Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STRUCTURAL ENGINEERING ANALYSIS AND SEISMIC RETROFITTING OF HISTORICAL MOSQUE MINARETS IN THE INDONESIAN ARCHIPELAGO Risang Setyobudi; Samira Mohammed; Anna Bakker
Journal of Moeslim Research Technik Vol. 2 No. 6 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/technik.v2i6.2629

Abstract

Historical mosque minarets in the Indonesian archipelago, vital components of cultural heritage, are situated in a high-seismicity region. Their unreinforced masonry (URM) construction presents a significant, yet unquantified, vulnerability, posing threats to public safety and heritage preservation. This study provides a quantitative structural engineering analysis to assess this seismic vulnerability and establish a methodological framework for evaluating seismic retrofitting interventions. A diagnosis-led approach was employed, integrating in-situ non-destructive diagnostics (NDT), ambient vibration testing (AVT) for dynamic characterization, and advanced non-linear finite element modeling (FEM) on representative case-study structures. Results reveal a critical gap between structural capacity and seismic demand. The models predict catastrophic failure at low peak ground accelerations (0.15g), far below the 500-year hazard level (>0.40g). Unique Indonesian materials (volcanic stone, weak mortar) render existing international fragility models inadequate for this typology. Indonesian minarets possess critical seismic deficiencies requiring urgent, scientifically-grounded intervention. The validated models serve as essential tools for designing and testing culturally appropriate, minimally invasive retrofitting strategies to ensure the preservation of this irreplaceable built heritage.
Analisa Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Pembangunan Gedung Bina Insan Mulya Tuban: Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Pembangunan Gedung Bina Insan Mulya Tuban Wiryo Utomo; Syarifah Nur Octavia; Risang Setyobudi; Liana Dwi Yulistiyanti; Nunuk Candra Setiyanta
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Februari
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i1.7377

Abstract

Setiap proyek memiliki rencana pelaksanaannya sendiri, kapan mulai pelaksanaan proyek, kapan selesai dan bagaimana proyek akan dilaksanakan serta bagaimana sumber daya akan dialokasikan. Tujuan yang ingin di capai dari penelitian yaitu untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi keterlambatan pekerjaan pembangunan proyek Pembangunan Gedung Bina Insan Mulya Tuban; untuk menganalisis faktor yang paling dominan menyebabkan keterlambatan pekerjaan pembangunan proyek Pembangunan Gedung Bina Insan Mulya. Rancangan penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah orang-orang dari Kontraktor dan Owner yang terlibat dalam pekerjaan proyek Pembangunan Gedung Bina Insan Mulya Tuban, yaitu sebanyak 111 orang, dan jumlah sampel adalah sebanyak 87 orang. Obyek penelitian yang menjadi fokusan penelitian adalah pada Proyek Pembangunan Gedung Bina Insan Mulya Tuban. Pengumpulan data pada penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode penyebaran kuesioner. Teknik analisis data menggunakan Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil analisis dapat dikatakan bahwa faktor yang mempengaruhi keterlambatan pekerjaan pembangunan proyek Gedung Bina Insan Mulya Tuban adalah faktor Tenaga Kerja, Peralatan Kerja, Material, Pengelolaan Proyek, Perubahan Design dan Alokasi Dana; Faktor yang paling dominan sebagai penyebab keterlambatan pekerjaan pembangunan proyek Gedung Bina Insan Mulya Tuban adalah faktor Tenaga Kerja. Strategi pengendalian risiko yang dilakukan untuk mengatasi risiko dominan penyebab keterlambatan proyek adalah melakukan penambahan biaya tenaga kerja Pembangunan Gedung Bina Insan Mulya Tuban sebesar Rp. 535.938.600.
PERBANDINGAN KINERJA BIAYA DAN WAKTU PEKERJAAN DINDING MENGGUNAKAN MATERIAL BATU KAPUR DAN BATA RINGAN israjunna israjunna; Risang Setyobudi; M. Ziaul Fikar; Nunuk Candra Setiyanta
Jurnal SainTekA Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v7i2.2340

Abstract

Perkembangan sektor konstruksi yang semakin pesat menuntut penggunaan material bangunan yang efisien dari segi biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan. Pemilihan material dinding menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan proyek konstruksi, khususnya dalam upaya meningkatkan efisiensi pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efisiensi biaya dan waktu pekerjaan dinding menggunakan material batu kapur dan bata ringan per 1 m². Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif melalui perhitungan biaya pekerjaan dan pengukuran waktu kerja berdasarkan produktivitas tenaga kerja pada setiap tahapan pekerjaan dinding, yang meliputi pekerjaan pasangan, plesteran dan acian, serta penyelesaian (finishing). Data yang diperoleh kemudian dibandingkan untuk mengetahui tingkat efisiensi masing-masing material. Temuan penting penelitian menunjukkan bahwa total biaya pekerjaan dinding menggunakan batu kapur sebesar Rp 241.003,00, sedangkan menggunakan bata ringan sebesar Rp 341.775,65, dengan selisih biaya sebesar Rp 100.772,65, sehingga batu kapur lebih efisien dari segi biaya. Namun demikian, dari aspek waktu pelaksanaan, pekerjaan dinding menggunakan bata ringan membutuhkan waktu yang lebih singkat, yaitu 32 menit per 1 m², dibandingkan dengan batu kapur yang memerlukan waktu 108 menit per 1 m². Pada kedua jenis material, tahap penyelesaian (finishing) merupakan tahapan yang paling dominan dalam penggunaan waktu kerja. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penggunaan batu kapur lebih efisien dari segi biaya, sedangkan penggunaan bata ringan lebih efisien dari segi waktu pelaksanaan pekerjaan. Oleh karena itu, pemilihan material dinding dalam proyek konstruksi perlu mempertimbangkan prioritas proyek, baik dari aspek penghematan biaya maupun percepatan waktu penyelesaian pekerjaan.
Membangun Kampus Ramah Lingkungan: Peran Kearifan Lokal dalam Pembangunan Berkelanjutan Universitas Muhammadiyah Bima: Building an Eco-Friendly Campus: The Role of Local Wisdom in Sustainable Construction Muhammadiyah University of Bima isra junna; wira Setiawan; Sulis Syaputri; Risang Setyobudi; Saktiadin Idrus
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1289

