Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH MODAL DAN HARGA TERHADAP PENDAPATAN PETANI KELAPA SAWIT DI DESA KARTIKA BAKTI KECAMATAN SERUYAN HILIR TIMUR Suroto *; parisa; Zul Erianto Suarja
Jurnal Penelitian Agri Hatantiring Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Agri Hatantiring
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pagri.v2i2.78

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh modal dan harga terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Kartika Bakti Kecamatan Seruyan Hilir Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei dengan observasi, kuesioner dan wawancara. Variabel yang diukur adalah variabel modal dan variabel harga terhadap pendapatan petani kelapa sawit. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis regresi linier berganda dan uji t. Interpretasi hasil analisis menggunakan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para petani kelapa sawit di Desa Kartika Bakti memiliki usia kisaran usia 40 tahunanan, hal ini menunjukkan bahwa para petani pada umumnya berada pada usia dengan produktifitas tinggi. Dari segi pendidikan, didominasi tamatan SD sekitar 75%, kemampuan pengambilan keputusan yang baik, didukung oleh kemudahan akses informasi dunia pertanian khususnya terkait kelapa sawit. Dari hasil skor kuesioner kita ketahui rerata untuk variabel modal, harga dan pendapatan mendapatkan angka diatas 4,0 sehingga dapat disimpulkan dalam kategori sangat baik. Hal tersebut menandakan bahwa para petani sudah memiliki kesiapan yang baik ketika memulai untuk masuk pada kegiatan budidaya tanaman kelapa sawit, para petani meyaqini akan prospek yang bagus untuk bisnis kelapa sawit kedepannya. Hasil uji regresi linier berganda diketahui bahwa nilai signifikansi variabel modal 0,002 dan nilai signifikansi variable harga 0,000, sehingga variabel modal dan variable harga dinyatakan berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Kartika Bakti. Kemudian berdasarkan hasil regresi tersebut disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak, artinya variabel modal berpengaruh sifnifikan terhadap pendapatan petani kelapa sawit di Desa Kartika Bakti Kecamatan Seruyan Hilir Timur.
PELATIHAN PEMBUATAN RAISED BED DAN MEDIA TANAM TANAH SUBUR DI DESA BAUNG KECAMATAN SERUYAN HILIR Suroto Suroto; Zul Erianto Suarja
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal PKM Agri Hatantiring Volume 4 Nomor 1 Tahun Desember 2024
Publisher : Politeknik Seruyan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v4i1.264

Abstract

Raised bed is a planting method in which the planting area is raised from the surrounding ground level using a frame or container made of wood, stone, metal, or other materials. The main purpose of raised beds is to improve soil drainage, reduce the risk of soil erosion, control weeds, and provide a better growing environment for plants. Baung is one of the villages in Seruyan Hilir sub-district, Seruyan, Central Kalimantan. Baung Village has plain topography with an altitude of <500 meters above sea level with the plain area consisting of lowlands, hilly plains and riverbanks. Baung Village is the right target area for training in making raised beds and fertile soil planting media because the environment, especially its yards, is subject to natural constraints for planting considering the frequent ebb and flow of river water which inundates the people's yards. In utilizing their yard land, the people of Baung Village to become a source of food security for their families are less well managed due to natural constraints, because the community is more focused on working to earn their main income so that the yard land they own does not produce products that can be utilized for consumption needs, so training activities for making raised bed planting media. Then by adding a method for making solid organic fertilizer which is done directly in the raised bed that has been prepared. The PKK women who took part in this activity seemed enthusiastic and played a direct role in the making process, because the materials and tools were simple and easy to obtain, and most of the PKK women were already used to working in the garden, so they did not experience any significant obstacles in its implementation. Keywords: Baung Village, Raised Bed, Organic Fertilizer