Muhammad Faris Nuuruddin
Universitas Muhammadiyah Metro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIVITAS FISIK DAN KEBIASAAN MEROKOK SEBAGAI FAKTOR RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA PETANI Muhammad Faris Nuuruddin; W. Azhar Na’im; Al Um Aniswatun Khasanah; Rinaldi Prima Saputra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3714

Abstract

Musculoskeletal disorders (MSD) merupakan masalah kesehatan kerja yang dominan pada kelompok petani, dengan prevalensi risiko tinggi mencapai 41,3% di Kecamatan Metro Utara, namun peran kombinasi intensitas aktivitas fisik dan kebiasaan merokok sebagai faktor risiko independen belum dikaji secara spesifik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan kebiasaan merokok dengan risiko keluhan MSD pada petani di Kecamatan Metro Utara, Kota Metro. Penelitian menggunakan desain cross-sectional analitik terhadap 329 petani yang direkrut melalui consecutive sampling; keluhan MSD diukur dengan Nordic Body Map, aktivitas fisik dengan GPAQ, dan kebiasaan merokok dengan Indeks Brinkman, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05) dan Koefisien Kontingensi. Hasil menunjukkan 41,3% responden berisiko tinggi MSD. Aktivitas fisik berat berhubungan signifikan dengan risiko tinggi (χ²(4) = 294,401; p < 0,001; CC = 0,687), dengan 94,6% petani beraktivitas berat berisiko tinggi, dan kebiasaan merokok juga berhubungan signifikan (χ²(4) = 171,148; p < 0,001; CC = 0,585). Disimpulkan bahwa aktivitas fisik berat dan merokok berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko MSD, dengan aktivitas fisik sebagai asosiasi yang lebih dominan, sehingga diperlukan intervensi fisioterapi preventif yang mengintegrasikan manajemen beban kerja, edukasi ergonomi, dan strategi berhenti merokok.
PROFIL KESEHATAN MASYARAKAT BERDASARKAN HASIL SKRINING KESEHATAN DASAR SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR DI MARGOREJO Nabila Nur Afifah Fitri; Al Um Aniswatun Khasanah; Efraldo Yudistira; M Tasa Kasumbung; Muhammad Faris Nuuruddin; Bota Muhammad Akbar
JURNAL PROFESIONAL FISIOTERAPI Vol. 5 No. 2 (2026): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/fisioterapi.v5i2.12628

Abstract

Pendahuluan: Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas yang sebagian besar berkembang tanpa gejala pada tahap awal, sehingga deteksi dini melalui skrining kesehatan dasar menjadi upaya penting dalam mengidentifikasi faktor risiko di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil kesehatan masyarakat berdasarkan hasil skrining kesehatan dasar sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular di Desa Margorejo. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 24 responden yang mengikuti kegiatan skrining kesehatan menggunakan teknik total sampling. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, heart rate, respiratory rate, berat badan, tinggi badan, dan indeks massa tubuh (IMT). Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi, persentase, rerata, dan simpangan baku. Hasil: Rata-rata usia responden adalah 58,0±8,3 tahun. Seluruh responden dengan data tekanan darah yang lengkap mengalami hipertensi, terdiri atas hipertensi stadium 1 (43,5%) dan hipertensi stadium 2 (56,5%). Seluruh responden memiliki heart rate dalam rentang normal, sedangkan 54,5% memiliki respiratory rate di atas rentang normal. Berdasarkan IMT, 50,0% responden memiliki status gizi normal, 33,3% overweight, dan 16,7% obesitas. Simpulan: Skrining kesehatan dasar mampu memberikan gambaran profil kesehatan masyarakat serta mengidentifikasi faktor risiko PTM, terutama hipertensi, kelebihan berat badan, dan peningkatan respiratory rate, sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan program promotif, preventif, serta tindak lanjut pelayanan kesehatan di masyarakat.