Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS KEARIFAN LOKAL BUDAYA TUTUR LISAN SEBAGAI PEREKAT KEBANGSAAN DAN HARMONISASI SOSIAL MASYARAKAT KALIMANTAN TIMUR Ahmad Jubaidi
DEDIKASI : Jurnal Ilmiah Sosial, Hukum, Budaya Vol 22, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.741 KB) | DOI: 10.31293/ddk.v22i1.5570

Abstract

The purpose of this research is to analyze the existence and role of local wisdom of oral speech culture as the social glue and social harmonization of the people of East Kalimantan. Local wisdom is one of the instruments to reduce or minimize the problems of social conflict, intolerance, radicalism and other forms of violence. One form or form of local wisdom is the local wisdom of oral speech culture as the national glue that has been passed down by our ancestors, the nation's founders as one of the norms, customs and principles in stepping to create calm, peace, glue and harmony in social life and patriotic.The focus of the research, namely: the name of the Local Wisdom of the Oral Culture), the Textual Definition of the local wisdom, the History / Origin of the local wisdom, the description of the implementation of local wisdom in the daily behavior of the community, the Moral Values that are owned / contained from the local wisdom, Evidence in the form of Documents / Photos Portraits as illustrations in life, and the current condition of local wisdom, is it still Live or Live out in the life of the community.The results show the local wisdom of oral speech culture, namely the words of King Senduru when he was crowned the King of Nature can be seen in the Collection of Folk Stories in Kutai, Pemda Kabupaten Kutai, 1977). Moral Value Contained in local wisdom in making decisions should always prioritize deliberation, no one will feel defeated so as to avoid resentment and resentment. Hate and revenge can give birth to the desire to avenge their defeat and this is very bad for the Indonesian people who always prioritize harmony, harmony and unity.Local wisdom is the curse of the Kudungga king. The moral values contained in it are corruption and illegal plunder of the earth since ancient times have been strictly prohibited. So that those who do not heed the curse will have an impact on him either directly or gradually. The local wisdom is still valid today.Local wisdom, said Buen Kesong (Good Heart) from the Paser tribe in Paser Regency, is a source of common strength to harmonize steps in establishing a relationship together. It even illustrates the mystical atmosphere of the people of Paser Regency who have a clean heart in thinking and working, "
KONSEP PELAYANAN PUBLIK DI INDONESIA (Analisis Literasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Indonesia) Jamil Bazarah, Ahmad Jubaidi, dan Futum Hubaib
DEDIKASI : Jurnal Ilmiah Sosial, Hukum, Budaya Vol 22, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Ilmu Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.127 KB) | DOI: 10.31293/ddk.v22i2.5860

Abstract

Pelayanan publik adalah suatu proses bantuan kepada orang laindengan cara-cara tertentu yang memerlukan kepekaan dan hubunganinterpersonal tercipta kepuasan dan keberhasilan. Setiap pelayananmenghasilkan produk, baik berupa barang dan jasa (Depdagri, 2004).Sedangkan yang menjadi rujukan utama dalam penyelenggaraan pelayananpublik (Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik),dijelaskan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatandalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturanperundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang,jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggarapelayanan publik. Buruknya pelayanan publik di Indonesia sudah bukanrahasia lagi. Di kalangan aparatur negara masih terkesan mempersulitpelayanan, sehingga muncul istlah kalau bisa dipersulit mengapa harusdipermudah; jika bisa diperlambat mengapa harus dipercepat; urusan negaratidak bisa selesai oleh kita sendirian, dan sebagainya. Pola piker dan polasikap seperti itu tentu tidak sejalan. Pelayanan publik merupakan fungsidasar dari pemerinth, karena pemerintah secara historis ada dan diadakanuntuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan masyarakat atau anggotanya.Pelayanan publik merupakan produk birokrasi publik yang diterima olehwarga pengguna maupun masyarakat secara luas. Karena itu, pelayananpublik dapat didefenisikan sebagai serangkaian aktivitas yang dilakukan olehinstitusi birokrasi publik untuk memenuhi berbagai bentuk kebutuhan dankepentingan dari warga masyarakat pengguna. Pemerintah pada hakekatnyamemiliki fungsi dasar yakni pelayanan sesuai dengan sejarah terbentuknyanegara/pemerintahan dengan konsep negara sebgai penjaga malam, olehkarena itu pemerintah wajib untuk melayani masyarakatnya dalam upayauntuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan dasar manusia seperti rasa aman, rasa tenteram, dan lain-lain. Berbedadengan berbagai produk pelayanan berupa barang yang mudah di nilaikualitasnya, dalam hal produk layanan berupa jasa dimana tidak mudahuntuk di nilai kualitasnya. Meskipun demikian, antara pelayanan barang danpelayanan jasa seringkali bersifat komplementer atau saling melengkapi satusama lainnya sehingga sulit untuk dipisahkan satu sama lainnya. Suatuproduk yang berupa barang seringkali disertai dengan adanya pelayanan jasa,misalnya usaha penjualan mobil disertai dengan pelayanan jasa berupagaransi dan service. Begitu juga sebaliknya, pelayanan jasa juga seringdisertai dengan adanya pelayanan barang. Misalnya, pelayanan jasapemasangan listrik tentu akan disertai dengan pemasangan tiang listrik danperalatan pendukung lainnya. Pelayanan jasa tidak berwujud barangsehingga tidak tampak (intangible). Meskipun wujudnya tidak tampak,namun dalam proses penyelenggaraannya bisa atau dapat untuk diamati dandirasakan, misalnya suatu layanan dapat dinilai berjalan dengan cepat,lambat, menyenangkan, menyulitkan, murah, atau mahal dari sisi biayanya.
