Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Pembangunan Gedung Bina Insan Mulya Tuban: Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Pembangunan Gedung Bina Insan Mulya Tuban Wiryo Utomo; Syarifah Nur Octavia; Risang Setyobudi; Liana Dwi Yulistiyanti; Nunuk Candra Setiyanta
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Februari
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i1.7377

Abstract

Setiap proyek memiliki rencana pelaksanaannya sendiri, kapan mulai pelaksanaan proyek, kapan selesai dan bagaimana proyek akan dilaksanakan serta bagaimana sumber daya akan dialokasikan. Tujuan yang ingin di capai dari penelitian yaitu untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi keterlambatan pekerjaan pembangunan proyek Pembangunan Gedung Bina Insan Mulya Tuban; untuk menganalisis faktor yang paling dominan menyebabkan keterlambatan pekerjaan pembangunan proyek Pembangunan Gedung Bina Insan Mulya. Rancangan penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah orang-orang dari Kontraktor dan Owner yang terlibat dalam pekerjaan proyek Pembangunan Gedung Bina Insan Mulya Tuban, yaitu sebanyak 111 orang, dan jumlah sampel adalah sebanyak 87 orang. Obyek penelitian yang menjadi fokusan penelitian adalah pada Proyek Pembangunan Gedung Bina Insan Mulya Tuban. Pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode penyebaran kuesioner. Teknik analisis data menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil analisis dapat dikatakan bahwa faktor yang mempengaruhi keterlambatan pekerjaan pembangunan proyek Gedung Bina Insan Mulya Tuban adalah faktor Tenaga Kerja, Peralatan Kerja, Material, Pengelolaan Proyek, Perubahan Design dan Alokasi Dana; Faktor yang paling dominan sebagai penyebab keterlambatan pekerjaan pembangunan proyek Gedung Bina Insan Mulya Tuban adalah faktor Tenaga Kerja. Strategi pengendalian risiko yang dilakukan untuk mengatasi risiko dominan penyebab keterlambatan proyek adalah melakukan penambahan biaya tenaga kerja Pembangunan Gedung Bina Insan Mulya Tuban sebesar Rp. 535.938.600.
PERBANDINGAN KINERJA BIAYA DAN WAKTU PEKERJAAN DINDING MENGGUNAKAN MATERIAL BATU KAPUR DAN BATA RINGAN israjunna israjunna; Risang Setyobudi; M. Ziaul Fikar; Nunuk Candra Setiyanta
Jurnal SainTekA Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v7i2.2340

Abstract

Perkembangan sektor konstruksi yang semakin pesat menuntut penggunaan material bangunan yang efisien dari segi biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan. Pemilihan material dinding menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan proyek konstruksi, khususnya dalam upaya meningkatkan efisiensi pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efisiensi biaya dan waktu pekerjaan dinding menggunakan material batu kapur dan bata ringan per 1 m². Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif melalui perhitungan biaya pekerjaan dan pengukuran waktu kerja berdasarkan produktivitas tenaga kerja pada setiap tahapan pekerjaan dinding, yang meliputi pekerjaan pasangan, plesteran dan acian, serta penyelesaian (finishing). Data yang diperoleh kemudian dibandingkan untuk mengetahui tingkat efisiensi masing-masing material. Temuan penting penelitian menunjukkan bahwa total biaya pekerjaan dinding menggunakan batu kapur sebesar Rp 241.003,00, sedangkan menggunakan bata ringan sebesar Rp 341.775,65, dengan selisih biaya sebesar Rp 100.772,65, sehingga batu kapur lebih efisien dari segi biaya. Namun demikian, dari aspek waktu pelaksanaan, pekerjaan dinding menggunakan bata ringan membutuhkan waktu yang lebih singkat, yaitu 32 menit per 1 m², dibandingkan dengan batu kapur yang memerlukan waktu 108 menit per 1 m². Pada kedua jenis material, tahap penyelesaian (finishing) merupakan tahapan yang paling dominan dalam penggunaan waktu kerja. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penggunaan batu kapur lebih efisien dari segi biaya, sedangkan penggunaan bata ringan lebih efisien dari segi waktu pelaksanaan pekerjaan. Oleh karena itu, pemilihan material dinding dalam proyek konstruksi perlu mempertimbangkan prioritas proyek, baik dari aspek penghematan biaya maupun percepatan waktu penyelesaian pekerjaan.