Nusa Sebayang
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan, Institut Teknologi Nasional Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN PEMBANGUNAN FLYOVER BERDASARKAN KINERJA LALU LINTAS PADA SIMPANG BERSINYAL KEBON ROEK, KOTA MATARAM Yesi Nanda Radita; Nusa Sebayang; Sriliani Surbakti
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.418

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Kota Mataram yang diproyeksikan melebihi 560 ribu unit pada tahun 2025 berdampak langsung terhadap meningkatnya kepadatan lalu lintas, terutama pada Simpang Bersinyal Kebon Roek yang merupakan pertemuan Jalan Saleh Sungkar dan Jalan Adi Sucipto. Kondisi lalu lintas eksisting pada simpang tersebut menunjukkan tingkat kejenuhan yang relatif tinggi, dengan nilai derajat kejenuhan yang pada periode tertentu mendekati bahkan melampaui batas kritis (DJ ? 0,85). Selain itu, berdasarkan data Rencana Pembangunan Infrastruktur Wilayah (RPIW) tahun 2022, kinerja lalu lintas pada masing-masing lengan simpang masih berada pada kondisi kurang optimal, yaitu tingkat pelayanan (Level of Service/LOS) kategori D pada lengan Jalan Adi Sucipto, kategori D pada lengan Jalan Saleh Sungkar I, serta kategori E pada lengan Jalan Saleh Sungkar II, sehingga belum memenuhi standar pelayanan minimal jalan arteri primer. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan pembangunan flyover sebagai alternatif solusi jangka panjang dalam upaya pemisahan arus lalu lintas. Analisis kinerja lalu lintas dilakukan dengan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting, simpang mengalami tundaan maksimum sebesar 157,9 detik/smp dengan tingkat pelayanan LOS F yang mengindikasikan kondisi sangat buruk. Setelah penerapan flyover, kinerja simpang mengalami perbaikan yang signifikan, ditandai dengan peningkatan tingkat pelayanan dari LOS F menjadi LOS B. Peningkatan tersebut sejalan dengan standar pelayanan minimal jalan arteri primer yang mensyaratkan arus lalu lintas yang stabil serta pergerakan kendaraan yang relatif lancar.
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN SIMPANG TAK BERSINYAL PADA KAWASAN PASAR ORO-ORO DOWO DENGAN PENDEKATAN PKJI 2023 DAN PTV VISSIM: Joao Farrel Rizky Permana; Nusa Sebayang; Annur Ma’ruf
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.419

Abstract

Kawasan Pasar Oro-Oro Dowo di Kota Malang menghadapi permasalahan kemacetan serius akibat volume kendaraan yang melampaui kapasitas jalan dan tingginya hambatan samping, dengan nilai Derajat Kejenuhan (DJ) pada Jalan Brigjen Slamet Riyadi mencapai lebih dari 0,8. Sebagai solusi, Pemerintah Kota Malang menerapkan kebijakan Sistem Satu Arah (SSA) untuk menurunkan rasio volume terhadap kapasitas dan mendukung program Car Free Day (CFD). Namun, kebijakan ini berdampak pada penurunan jumlah pengunjung pasar hingga 30% akibat rute memutar yang tidak efisien dan peningkatan waktu tempuh. Berdasarkan hasil analisis pada empat titik tinjauan, yaitu Simpang Guntur, Simpang B.S. Riyadi, Simpang Buring, dan Simpang Merbabu, ditemukan bahwa titik kritis kemacetan terpusat pada Simpang B.S. Riyadi. Hasil analisis menggunakan metode PKJI 2023 menunjukkan bahwa pada jam puncak sore, simpang tersebut mengalami tundaan tertinggi mencapai lebih dari 200 detik/smp, yang mengindikasikan Tingkat Pelayanan (Level of Service) berada pada kategori F atau arus jenuh. Kondisi serupa juga divalidasi melalui pemodelan mikrosimulasi PTV Vissim yang menunjukkan nilai tundaan di atas 100 detik dengan identifikasi tingkat pelayanan F. Perbedaan signifikan tersebut terjadi karena PKJI 2023 menggunakan perhitungan statis berbasis rumus empiris rata-rata, sedangkan PTV Vissim menggunakan simulasi mikroskopis yang memodelkan interaksi antar kendaraan secara dinamis.