PENGARUH DISIPLIN KERJA PEGAWAI TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PADA KANTOR KECAMATAN SANDARAN KABUPATEN KUTAI TIMUR Ahmad Jubaidi Thaibah
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.008 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui dan menggambarkan pengaruh  disiplin kerja pegawai terhadap peningkatan kualitas pelayanan pada Kantor Kecamatan Sandaran Kabupaten Kutai Timur.Berdasarkan hasil perhitungan korelasi produci moment diperoleh rhit = 0,542, hasil tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan tabel harga-harga kritis dari koefisien korelasi Product Moment (Pearson) untuk n = 37 pada tingkat signifikasi 5%, yaitu 0,325. Dapat dikatakan pula bahwa rhit = 0,542 > rtab = 0,325. hal ini berarti bahwa terdapat  hubungan dalam arti pengaruh yang positif antara variabel disiplin kerja pegawai dengan variabel kualitas pelayanan. pada kantor Kecamatan Sandaran Kabupaten Kutai Timur.Berdasarkan perhitungan hasil uji-t adalah sebesar 3,817, hasil perhitungan ini jika dibandingkan dengan nilai pada tabel harga-harga kritis t-student ternyata lebih besar, yaitu thit = 3,817 > ttab = 1,690 pada tingkat signifikasi 0,05 untuk n – 2 = 35 (37 – 2 = 35).  maknanya adalah terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel disiplin kerja pegawai terhadap variabel peningkatan kualitas pelayanan.  
PENGARUH KOMUNIKASI PIMPINAN TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA UNIT PENGELOLA TEKNIS (UPT) PEMADAM KEBAKARAN KABUPATEN KUTAI TIMUR Ahmad Jubaidi Hasanuddin
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.224 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan pengaruh komunikasi pimpinan terhadap efektivitas kerja pegawa pada Unit Pengelola Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kabupaten Kutai Timur.Berdasarkan hasil analisa data diperoleh dari hasil perhitungan rumus korelasi product moment, lebih besar dibandingkan r able korelasi product moment (0,402 > 0,328), dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang positif antara variable komunikasi pimpinan terhadap variable efektivitas kerja pegawai pada Unit Pengelola Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kabupaten Kutai Timur, dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin baik komunikasi  yang dilakukan oleh pimpinan  maka semakin baik pula efektivitas kerja pegawai tersebut.
PERANAN PROGRAM PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEGAWAI PADA BAGIAN OTONOMI DAERAH SEKRETARIAT KABUPATEN KUTAI TIMUR Ahmad Jubaidi Nur Haini
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.488 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menggambarkan peranan program pengembangan sumberdaya manusia terhadap peningkatan kemampuan pegawai pada bagian Otonomi Daerah Sekretariat Kabupaten Kutai Timur.Berdasarkan hasil perhitunggan koefisiensi determinasi, diperoleh R Square atau r2 sebesar 45%. Sehingga berdasarkan data tersebut, dapat diketahui bahwa besarnya pengaruh program pengembangan sumber daya manusia terhadap kemampuan pegawai pada Bagian Otonomi Daerah Sekretariat Kabupaten Kutai Timur adalah sebesar 45%, dan sebesar 55% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini. Maknanya adalah bahwa sebesar 45% kemampuan kerja pegawai di pengaruhi oleh faktor program pengembangan sumberdaya manusia dan sebesar 55%  kemampuan pegawai dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diukur dalam penelitian ini.Berdasarkan hasil analisa data diperoleh harga rs hitung sebesar 0,770.  Jika  dibandingkan dengan harga table rs (harga kritis rs) sebesar 0,456 untuk N = 14 pada tingkat kepercayaan 95%. yaitu : rhit 0,770 > r tab = 0.456 untuk N = 14. Hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan dan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima bahwa program pengembangan sumberdaya manusia berperan terhadap peningkatan kemampuan pegawai pada bagian Otonomi Daerah Sekretariat Kabupaten Kutai Timur.
