Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IImplementasi pendidikan berbasis ekopedagogik dalam konteks kearifan lokal melalui studi literatur Neneng Rostika; Yusuf Tri Herlambang
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1188800

Abstract

pendekatan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan kesadaran ekologis yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan berbasis ekopedagogik dalam konteks kearifan lokal serta merumuskan sintesis konseptual yang mengintegrasikan perspektif global dan lokal sebagai kerangka pembelajaran berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model konseptual ekopedagogik yang menempatkan kearifan lokal sebagai basis epistemologis dalam membangun kesadaran ekologis peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan analisis kualitatif-kritis terhadap berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan, termasuk jurnal bereputasi, buku akademik, dan dokumen kebijakan pendidikan. Analisis dilakukan melalui tahap reduksi data, kategorisasi tematik, serta sintesis konseptual untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai kearifan lokal seperti praktik pelestarian lingkungan berbasis komunitas, etika relasi manusia-alam, dan sistem pengetahuan tradisional—ke dalam kerangka ekopedagogik mampu memperkuat dimensi afektif, kognitif, dan praksis dalam pembelajaran. Temuan ini juga mengidentifikasi bahwa pendekatan ekopedagogik berbasis lokal tidak hanya meningkatkan kesadaran ekologis, tetapi juga membangun identitas budaya dan tanggung jawab sosial peserta didik secara berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan paradigma pendidikan lingkungan dengan menawarkan kerangka integratif antara ekopedagogik dan kearifan lokal sebagai basis transformasi pembelajaran kontekstual. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan pada penggunaan data sekunder yang bergantung pada ketersediaan dan kualitas literatur, sehingga diperlukan penelitian empiris lanjutan untuk menguji implementasi model secara langsung di lapangan.
Decision-making as a mediator: how principals’ growth mindset and emotional intelligence shape school climate Neneng Rostika; Dede Margo Irianto; Ai Sutini
Lentera Negeri Vol. 7 No. 1 (2026): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/993690

Abstract

This study examines the effects of school principals’ growth mindset and emotional intelligence on decision-making and their implications for elementary school climate. A quantitative survey involved 297 civil-service teachers, comprising 208 Government Employees with Work Agreements (PPPK) and 89 Civil Servants (PNS), from public elementary schools in Region I of Sumedang Regency, Indonesia. Respondents were selected through non-probability quota sampling. Data were collected using five-point Likert-scale questionnaires measuring growth mindset, emotional intelligence, decision-making, and school climate and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS. The measurement model showed satisfactory reliability and validity, with Cronbach’s alpha of 0.753–0.862, AVE of 0.591–0.759, and composite reliability of 0.831–0.907. Growth mindset significantly and positively affected decision-making (β = 0.189, t = 3.247, p = 0.001), as did emotional intelligence (β = 0.761, t = 13.245, p < 0.001). Decision-making strongly and significantly influenced school climate (β = 0.917, t = 60.677, p < 0.001) and mediated the effects of growth mindset and emotional intelligence on school climate. The model explained 87.3% of decision-making and 84.1% of school climate variance. These findings underscore the importance of strengthening principals’ psychological capacities to support effective leadership and a positive school climate.