dan berkomunikasi secara efektif di kelas. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa model pembelajaran kolaboratif mampu meningkatkan partisipasi , interaksi sosial , motivasi, serta keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat. Kajian ini mengulas berbagai model kolaboratif, seperti Inside Outside Circle (IOC), Team Games Tournament (TGT), Problem Based Learning (PBL) dengan media interaktif, dan pendekatan sosiokultural, serta dampaknya terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa . Hasil menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kolaboratif secara terus menerus membantu membangun keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi siswa . Keunikan penelitian ini terletak pada penerapan berbagai model kolaboratif dari berbagai pendekatan yang sebelumnya umumnya hanya diteliti secara terpisah. Temuan ini pentingnya menerapkan pembelajaran kolaboratif dalam konteks kelas 5 SD untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa serta kemampuan berinteraksi dan berpartisipasi aktif dalam proses belajar.
ANALISIS KESULITAN SISWA KELAS I DALAM MEMBACA PERMULAAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Fadhilah Nur Rokhmah; Alfiah Alfiah; Citra Safrotul Ilmi; Maira Yollanda Valencia Ali; Niha Nazania; Ahmad Madkur
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4438

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 sekolah dasar, serta upaya untuk mengatasi kesulitan membaca permulaan. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua siswa kelas satu sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan serta divalidasi dengan triangulasi. Guru melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas I, salah satunya dengan memberikan jam tambahan belajar. Meskipun demikian, masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan membaca, seperti belum mampu membedakan huruf, merangkai huruf menjadi suku kata dan kata, membedakan intonasi suara, mengenali huruf konsonan, serta mengeja dengan benar.Guru menggunakan cara yang lebih inovatif untuk mengajarkan siswa mengenal huruf. Mereka juga mendorong siswa untuk menjadi lebih percaya diri selama proses pembelajaran. Guru menggunakan media pendidikan yang menarik, seperti buku bergambar, buku bacalah, buku cerita kartu kata, dan media lainnya. Hasil penelitian ini secara spesifik menunjukkan bahwa hambatan membaca permulaan yang dialami siswa muncul karena kurangnya penguasaan dasar literasi seperti pengenalan fonem, pembentukan suku kata, serta kemampuan menghubungkan simbol huruf dengan bunyi. Upaya guru yang meliputi pemberian waktu belajar tambahan, penggunaan media visual, serta penerapan metode pembelajaran multisensori terbukti membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan membedakan huruf, memperbaiki kelancaran membaca, dan membangun kepercayaan diri. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pembelajaran yang terstruktur, individual, dan melibatkan berbagai media merupakan pendekatan yang efektif untuk mengatasi kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas 1 sekolah dasar.
THE SIGNIFICANCE OF ENGLISH LANGUAGE PROFICIENCY IN THE AI ERA Agus Trioni Nawa; Ahmad Madkur
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.12880

Abstract

The integration of artificial intelligence technologies has sparked scholarly debate regarding the necessity of human linguistic competence across globalized labor sectors. This study aims to examine employers’ institutional perceptions of the importance of English language proficiency in enhancing employment opportunities amid the rapid expansion of artificial intelligence. Employing a qualitative case study design, empirical data were gathered through semi-structured interviews with organizational leaders across four sectors: education, healthcare, public service, and banking. The thematic findings demonstrate that English remains an indispensable core competency across all examined industries, functioning alongside digital infrastructures. The education and banking sectors position English as a fundamental recruitment criterion, whereas healthcare and public service view it as a contextually valuable skill. Rather than rendering linguistic expertise obsolete, artificial intelligence tools serve as assistive mechanisms that demand active human proficiency for optimal operational prompt engineering. This study establishes that English language mastery remains a strategic socio-economic asset, reinforcing workforce competitiveness and expanding institutional career mobility in an increasingly automated global knowledge economy. ABSTRAK Integrasi teknologi kecerdasan buatan telah memicu perdebatan akademis mengenai pentingnya kompetensi linguistik manusia di berbagai sektor ketenagakerjaan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi institusional pemberi kerja mengenai pentingnya kemahiran berbahasa Inggris dalam meningkatkan peluang kerja di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif, data empiris dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan para pemimpin organisasi di empat sektor: pendidikan, layanan kesehatan, layanan publik, dan perbankan. Temuan tematis menunjukkan bahwa bahasa Inggris tetap menjadi kompetensi inti yang tak tergantikan di seluruh industri yang diteliti, serta berperan berdampingan dengan infrastruktur digital. Sektor pendidikan dan perbankan menempatkan bahasa Inggris sebagai kriteria perekrutan yang mendasar, sementara sektor layanan kesehatan dan layanan publik memandangnya sebagai keterampilan yang bernilai secara kontekstual. Alih-alih membuat keahlian linguistik menjadi usang, perangkat kecerdasan buatan justru berfungsi sebagai mekanisme pendukung yang menuntut kemahiran aktif manusia demi optimalisasi prompt engineering dalam operasional. Penelitian ini menegaskan bahwa penguasaan bahasa Inggris tetap menjadi aset sosial-ekonomi yang strategis, yang memperkuat daya saing tenaga kerja serta memperluas mobilitas karier institusional dalam ekonomi pengetahuan global yang semakin terotomatisasi. Â