Firma Andrian
Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Classroom Teacher Strategies for Addressing Disruptive Behavior in an Islamic Elementary School Thomas Wira Jaya; Firma Andrian
Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol 12 No 1 (2026): Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/elementary/v.12.i1.13023

Abstract

Disruptive behavior during lessons not only disrupts the learning atmosphere but also hinders student development. This study aims to examine the strategies employed by the class teacher to address student disruptive behavior and to identify the underlying factors—considering gender differences—among third-grade students (Class III D) at Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Metro. A descriptive qualitative approach was used, involving ten informants. Data were collected through interviews, observation, and documentation, while data validity was verified via triangulation of techniques, sources, and time. All data were analyzed through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the teacher employs preventive strategies—such as establishing classroom rules—to preemptively curb disruptive behavior, as well as reactive strategies—including reprimands, seat reassignments, physical and verbal punishments, and adjustments to teaching methods—when such behavior occurs. Student disruptive behavior is influenced by internal factors (e.g., hyperactivity, susceptibility to being easily bored, a need for attention, curiosity, and academic difficulties) and external factors (e.g., classroom dynamics and peer influence). Furthermore, male students exhibit higher levels of disruptive behavior across all categories compared to female students. The study concludes that the management of disruptive behavior among Class III D students at MIN 2 Metro remains reactive and focused on situational control.
PERAN ICE BREAKING DALAM MENCIPTAKAN SUASANA BELAJAR MEYENANGKAN DI SD Dwi Prasiska Rini; Ely Tasari; Oktavia Diana Anggraini; Firma Andrian
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4332

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran ice breaking dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan interaktif di SD Negeri 6 Metro Utara, khususnya pada mata pelajaran Matematika kelas II. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking memiliki peran penting dalam mengatasi kejenuhan, meningkatkan motivasi belajar, membantu memusatkan konsentrasi siswa, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif dan nyaman. Guru menerapkan kegiatan ini secara fleksibel dan spontan, baik di awal, tengah, maupun akhir pembelajaran, sebagai respons terhadap kondisi kelas. Pelaksanaan yang spontan dinilai sesuai dengan karakteristik siswa kelas rendah yang mudah kehilangan fokus dan memerlukan variasi aktivitas selama proses belajar berlangsung. Dampak positif dari penerapan ice breaking terlihat pada meningkatnya perhatian siswa, terciptanya interaksi yang positif antara guru dan siswa, serta kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ice breaking merupakan strategi yang efektif dalam menciptakan suasana belajar yang positif, interaktif, dan mendukung keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar.
KAJIAN LITERATUR : PENGUNAAN MEDIA DIGITAL VIDEO ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS KELAS IV SEKOLAH DASAR Harse Linda Suprapto; Nguliya Datus Sangadah; Siti Alivia; Nadira Olexa Salwa; Firma Andrian
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4334

Abstract

Penelitian ini bertujuan meninjau efektivitas media video animasi dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap sepuluh artikel terpublikasi tahun 2020–2025 yang relevan dengan penggunaan video animasi dalam pembelajaran IPAS. Hasil kajian menunjukkan bahwa video animasi mampu membantu siswa memahami materi abstrak secara lebih konkret dan menarik, serta meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar secara signifikan. Kendala penggunaan media ini terutama terkait fasilitas teknologi dan kemampuan guru dalam mengelola media digital. Secara keseluruhan, video animasi dinilai efektif dan layak dijadikan strategi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPAS.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF TERHADAP PENINGKATAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 5 SD Heny Puspita; Mia Nadifa Oktafiani; Nadlifah Nurul Aini; Ahmad Madkur; Firma Andrian
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4354

Abstract

Kepercayaan diri merupakan bagian penting dalam pertumbuhan akademik dan sosial siswa SD, terutama dalam belajar Bahasa Indonesia. Meskipun demikian , banyak siswa masih merasa ragu untuk berpartisipasi aktif, memberikan pendapat, dan berkomunikasi secara efektif di kelas. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa model pembelajaran kolaboratif mampu meningkatkan partisipasi , interaksi sosial , motivasi, serta keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat. Kajian ini mengulas berbagai model kolaboratif, seperti Inside Outside Circle (IOC), Team Games Tournament (TGT), Problem Based Learning (PBL) dengan media interaktif, dan pendekatan sosiokultural, serta dampaknya terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa . Hasil menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kolaboratif secara terus menerus membantu membangun keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi siswa . Keunikan penelitian ini terletak pada penerapan berbagai model kolaboratif dari berbagai pendekatan yang sebelumnya umumnya hanya diteliti secara terpisah. Temuan ini pentingnya menerapkan pembelajaran kolaboratif dalam konteks kelas 5 SD untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa serta kemampuan berinteraksi dan berpartisipasi aktif dalam proses belajar.