PENGARUH PENGAWASAN TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN PADA SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN KUTAI TIMUR Hendri Ryadi Ahmad Jubaidi
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan Pengaruh Pengawasan Terhadap Efektivitas Pengelolaan Keuangan pada Sekretariat DPRD Kabupaten Kutai Timur.Berdasarkan analisa data, dengan perhitungan program SPSS for windows versi. 17, maka didapat hasil koefisien korelasi sebesar r.hit 0,629, dibandingkan antara r yang diperoleh dengan rumus korelasi product moment dengan r pada tabel (r tabel). Jika dilihat pada r tabel koefisiensi korelasi product momentdengan taraf signifikansi 5% untuk N = 98, diperoleh nilai r tabel = sebesar 0,302. maka r.hit 0,629 > r. tab 0,32), dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara variable pengawasan pengelolaan keunagan terhadap variable efektivitas pengelolaan keuangan pada Sekretariat DPRD Kabupaten Kutai Timur, dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin baik pengawasan yang dilakukan oleh unsur pimpinan maka semakin baik pula efektivitas pengelolaan keuangan. hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat di terima, yaitu pengawasan perpengaruh positif dan signifikan Terhadap Efektivitas Pengelolaan Keuangan pada sekretariat DPRD Kabupaten Kutai Timur.
PENGARUH MANAJEMEN PERKANTORAN TERHADAP EFEKTIVITAS PELAYANAN PADA BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR Ahmad Jubaidi Herma Palita
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.984 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menggambarkan pengaruh manajemen perkantoran berpengaruh positif terhadap efektivitas pelayanan pada Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kutai Timur.Berdasarkan hasil analisa data diperoleh    rhit = 0,712, dibandingkan dengan tabel harga-harga kritis dari koefisien korelasi Product Moment (Pearson) untuk n = 30 pada tingkat signifikasi 5%, yaitu 0,361. atau dapat dikatakan pula bahwa rhit = 0,712 > rtab = 0,361. hal ini bermakna bahwa terdapat ada hubungan yang positif antara variabel  manajemen perkantoran dengan variabel efektivitas kerja pegawai pada Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Kutai Timur.Berdasarkan hasil perhitungan hasil uji-t adalah sebesar 4,623.  Ini berarti dapat pula dikatakan bahwa thit = 4,623, hasil ini jika dibandingkan dengan nilai pada tabel harga-harga kritis t-student ternyata lebih besar, yaitu thit = 4,623 > ttab = 1,701 pada tingkat signifikasi 0,05 untuk n – 2 = 28 (30 – 2 = 28).  hal ini berarti bahwa terdapat hubungan dan pengaruh yang signifikan antara variabel manajemen perkantoran dengan variabel efektivitas kerja pegawai. 
