Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Pro-Stek

PENGGUNAAN BEBERAPA PERANGKAP UNTUK MENGENDALIKAN HAMA PENGGEREK BATANG PADI PANDANWANGI (Oryza sativa var. Aromatic) Yuliani ,; Ai Resti Anggraeni
Pro-STek Vol 1, No 1 (2019): JUNE
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.089 KB) | DOI: 10.35194/prs.v1i1.817

Abstract

Padi pandanwangi merupakan padi lokal Cianjur varietas jenis padi bulu (Javanica), padi ini tumbuh pada ketinggian 450-800 mdpl, umur tanaman mulai dari penanaman sampai panen mencapai 155 hari lebih lama daripada padi pada umumnya. Karena lamanya umur tanam padi Pandanwangi mengakibatkan populasi penggerek batang padi dapat berkembang dengan baik di areal penanaman tersebut dikareanakan ketersediaan makanannya selalu tersedia, untuk menekan populasi penggerek batang padi Pandanwangi dilakukan teknik penangkapan hama tersebut menggunakan perangkap lampu, perangkap feromon dan perangkap methyleugenol perangkap tersebut merupakan perangkap yang dapat memerangkap hama tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di areal penanaman padi Pandanwangi milik Fakultas Sains Terapan Unsur pada bulan Maret-April, menggunaan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kelompok dengan satu sampel dalam masing-masing kelompok, perangkap A (lampu), B (feromon), C (yellow sticy trap) dan D (methyleugenol). Hasil uji lanjut DMRT menunjukkan hasil yang paling tinggi pengaruhnya terhadap populasi penggerek batang padi Pandanwangi yang terperangkap adalah perangkap A (lampu)  diteruskan dengan perangap B (feromon).
UJI EFEKTIVITAS DAUN SIRSAK Annona muricata) DAN DAUN CENGKEH (Sizygium aromatikum L.) TERHADAP PENGENDALIAN ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) Yuliani Yuliani; Astri Utami
Pro-STek Vol 4, No 1 (2022): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.8 KB) | DOI: 10.35194/prs.v4i1.2339

Abstract

Ulat grayak (Spodoptera litura) merupakan hama pada berbagai jenis tanaman karena bersifat polifagus dan mempunyai kisaran inang yang luas. Pengendalian hama masih menggunakan insektisida kimia sintetik yang menimbulkan berbagai dampak negatif seperti resistensi hama, resurgensi hama dan terbunuhnya musuh alami, untuk mengurangi pemakaian insektisida sintetik dilakukan pengendalian dengan insektisida nabati. Daun sirsak selain dapat digunakan sebagai insektisida nabati juga dapat digunakan sebagai larvasida, penolak serangga dan penghambat makan yang dapat digunakan untuk mengendalikan belalang dan hama karena ekstrak daun sirsak memiliki kandungan senyawa acetogenin yang menyebabkan kegagalan kerja organ pencernaan serangga, sedangkan cengkeh memiliki kandungan eugenol, saponin, flavonoid, dan tanin yang dapat dijadikan insektisida nabati untuk menanggulangi serangan hama ulat grayak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh insektisida nabati daun sirsak dan daun cengkeh serta mengetahui nilai LT50 terbaik dari insektisida nabati daun sirsak dan daun cengkeh terhadap mortalitas ulat grayak. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret hingga juli 2021 di kebun percobaan BB BIOGEN Pacet. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial terdiri dari dua faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu jenis pestisida nabati daun sirsak dan daun cengkeh. Faktor kedua adalah konsentrasi pestisida nabati yaitu : 0%, 10%, 20%, 30% dan 40%. Hasil pengamatan menunjukkan jenis pestisida ekstrak daun sirsak dan daun cengkeh berpengaruh terhadap mortalitas ulat grayak. Sedangkan konsentrasi pestisida nabati terbaik dihasilkan oleh ekstrak daun cengkeh 40% yang mencapai 87% kematian pada 5 hsa. Hasil analisis LT50 pada perlakuan cengkeh menunjukkan hasil terbaik yaitu pada 56 jam.
UJI KETERTARIKAN HAMA KEONG MAS (Pomacea canaliculata L.) TERHADAP BERBAGAI UMPAN PERANGKAP DI LAHAN PADI PANDANWANGI Yuliani ,; Aidannisa .
Pro-STek Vol 1, No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.225 KB) | DOI: 10.35194/prs.v1i2.826