Abstract

Abstrak   Perubahan iklim dan kebutuhan keberlanjutan lingkungan mendorong penerapan konsep green campus di Universitas Muhammadiyah Bima. Kampus ini memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam desain hijau yang mendukung pendidikan dan melestarikan budaya lokal. Namun, tantangan seperti biaya awal yang tinggi, resistensi terhadap perubahan, dan kurangnya pemahaman tentang integrasi kearifan lokal dalam desain berkelanjutan masih ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan eco-cultural untuk mengeksplorasi elemen sosial, budaya, dan ekologis masyarakat Bima. Hasilnya menunjukkan desain kampus yang mencakup ruang diskusi Uma Lengge, lapangan seni tradisional, hutan kampus, dan sistem pengolahan air limbah komunal (IPAL). Penggunaan material lokal seperti bambu dan kayu menunjukkan keberlanjutan berbasis sumber daya lokal, sementara fasilitas modern disediakan melalui teknologi pintar dan jalur akses efisien. Desain ini membuktikan bahwa integrasi kearifan lokal dapat menciptakan kampus yang berkelanjutan dan relevan dengan identitas masyarakat setempat.   Kata kunci: Kampus Hijau, Kearifan Lokal, Keberlanjutan     Abstract   Climate change and the need for environmental sustainability have driven the implementation of green campus concepts at Muhammadiyah University of Bima. The campus has great potential to integrate local wisdom into green design that supports education while preserving local culture. However, challenges such as high initial costs, resistance to change, and a lack of understanding about integrating local wisdom into sustainable design remain. This research uses a qualitative approach with ethnographic and eco-cultural methods to explore the social, cultural, and ecological elements of the Bima community. The results show a campus design that includes spaces like the Uma Lengge discussion room, traditional arts performance field, campus forest, and communal wastewater treatment system (IPAL). The use of local materials like bamboo and wood demonstrates sustainability based on local resources, while modern needs are met through smart technology and efficient access pathways. This design proves that integrating local wisdom can create a sustainable campus that aligns with the local community's identity.   Keywords: Green Campus, Lokal Wisdom, Sustainability.
Pengendalian Proyek Perumahan Permata Hijau Menggunakan Metode Earned Value: Permata Hijau Housing Project Control Using the Earned Value Method isra junna; Risang Setyobudi; muh Apriansyah; M. Ziaul Fikar; M. Deta Zulfikar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1339

Abstract

Abstrak   Pembangunan perumahan merupakan sektor penting dalam industri konstruksi yang menuntut pengelolaan waktu, biaya, dan kualitas secara efektif. Proyek Permata Hijau menghadapi risiko keterlambatan, pembengkakan biaya, dan ketidaksesuaian hasil pekerjaan, sehingga diperlukan sistem pengendalian yang mampu mengidentifikasi masalah sejak awal. Penelitian ini menerapkan metode Earned Value Management (EVM) untuk mengevaluasi kinerja proyek berdasarkan data pelaksanaan selama 25 minggu. Hasil analisis menunjukkan bahwa proyek berjalan sesuai jadwal dengan nilai Schedule Performance Index (SPI) sebesar 1,00. Namun, proyek mengalami pembengkakan biaya yang ditunjukkan oleh nilai Cost Performance Index (CPI) sebesar 0,99 dan Cost Variance (CV) sebesar Rp795.356,49. Kurva S memperlihatkan pola pelaksanaan proyek konstruksi yang lambat di awal, meningkat di tengah, dan melambat di akhir. Temuan ini menegaskan pentingnya kemampuan manajerial dalam mengendalikan biaya dan menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan proyek.   Kata kunci: Earned Value Management, Pengendalian Proyek, Kinerja Biaya, Kinerja Waktu     Abstract Housing development is a crucial sector within the construction industry, requiring effective management of time, cost, and quality. The Permata Hijau Project faces risks of delays, cost overruns, and discrepancies between planned and actual work outcomes, necessitating a control system capable of identifying issues early. This study applies the Earned Value Management (EVM) method to evaluate project performance based on 25 weeks of implementation data. The analysis shows that the project is progressing on schedule, indicated by a Schedule Performance Index (SPI) of 1.00. However, cost overruns are evident, with a Cost Performance Index (CPI) of 0.99 and a Cost Variance (CV) of Rp795,356.49. The S-curve illustrates a typical construction pattern, starting slowly, rising sharply in the middle phase, and slowing toward completion. These findings highlight the importance of managerial capability in controlling costs and ensuring alignment between project planning and execution.   Keywords: Earned Value Management, Project Control, Cost Performance, Time Performance