PERANAN KOORDINASI TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DINAS KESEJAHTERAAN SOSIAL BIDANG PELAYANAN SOSIAL KABUPATEN KUTAI TIMUR Anasiah Ahmad Jubaidi
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.962 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan peranan koordinasi terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kesejahteraan Sosial Bidang Pelayanan Sosial Kabupaten Kutai Timur. Analisa data yang digunakan adalah koefisien Rank Spearman (rs) Sidney Siegel.Populasi adalah seluruh pegawai pada Bidang Pelayanan Sosial Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Kutai Timur berjumlah sebanyak 15 (Lima belas) orang karena populasinya tidak terlalu besar, maka penulis tidak mengambil sampel melainkan seluruh populasi yang ada dijadikan responden, atau dengan kata lain menggunakan metode sensus.Berdasarakan hasil analisa data rank spearman diperoleh harga rs hitung sebesar 0,670, dibandingkan dengan harga table rs (Harga Kritis rs) sebesar 0,456 untuk N = 14 pada tingkat kepercayaan 95%. lebih besar dibandingkan r tabel spearman’s (0,670 > 0,456), dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara variable koordinasi terhadap variable efektivitas kerja pegawai pada  Dinas Kesejahteraan Sosial Bidang Pelayanan Sosial Kabupaten Kutai Timur, dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin baik koordinasi yang dilakukan oleh pimpinan  maka semakin baik pula efektivitas kerja pegawai.Sedangkan untuk melihat keeratan hubungan antara variabel koordinasi dengan variabel efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kesejahteraan Sosial Bidang Pelayanan Sosial Kabupaten Kutai Timur, berada pada kategori tinggi. Dari hasil rxy sebesar 0,670, maka menurut interpretasi diatas jelas menunjukkan adanya korelasi yang diantara 0,60 – 0,59, maknanya adalah bahwa hubungan antara variable koordinasi dengan efektivitas kerja berada pada level  katagori cukup kuat.Dengan demikian hasil penelitian ini telah menjawab rumusan masalah dan hipotesisi yang diajukan dalam penelitian di terima kebenarannya, bahwa koordinasi berperan positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai pada Dinas Kesejahteraan Sosial Bagian Pelayanan Sosial Kabupaten Kutai Timur
EFEKTIFITASPELAYANANPUBLIK DIKECAMATAN SAMARINDA KOTA DI SAMARINDA Ahmad Jubaidi
AL-ULUM : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 4, No 2 (2018): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.094 KB) | DOI: 10.31602/alsh.v4i2.1849

Abstract

The purpose of this study is to determine the effectiveness of KK, KTP, and AK services in Samarinda Kota sub district and its factors influencing the effectiveness of KK, KTP, AKservices.The research used field research method which gives an overview on the effectiveness of KK, KTP, and AK services in Samarinda Kota sub district. Data collection techniques use observation techniques, interviews, and media questionnaires by selecting informants who play a role and are involved technically and functionally in service delivery to the community. The data obtained are then analyzed qualitatively and supported by quantitative data.The results showed that service implementation in Samarinda Kota sub-district, especially in the field of population administration and civil registration is done in accordance with existing mechanism and regulation which have been determined by seeing some service indicator such as simplicity is in very safe category with 6.67% and certainty of service procedure and tariff cost are in accordance with the value of 88.33% and 70% respectively, the security and convenience of facilities and infrastructure are in safe and comfortable category with 65% and 73.33% respectively, openness about the ease of obtaining information and provisions services in the categories easy and explained if requested with the value of 71.67% and 63.33% respectively, economical about the cost of KK rates, ID cards, AK category Rp 10,000 - Rp 15,000, equitable fairness with a value of 60%, the timeliness is in category 1 - 2 days, and the efficiency is an exact category with a value of 80%.  And the factors that affect the service is the resources apparatus, facilities and infrastructure, and public awareness. Keywords: Effectiveness, Public Service
Tinjauan Tentang Semangat Kerja Pegawai Pada Kantor Kecamatan Damai Kabupaten Kutai Barat Marlin Natty; Ahmad Jubaidi; Jamiah Jamiah
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.434 KB) | DOI: 10.31293/pd.v21i1.6232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Semangat Kerja Pegawai yang ada pada Kantor Kecamatan Damai Kabupaten Kutai Barat.Penelitian yang bersifat Kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini menitik beratkan pada data hasil penelitian dan fakta-fakta yang didapatkan oleh peneliti dilapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, kuisioner, wawancara, dokumentasi, observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Tinjauan Tentang Semangat Kerja Pegawai Pada Kantor Kecamatan Damai Kabupaten Kutai Barat Berdasarkan: Gajih yang diterima, Tempatkan pegawai pada posisi yang tepat, Memberikan insentif, Fasilitas yang memadai, Hubungan kerja yang baik antara pimpinan dan bawahan. Adapun permasalahan yang dihadapai oleh Kantor Kecamatan Damai Kabupaten Kutai Barat yaitu: Penempatakan pegawai yang masih belum sesuai dengan kemampuan dan Pendidikan yang dimiliki, Para pegawai tidak menerima uang lembur walaupun bekerja diluar jam kerja yang semestinya, Pemanfaatan fasilitas yang disediakan masi kurang efektif. Oleh karena itu perlu ditingkatkan lagi semangat kerja pegawai pada kantor Kecamatan Damai Kabupaten Kutai Barat