Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI PEMIKIRAN CLAUSEWITZ, JOMINI, DAN SUN TZU DALAM OPERASI ZENI Hiras M. S. Turnip
JURNAL MAHATVAVIRYA Vol. 13 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jmp.v13i1.432

Abstract

Artikel ini mengkaji relevansi pemikiran strategis klasik dari Clausewitz, Jomini, dan Sun Tzu terhadap pelaksanaan Operasi Zeni TNI Angkatan Darat dalam spektrum Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka, analisis isi, studi kasus ilustratif, serta komparasi internasional dengan US Army Engineer Corps dan PLA Engineer Troops. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip Clausewitz tentang pusat gravitasi dan friksi relevan dalam penguasaan infrastruktur vital dan pengelolaan ketidakpastian; gagasan Jomini tentang garis operasi dan kalkulasi logistik mendukung efisiensi perencanaan Zeni melalui pendekatan ASRO; sedangkan prinsip Sun Tzu tentang adaptasi dan keunggulan informasi tercermin dalam penggunaan UAV dan keterlibatan Zeni Nubika pada operasi non-konvensional seperti respons pandemi Covid-19. Komparasi internasional memperlihatkan bahwa US Army menekankan interoperabilitas global berbasis teknologi tinggi, sementara PLA menempatkan operasi non-tradisional sebagai instrumen legitimasi domestik dan proyeksi politik. Sintesis ini menegaskan bahwa strategi klasik tetap relevan, tetapi perlu diadaptasi sesuai konteks Indonesia. Temuan penelitian merekomendasikan pembaruan doktrin Zeni, penguatan kurikulum pendidikan militer berbasis strategi klasik, serta institusionalisasi teknologi modern untuk mendukung transformasi Zeni dari unit teknis menjadi aktor strategis dalam sistem pertahanan nasional.
RELEVANSI TNI AD BAGI GEN Z: KRITIK DAN INOVASI REKRUTMEN DIGITAL Hiras M. S. Turnip
JURNAL DWIJA KUSUMA Vol. 14 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jdk.v14i1.449

Abstract

Generasi Z menjadi kelompok demografis dominan yang kini memasuki usia produktif dan menjadi sasaran strategis regenerasi prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD). Namun, muncul pertanyaan mengenai relevansi institusi militer di tengah karakter Gen Z yang cenderung digital, kritis, serta menuntut fleksibilitas dan makna sosial. Tulisan ini bertujuan menganalisis kesenjangan antara kultur organisasi TNI AD dengan ekspektasi Gen Z serta merumuskan strategi inovasi rekrutmen yang lebih adaptif. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah penelitian empiris, laporan institusi, dan kajian akademik terkait generasi muda dan rekrutmen militer. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama terletak pada gap komunikasi, citra institusi yang kurang kompetitif dibanding sektor sipil, serta metode rekrutmen konvensional yang tidak selaras dengan perilaku digital Gen Z. Artikel ini merekomendasikan tiga strategi utama, yaitu digital branding, gamifikasi, dan kampanye naratif kreatif untuk memperkuat daya tarik rekrutmen.