Haura Difa Assobiah
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MODEL WEBBED DAN PENDEKATAN DEEP LEARNING PADA KEGIATAN PRAKTIK MENGAJAR SECARA PEER TEACHING DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH Fitria Muthmainnah; Haura Difa Assobiah; Asep Ediana Latip
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4459

Abstract

Sebelum memasuki dunia pendidikan secara profesional, pengalaman mengajar merupakan tahapan penting dalam membekali calon pendidik dengan kemampuan pedagogis yang diperlukan. Pengajaran antar teman sebaya merupakan salah satu metode yang banyak diterapkan dalam Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Melalui penerapan Model Pembelajaran Berjaring (Webbed) dan Teknik Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam kegiatan pengajaran antar teman sebaya, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil penilaian praktik mengajar mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa PGMI yang mengikuti kegiatan praktik mengajar dengan menggunakan metode deskriptif komparatif. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar penilaian praktik mengajar yang diisi oleh rekan sejawat dan dosen pembimbing. Aspek yang dinilai meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, manajemen kelas, teknik bertanya, variasi pengajaran, penilaian, serta penarikan kesimpulan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Model Pembelajaran Webbed maupun Teknik Deep Learning menghasilkan skor penilaian praktik mengajar yang tinggi. Meskipun pendekatan Deep Learning lebih menonjol dalam meningkatkan keterlibatan aktif mahasiswa dan pemahaman materi pembelajaran, Model Webbed cenderung lebih unggul dalam mengintegrasikan konten antar mata kuliah. Dengan demikian, kedua strategi tersebut dinilai efektif untuk diterapkan dalam kegiatan pengajaran antar teman sebaya guna meningkatkan kualitas pengajaran mahasiswa PGMI.
Perbandingan Keaktifan Belajar Siswa Berdasarkan Karakter Introvert dan Ekstrovert di Sekolah Dasar Haura Difa Assobiah; Fathiatul Rizkiyah; Siti Masyithoh
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 3 No 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qb.v3i1.833

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan keaktifan belajar siswa di sekolah dasar yang dipengaruhi oleh karakter kepribadian introvert dan ekstrovert. Siswa ekstrovert cenderung aktif secara verbal, sementara siswa introvert sering dianggap pasif padahal memiliki keaktifan dalam bentuk kognitif dan individual. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan keaktifan belajar siswa di sekolah dasar berdasarkan karakter ekstrovert dan introvert. Penelitian ini melakukan penelitian literatur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berasal dari lima belas skripsi dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan subjek. Persamaan dan perbedaan dalam hasil penelitian ditemukan melalui analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa siswa ekstrovert lebih aktif dalam bertanya, menjawab, berdiskusi, dan presentasi lisan, sedangkan siswa introvert lebih aktif dalam memperhatikan, mencatat, berpikir kritis, serta mengerjakan tugas tertulis dengan teliti. Meskipun frekuensi keaktifan verbal siswa introvert lebih rendah, prestasi belajar kedua tipe kepribadian tidak berbeda secara signifikan. Guru memiliki peran penting dalam mengakomodasi kedua karakter tersebut melalui pendekatan humanistik, pemberian waktu tunggu, pilihan respons lisan atau tulisan, serta penilaian keaktifan secara multidimensional. Kesimpulannya, keaktifan belajar tidak dapat disamaratakan hanya dari frekuensi bicara, karena setiap tipe kepribadian memiliki cara mengekspresikan keaktifannya masing-masing. Penelitian ini merekomendasikan pembelajaran yang inklusif dan bervariasi agar seluruh siswa dapat mengembangkan potensinya secara optimal.