Abstract

Keong Mas (Pomacea canaliculata L.) merupakan salah satu hama penyebab padi gagal tumbuh pada budidaya padi Pandanwangi fase vegetatif. Hama  tersebut memakan bibit padi muda sehingga petani harus menyulam kembali tanaman padi. Populasi hama Keong Mas yang tinggi perlu dikendalikan agar populasi tidak semakin meningkat. Salah satu pengendalian yang dapat dilakukan adalah pengendalian hama secara terpadu (PHPT) seperti penggunaan umpan perangkap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketertarikan hama Keong Mas terhadap berbagai umpan  perangkap dilahan padi Pandanwangi sehingga dapat berpengaruh terhadap populasi hama Keong Mas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 di Pusat Studi dan pengembangan plasma nutfah padi Pandanwangi lahan milik MP3C dan Fakultas sains Terapan Univeristas Suryakacana. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 4 perlakuan dan 7 ulangan, yaitu: (P1) Daun Pepaya, (P2) Daun Selada, dan (P3) Ampas Kelapa dan K (Kontrol) Hasil menunjukkan bahwa pemberian umpan berpengaruh terhadap populasi hama Keong Mas. Umpan perangkap yang paling banyak menarik  populasi hama Keong Mas yaitu P1 (15.89) dan P2 (14.23) dan yang paling rendah adalah  Kontrol (Larutan Ragi) yaitu sebanyak 0.76.
UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA PESTISIDA NABATI TERHADAP MORTALITAS (Spodoptera exigua Hubner) PADA TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) Yuliani ,; Widya Sari; Nia Fatimah
Pro-STek Vol 2, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.904 KB) | DOI: 10.35194/prs.v2i2.1167

Abstract

Bawang daun merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat namun produktivitasnya terganggu oleh serangan hama seperti, Spodoptera exigua.  Dalam pengendaliannya petani masih menggunakan pestisida kimia sintetis yang memiliki banyak dampak negatif, seperti resistensi hama, resurgensi dan timbulnya hama sekunder. Pengendalian S. exigua menggunakan pestisida nabati dengan konsentrasi yang tepat dapat mengendalikan hama ulat bawang daun secara efektif dan tidak berdampak negatif terhadap tanaman dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari beberapa pestisida nabati (daun babadotan, nimba dan sirsak)dengan menggunakan beberapa konsentrasi terhadap mortalitas S. exigua. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial terdiri dari dua faktor dengan masing-masing 3 ulangan,. Faktor pertama yaitu jenis pestisida nabati  : babadotan, nimba dan sirsak, Faktor kedua adalah konsentrasi pestisida nabati yaitu : 250 g/L, 500 g/L dan tanpa pestisida nabati (kontrol). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jenis pestisida tidak berpengaruh nyata terhadap mortalitas S. exigua. Sedangkan konsentrasi pestisida nabati berpengaruh nyata terhadap mortalitas. Mortalitas terbaik yaitu pada perlakuan  babadotan 500 g/L dan Nimba 500 g/L, mencapai 100% kematian pada 6 hsa. Hasil analisis LT50 yang terbaik pada perlakuan babadotan 500 g/L dan nimba 500 g/L yaitu :  2,93 hari dan  2,57 hari.
KOMPARASI JENIS CASCARA DAN PERIODE FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK KOMBUCHA CASCARA Riza Trihaditia; Yuliani ,; Romansyah Priambodo
Pro-STek Vol 3, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.355 KB) | DOI: 10.35194/prs.v3i2.1921

