Tetty Yuliaty
Fakultas Vokasi, Universitas Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksplorasi Peran UMKM dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Melalui Pendekatan Ekonomi Syariah Tetty Yuliaty; Arief Qaedi Hutagalung
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v5i1.2326

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pendekatan ekonomi syariah, dengan fokus pada kontribusi organisasi ekonomi UMKM terhadap perkembangan usaha dan kemandirian ekonomi pelaku UMKM di Kota Medan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur kepada pelaku UMKM serta didukung studi pustaka untuk memperkuat landasan teoritis. Penelitian ini membahas hambatan struktural dan keterbatasan kapasitas internal yang dihadapi pelaku UMKM, ketergantungan pada pembiayaan eksternal berbasis bunga yang belum sepenuhnya selaras dengan prinsip ta'awun dan larangan riba dalam ekonomi Islam. Keterbatasan akses terhadap modal menjadi kendala signifikan, mendorong sebagian pelaku usaha bergantung pada bantuan pemerintah atau lembaga keuangan konvensional; ketergantungan ini berpotensi menghambat kemandirian apabila tidak diimbangi dengan kemampuan pengelolaan usaha yang memadai serta peralihan bertahap ke skema pembiayaan syariah seperti mudharabah, musyarakah, dan zakat produktif. Belum optimalnya pemanfaatan jaringan sosial turut membatasi akses pasar, padahal ekonomi Islam menekankan pentingnya relasi sosial yang bersifat ta'awun sebagai sumber ketahanan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlangsungan dan kemandirian usaha UMKM dipengaruhi oleh interaksi antara faktor internal dan eksternal, dan bahwa pelaku usaha yang mengandalkan modal pribadi atau skema bagi hasil cenderung menunjukkan tingkat kemandirian yang lebih tinggi, sejalan dengan tujuan maqasid al-syariah berupa hifz al-mal, yaitu pemeliharaan dan pengembangan harta secara halal. Dengan demikian, penguatan kapasitas internal, optimalisasi peran organisasi ekonomi, serta perluasan akses pembiayaan sosial dan komersial berbasis syariah menjadi kunci dalam mendorong kemandirian dan keberlanjutan UMKM yang berlandaskan nilai-nilai ekonomi Islam.
Analisis Sosiologi Ekonomi terhadap Implementasi Hukum Ekonomi di Masyarakat Hanna Ambaras Khan; Tetty Yuliaty
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v5i1.2334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hukum ekonomi di masyarakat melalui perspektif sosiologi ekonomi, dengan fokus pada interaksi antara norma sosial, struktur ekonomi, dan peraturan hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan kunci yang merepresentasikan unsur yudisial, akademisi, dan praktisi hukum di Pengadilan Negeri Medan, didukung oleh analisis dokumen hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan hukum ekonomi sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial-ekonomi masyarakat, resistensi struktural pelaku usaha, serta ketimpangan akses terhadap literasi dan bantuan hukum. Temuan utama mengungkapkan adanya kesenjangan antara hukum ekonomi dan praktik penerapannya di lapangan, di mana hukum sering kali gagal mencapai keadilan substantif akibat ketimpangan struktural antara pelaku usaha kecil dan besar. Penelitian ini merekomendasikan reformasi hukum yang lebih inklusif, dengan mengintegrasikan pertimbangan sosial-ekonomi untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum ekonomi. Mengingat keterbatasan sampel yang hanya melibatkan tiga informan, temuan ini perlu dibaca sebagai wawasan analitis yang bersifat kontekstual, bukan kesimpulan yang dapat digeneralisasi secara statistik. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman interdisipliner antara sosiologi dan ekonomi, serta memberikan dasar bagi kebijakan publik yang lebih responsif terhadap dinamika sosial-ekonomi.