Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanganan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) Rahmat Pannyiwi; Djunaedi Djunaedi; Nurasbon Nurasbon; Medy Purwanto; Badaruddin Badaruddin; Serly Sani Mahoklory
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i1.927

Abstract

Accidents can occur at any time and in any environment, so communities need basic skills in providing First Aid (P3K) to prevent the victim's condition from worsening. This Community Service (PKM) program aims to improve community knowledge, skills, and preparedness in handling emergencies through training, outreach, demonstrations, and field simulations. The program was conducted among residents of XX neighborhoods with 20 participants. Results showed a 20% increase in participants' understanding of First Aid principles and improved practical skills such as stopping bleeding, treating choking, splinting fractures, and Cardiopulmonary Resuscitation (CPR). This activity successfully created a more responsive, alert, and empowered community in dealing with emergency situations.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Resusitasi Jantung Paru Pada Pasien Henti Jantung Di Instalasi Gawat Darurat Andi Agustang; Badaruddin Badaruddin; Rahayu Setyaningsih
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1404

Abstract

Latar Belakang: Henti jantung (cardiac arrest) merupakan kondisi kegawatdaruratan yang ditandai dengan berhentinya aktivitas mekanik jantung sehingga sirkulasi darah dan oksigen ke organ vital terhenti. Kondisi ini memerlukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) secara cepat dan tepat untuk meningkatkan peluang terjadinya Return of Spontaneous Circulation (ROSC). Keberhasilan RJP dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia pasien, penyebab henti jantung, waktu respons, irama jantung awal, durasi resusitasi, dan pemberian defibrilasi. Analisis faktor-faktor tersebut penting sebagai dasar peningkatan mutu pelayanan kegawatdaruratan. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan Resusitasi Jantung Paru pada pasien henti jantung di Instalasi Gawat Darurat. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 110 pasien henti jantung yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil: Sebanyak 41,8% pasien mengalami keberhasilan ROSC. Analisis menunjukkan bahwa waktu respons (p=0,001), irama jantung awal (p=0,003), durasi RJP (p=0,005), dan pemberian defibrilasi (p=0,002) berhubungan secara signifikan dengan keberhasilan RJP. Usia (p=0,081) dan jenis kelamin (p=0,427) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Keberhasilan Resusitasi Jantung Paru dipengaruhi oleh waktu respons yang cepat, irama jantung awal yang dapat dilakukan defibrilasi, durasi resusitasi yang sesuai, serta tindakan defibrilasi yang tepat. Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan optimalisasi sistem respons kegawatdaruratan diperlukan untuk meningkatkan angka keberhasilan RJP.