Abstract

Kopi telah lama dibudidayakan di Indonesia. Dalam pengolahannya, dihasilkan buangan berupa kulit kopi yang jika tidak diolah lebih lanjut dapat menjadi limbah dan menimbulkan masalah bagi lingkungan. Kulit kopi bisa dimanfaatkan menjadi teh yang disebut cascara dan bisa ditingkatkan manfaatnya dengan difermentasi menjadi kombucha. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh jenis cascara (arabika dan robusta) dengan periode fermentasi (6, 8 dan 10 hari) untuk mencari respon paling optimum dari panelis terhadap warna, rasa, aroma dan kekentalan kombucha cascara. Rancangan penelitian dibuat menjadi 6 sampel tanpa ulangan dan dilakukan uji fisikokimia (gula, alkohol dan pH) sebagai informasi tambahan. Respon dari panelis didapatkan dengan melakukan uji hedonik dan dianalisis menggunakan Response Surface Methods. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis cascara dan periode fermentasi berpengaruh terhadap warna, rasa, aroma dan kekentalan kombucha cascara. Sampel R6, R8 dan R10 menjadi sampel terbaik dari warna. Sampel A6, A8, R6 dan R10 menjadi sampel terbaik dari rasa.  Sampel R6 dan R8 merupakan sampel terbaik dari aroma dan sampel R6 adalah sampel terbaik dari kekentalan. Sampel paling optimum terdapat pada sampel R6 yaitu kombucha cascara dari jenis robusta pada periode fermentasi 6 hari dengan kandungan gula 9,4°Brix, alkohol 0% dan pH 3,5.
KEPADATAN POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN WERENG BATANG COKLAT (Nilaparvata lugens. Stal) PADA BUDIDAYA PADI PANDANWANGI DENGAN PENERAPAN ORGANIK DAN ANORGANIK Yuliani & Ade Perta Agustian
Pro-STek Vol 2, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.567 KB) | DOI: 10.35194/prs.v2i1.992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati kepadatan populasi dan intensitas serangan hama wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) pada padi varietas Pandanwangi organik dan anorganik. Penelitian dilakukan di desa Tegallega dan Mekarwangi Kecamatan Warungkondang, dengan menggunakan metode survey pada lahan persawahan padi pandanwangi perlakuan organik dan anorganik, dan tiap lahan dilakukan pengambilan sampel yang terdiri dari 5 petak. Untuk pengamatan secara visual pada setiap petak ditentukan 5 sub petak yang tersebar secara diagonal, pada setiap sub petak percobaan diambil 5 tanaman contoh secara acak berpindah-pindah setiap minggunya sehingga terdapat 25 tanaman contoh dalam satu sub petak. Hasil yang diperoleh yaitu : kepadatan populasi hama wereng batang coklat pada lahan budidaya tanaman padi organik,  pada pengamatan minggu ke-1 hingga minggu ke-5 secara berturut-turut adalah : 0,28; 0,32; 0,16; 0,08 dan 0. Sedangkan kepadatan populasi hama wereng batang coklat pada lahan budidaya tanaman padi anorganik,  pengamatan pada minggu ke-1 hingga minggu ke-5 secara berturut-turut adalah : 2,48; 2,08; 1,56; 0,72 dan 0,2. Hal ini menunjukan bahwa populasi wereng batang coklat lebih banyak pada lahan budidaya padi secara anorganik. Sedangkan pada lahan organik populasi wereng coklat relatif stabil. Dari hasil pengamatan yang diperoleh, menunjukan bahwa intensitas serangan hama wereng batang coklat pada budidaya tanaman padi pandanwangi dengan penerapan lahan organik lebih rendah dibandingkan lahan anorganik, hal ini sejalan dengan tingginya populasi hama wereng di lahan anorganik dibandingkan di lahan organik.
PENGUJIAN APLIKASI FITOHORMON ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN STEK BATANG MAWAR (Rossa sinensis) VARIETAS CLIMBING ROSE Widya Sari; Yuliani ,; Julkarnaen ,
Pro-STek Vol 5, No 1 (2023): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i1.3237

Abstract

Mawar Rambat (Climbing Rose), merupakan salah satu varietas mawar yang banyak diminati karena sangat unik mempercantik dinding rumah serta menghasilkan warna-warna yang indah. Perbanyakan tanaman mawar biasanya lebih sering dilakukan secara vegetatif, seperti menggunakan stek akan tetapi stek mengalami kegagalan dengan tidak tumbuhnya akar salah satu upaya mempercepat pertumbuhan stek tanaman mawar dengan pemberian fitohormon alamin dan sintetik ( ekstrak bawang merah , gel lidah buata dan air kelapa). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fitohormon ekstrak bawang merah, lidah buaya, dan air kelapa terhadap waktu muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar pada stek mawar Climbing rose. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap unit percobaan menggunakan 5 stek batang. K0 : tanpa ZPT 0% , K1 : konsentrasi air kelapa 100%, K2 : konsentrasi ekstrak bawang merah 70%, K3 : konsentrasi lidah buaya 50%, K4 : konsentrasi Rootone F 200 mg/liter air. Parameter yang diamati meliputi waktu muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar stek batang mawar. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan fitohormon tidak berpengaruh terhadap waktu muncul tunas akan tetapi berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar stek batang mawar varietas Climbing rose.  Ekstrak bawang merah memberikan pengaruh yang paling nyata dan paling baik   terhadap jumlah tunas stek mawar (2,85 helai) dan jumlah akar (3,80 helai). Ekstrak air kelapa berpengaruh terhadap jumlah daun stek mawar.  Ekstrak bawang merah dan air kelapa mengandung auksin dan sitokinin yang berperan untuk mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tanaman.