Sampah menjadi permasalahan lingkungan yang terus menerus menjadi pokok utama dalam padatnya penduduk, dengan besaran sampah rumah tangga menyumbang hingga 62% dari total timbunan sampah nasional. Di RW 7 Desa Cibarusah Kota, terdapat bank sampah bernama bank sampah Cerita yang telah beroperasi selama satu tahun namun masih menghadapi beberapa kendala, di antara analisis dari data yang dihimpun yaitu minimnya pengetahuan masyarakat mengenai keberadaan dan manfaat bank sampah, belum tersedianya tempat sampah khusus botol sehingga sampah botol yang bernilai ekonomis tinggi masih tercampur dengan sampah anorganik lain, serta keterbatasan ruang dan sarana angkut di bank sampah dalam menangani volume sampah botol. Fokus utama dari pengabdian ini adalah untuk membangun model pengelolaan sampah botol yang terintegrasi antara masyarakat dan bank sampah melalui tiga bentuk intervensi, yaitu penyuluhan mengenai nilai ekonomis sampah botol dan manfaat menyetor ke bank sampah, juga penyebaran tempat sampah khusus botol ke berbagai titik keramaian dan fasilitas umum, serta hibah alat press botol untuk mengefisienkan ruang penyimpanan dan pengangkutan. Metode pelaksanaan yang dilakukan meliputi identifikasi masalah, observasi lapangan, wawancara dengan pengelola bank sampah dan masyarakat, serta pelaksanaan penyuluhan serta intervensi fisik. Hasil dari kegiatan di lapangan menunjukkan bahwa alat press botol mampu meningkatkan kapasitas angkut sampah botol hingga 3-5 kali lipat dibandingkan sebelumnya, sekaligus menekan biaya operasional bank sampah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah botol, mengurangi timbunan sampah di TPS, serta memberikan nilai manfaat ekonomis bagi masyarakat RW 7 Desa Cibarusah Kota.