Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK MALTODEKSTRIN PATI UMBI TALAS BENTUL (Colocasia esculenta L.) DAN KENTANG GRANULA KEMBANG (Solanum tuberosum L.) HASIL HIDROLISIS ENZIMATIS. Rizki Tri Muhaimin; Warkoyo; Dahlia Elianarni
Food Technology and Halal Science Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/fths.v9i1.41801

Abstract

Maltodextrin is a saccharide with a series of alpha-1,4 glycosidic bonds with a dextrose equivalent (DE) value of less than 20. Flower granule potato tubers and bentul taro have the potential to be used as raw materials in maltodextrin production because they have not been widely used. The purpose of this research was to produce maltodextrin from local tubers in Malang Raya, namely bentul taro and flower granule potato. This research was conducted at the Food Technology Laboratory of Muhammadiyah University of Malang with the help of α-amylase enzyme. The design used was factorial randomized group design (RAK) with factors of different starch masses (15 grams, 20 grams, 25 grams, and 30 grams) and starch sources (flower granule potato and bentul taro). The enzyme concentration used was 0.04% with a temperature of 60 oC for 90 minutes. The test results showed that the activity of commercial α-amylase enzyme was 67.22 U/mL, the starch content of flower granule potato raw material was 26.17% total starch, amylose content was 4.05%, and amylopectin content was 22.12%. Meanwhile, the bentul taro raw material obtained a total starch content of 24.23%, amylose content of 1.75%, and amylopectin content of 22.48%. The best results of the research obtained from the values that often appear are flower granule potato maltodextrin with a starch weight of 20 grams with a yield of 47.74%, DE value of 11.47, pH 6, 05, and swelling power of 6.22%, solubility of 81.02%, color parameter L 82.67, parameter a 2.2, and parameter b 2.3.
Efektivitas Zerumbone Lempuyang Wangi (Zingiber Aromaticum Val.) Dengan Xylitol Ampas Tebu Dalam Pembuatan Permen Antihiperglikemik Herlina Diah Ayu Rosita; Rina Ayu Wilasari; Agnes Vivi Novembrianti; Rizki Tri Muhaimin; Muhammad Khoirul Fatikhin; Rista Anggriani; Damat Damat
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 19 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v19i1.8836

Abstract

Menurut pernyataan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Januari 2023, kasus diabetes pada anak meningkat 70 kali lipat dibandingkan dengan Tahun 2010. Salah satu penyebabnya adalah pola konsumsi permen. Senyawa zerumbon yang ada pada lempuyang wangi (Zingiber aromaticum) diketahui dapat menurunkan gula darah yang akan dipadukan dengan xylitol dari ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas lempuyang wangi untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes. Proses pembuatan ekstrak zerumbon menggunakan metode destilasi pada suhu 90°C dengan pelarut aquades. Pembuatan xylitol diawali dengan pengeringan dan penghalusan ampas tebu selanjutnya dihidrolisi dengan larutan buffer phosphate pH 6,00 dan buffer asetat pH 3 dan ditambahakan enzim xylanase Hidrolisat dari fermentasi enzim di sentrifugasi Pembuatan permen dengan perbandingan F1= 14%:21%, F2= 21%;20%, F3=28%;18% dan F4=35%:17% dan mencampur semua bahan yaitu corn syrup, gelatin, dan sedikit perasan lemon. Hasil permen dilanjutkan dengan uji karakteristik fisik seperti intenitas warna, teksture dilanjutkan uji organoleptic dengan metode hedonic dan dilanjutkan uji keefektivan dalam penurunan gula darah pada mencit Hasil pengujian KLT mendapatkan nilai Rf 0,57. pada hasil tekstur hardness dan gummines menghasilkan nilai tertinggi ada pada f1 dengan hardness dengan angka 3,23 dan gummines 1,11. Pada hasil intensitas warna tidak memberikan pengaruh yang nyata namun f1 memberikan hasil warna yang diinginkan L* 42, a*2 dan b*17. Dari hail uji gula darah pada mencit yang telah di beri perlakuan selama 7 hari hasil penurunan terbaik ada pada F3 sebear 128mg/dl. Untuk hasil uji organoleptic dilakukan pada 60 anak berusia 8-12 thn permen dengan perlakuan F1 paling banyak digemari oleh anak-anak.