Sulidar Sulidar
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Periodisasi Sikap Orientalis Barat terhadap Islam: Analisis Historis dan Kritis Suci Salwa Fauzi; Kurnia Shubuh Nasution; Muhammad Rifki Hanan; Sulidar Sulidar
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orientalisme merupakan fenomena intelektual Barat yang sejak abad pertengahan hingga era kontemporer menjadikan Islam sebagai objek kajian. Sikap orientalis terhadap Islam tidak bersifat statis, melainkan mengalami perubahan seiring perkembangan sejarah, kepentingan politik, dan metodologi keilmuan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis periodisasi sikap orientalis terhadap Islam serta memberikan kajian kritis terhadap dampak positif dan negatif orientalisme dalam studi Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menganalisis karya-karya orientalis serta respon sarjana Muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa orientalisme berkembang dari sikap permusuhan teologis, kolonial-akademik, hingga pendekatan dialogis-kritis. Meskipun orientalisme memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kajian filologi dan historiografi Islam, bias ideologis dan kepentingan kolonial masih mewarnai sebagian kajian orientalis. Oleh karena itu, umat Islam dituntut bersikap kritis-konstruktif dalam menyikapi orientalisme.
Pengertian, Objek, Ruang Lingkup Orientalisme dan Latar Belakang Munculnya Orientalis Fadhilah Umami; Putri Ega Aulia; Mhd Azka Fata Siregar; Sulidar Sulidar
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/ysfshn34

Abstract

Artikel ini mengkaji studi orientalisme terhadap Al-Qur’an yang dilakukan oleh sarjana Barat dengan menyoroti pengertian, objek kajian, ruang lingkup, serta latar belakang kemunculannya. Kajian orientalis terhadap Al-Qur’an umumnya menggunakan pendekatan historis-kritis yang memandang Al-Qur’an sebagai teks sejarah yang dipengaruhi oleh konteks sosial, budaya, dan politik, sehingga berbeda dengan perspektif Islam yang memandangnya sebagai wahyu ilahi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis kecenderungan, metode, serta motif yang melatarbelakangi kajian orientalis dalam studi Al-Qur’an. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menelaah sumber-sumber primer dan sekunder berupa buku dan artikel jurnal karya sarjana Barat serta cendekiawan Muslim. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kritis dengan pendekatan historis dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian orientalis terhadap Al-Qur’an mencakup isu keaslian teks, sejarah kodifikasi, bahasa, sastra, dan penafsiran, yang sebagian dipengaruhi oleh kepentingan ideologis dan misionaris. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyajian analisis kritis yang menempatkan orientalisme secara proporsional sebagai wacana akademik yang perlu disikapi secara selektif dan objektif.
Kajian Barat dan Orientalis Al-Qur’an: Mengenal Pemikiran Orientalis tentang Islam dan Sikap Muslim Terhadapnya Nur Wahyuni Emia Barus; Muhammad Bayu Fadli; Sulidar Sulidar
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/a85fd971

Abstract

Kajian Barat dan orientalis terhadap Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam studi Islam kontemporer yang melahirkan beragam pandangan, baik yang bersifat akademis maupun kritis terhadap ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengenal dan menganalisis pemikiran orientalis tentang Islam, khususnya terkait Al-Qur’an, serta mengkaji sikap dan respons kaum Muslim terhadap kajian orientalisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), dengan menelaah karya-karya orientalis Barat dan tulisan para sarjana Muslim sebagai respons terhadap orientalisme. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dan kritis melalui analisis isi serta pendekatan historis-intelektual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian orientalis terhadap Al-Qur’an dipengaruhi oleh latar belakang historis, metodologis, dan epistemologis Barat, yang dalam beberapa kasus menghasilkan kesimpulan yang berbeda bahkan bertentangan dengan paradigma keilmuan Islam. Oleh karena itu, sikap Muslim yang tepat terhadap orientalisme adalah bersikap kritis, objektif, dan selektif dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip keilmuan Islam serta membuka ruang dialog akademik yang konstruktif.
Perbedaan Orientalis dan Oksidentalisme Secara Geografis, Etnologis, Kultural, dan Metodologik Muhammad Gilang Ramadhan; Rika Amalia Ritonga; Muhammad Dasril Arif; Sulidar Sulidar
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/f6w2pr54

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk menganalisis secara mendalam perbedaan antara Orientalisme dan Oksidentalisme berdasarkan empat aspek utama, yaitu geografis, etnologis, kultural, dan metodologik. Analisis ini dimaksudkan untuk menitikberatkan pada bagaimana kedua pandangan tersebut membentuk pola hubungan antara Timur dan Barat dalam memahami peradaban serta pengaruhnya terhadap perkembangan studi Alquran dan Tafsir. Orientalisme lahir di Barat dengan semangat ilmiah dan rasional yang sering kali disertai bias kolonial serta dominasi kultural. Sebaliknya, Oksidentalisme berkembang di Timur sebagai respons reflektif terhadap hegemoni Barat dengan menonjolkan nilai spiritualitas, keaslian budaya, dan keseimbangan intelektual. Pembahasan ini juga dihubungkan dengan nilai-nilai universal Alquran sebagaimana tercermin dalam QS. al-Ḥujurāt [49]:13, QS. ar-Rūm [30]:22, QS. al-Ḥadīd [57]:20, dan QS. an-Naḥl [16]:125 yang menegaskan pentingnya saling mengenal, menghargai perbedaan, dan berdialog dengan hikmah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan etnografi dan studi kepustakaan, melalui penelaahan literatur klasik dan kontemporer dari tokoh-tokoh seperti Edward Said, Hassan Hanafi, Seyyed Hossein Nasr, dan Ismail Raji al-Faruqi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Orientalisme menekankan objektivitas ilmiah dan analisis empiris dengan sudut pandang luar, sedangkan Oksidentalisme berupaya membangun pemahaman dari dalam yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan spiritualitas. Novelti atau keunikan analisis yang sangat signifikan ini terletak pada keterpaduan antara kajian akademik Orientalisme-Oksidentalisme dengan perspektif normatif Alquran, yang memandang perbedaan keduanya bukan sebagai pertentangan, melainkan sebagai peluang untuk menciptakan dialog peradaban yang berkeadilan, beretika, dan berorientasi pada kemaslahatan umat manusia.