Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Deskriptif Kebiasaan Megosok Gigi Malam Hari Dengan Status Caries Gigi Pada Anak Kelas VI di SD Negeri Minasaupa Fitriani Fitriani; Nurwiyana Abdullah; Hadijah Alimuddin; Ayu Wijaya Fabliana; Andi Agustang
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4362.742 KB) | DOI: 10.59585/bajik.v1i1.16

Abstract

Menjaga kesehatan gigi dan mulut yaitu menyikat gigi sebelum tidur yang berperan penting dalam pencegahan perkembangan bakteri yang dapat menyebabkan kerusakan gigi. Mulut merupakan suatu tempat yang ideal bagi perkembangan bakteri, karena temperature kelembapan dan sisa makanan. Dalam usaha menjaga kebersihan gigi dan mulut sebaiknya diberikan dari usia sekolah dasar karena usia tersebut merupakan saat ideal untuk melatih kemampuan anak menyikat gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengtahui kebiasaan menggosok gigi malam hari dan status karies anak kelas III, IV dan V di SDN Minasa Upa. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan teknik purvosipe sampling. Hasil penelitian tentang gambaran kebiasaan menggosok gigi pada malam hari dengan status karies pada anak kelas III, IV dan V dapat disimpulkan bahwa anak yang menggosok gigi pada malam hari mrmpunyai karies yang lebih sedikit dibandingkan siswa yang tidak menggosok gigi pada malam hari.
Pengaruh Penyakit Hipertensi Terhadap Kualitas Fungsi Ginjal (Studi Literatur) Andi Arfah; Andi Hariati; Andi Agustang
Journal of Health Quality Development Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021, JHQD
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/jhqd.v1i2.187

Abstract

Changes in the current human lifestyle are one of the causes of declining quality of life due to the lack or inability of the body to respond to the internal and external environment, which in turn will cause health problems, both local and systemic. The availability of facilities that facilitate affordability of access to services is one of the causes of a person’s lack of activity, coupled with an unhealthy diet with fast food intake as a manifestation of disturbances in body organs, including impaired heart and blood vessel function. The purpose of this study was to review research journals on the effect of hypertension on the quality of kidney function. The research design used a literature study method by taking references from several research journal sources related to the effect of hypertension on the quality of kidney function. From the results of the study as a reference for this study, there was an effect of hypertension on chronic kidney disease. Hypertension can cause chronic kidney disease, and can worsen chronic kidney disease.
Studi Keterpaparan Pestisida Pada Petani Di Desa Bontotangnga Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba Yusrianto; Andi Zulkifli Ramli; Andi Agustang
Journal of Environmental and Safety Engineering Vol. 2 No. 1 (2023): February - Journal of Environmental and Safety Engineering (JESE)
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Tri Tunas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan Alat Pelindung Diri petani kelompok Tani Timbula Desa Bontotangnga yang tidak memenuhi syarat (APD ˂ 5) sebanyak 19 orang (100 % ) dan memenuhi syarat (APD ˃ 5) sebanyak 0 (0 %). Di kelompok tani Timbula Desa Bontotangnga, jenis pestisida yang digunakan oleh penyemprot hama tanaman adalah: Matador, Gramoxone, Roundup, Tridaxone, dan Supremo. Masa kerja 18 responden (94,7 %) merupakan petani penyemprot dengan kategori lama sedangkan sebanyak 1 responden ( 5,3 % ) merupakan petani dengan kategoribaru, dan frekuensi penyemprotan untuk tanaman padi 2 kali dari masa tanam sampai panen. (BPP, 2013) Motode: Penelitian ini bersifat deskriftif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran keterpaparan pestisida pada petani yaitu : Penggunaan APD, Jenis Pestisida dan Lama kerja petani di Desa Bon totangnga Kecamatan Bonto tiro Kabupaten Bulukumba Tahun 2021. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa petani di Desa Bontotangnga terpapar pestisida, hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa petaniyang tidak menggunakan APD terpapar pestisida sebanyak 53,4 % dan tidak terpapar sebanyak 46,6 %, petani terpapar dengan menggunakan jenis pestisida sebanyak58,6 %, dan yang tidak terpapar sebanyak41,4 % serta petani yang terpapar pestisida dengan lama kerja petani sebanyak 98,3 %, dan yang tidak terpapar sebanyak 1,7 %. Kesimpulan: Petani di Desa Bontotangnga secara keseluruhan tidak mengggunakan Alat Pelindung Diri. Jenis pestisida yang digunakan petani di Desa Bontotangnga memenuhi syarat. Petani di Desa Bontotangnga secara umum semuanya sudah lama bekerja sebagai petani. Petani sekiranya lebih bijak, lebih cerdas dan secara sadar menggunakan Alat Pelindung Diri agar lebih aman dari paparan pestisida sehingga tidak terjadi kecelakaan akibat kerja serta pengamatan secara periodik dengan cara penyuluhan. Kata Kunci: Penggunaan APD, jenis pestisida, masa kerja
Pengaruh Kebiasaan Merokok Dan Pola Makan Pasien Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Pasien Rawat Inap Dirumah Sakit Bhayangkara Makassar Andi Agustang; Imelda. H; Juli Tandibua; Surya Prihatini
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i2.1081

Abstract

Hypertension can be defined as a medical condition or blood pressure in the arteries that is higher than normal. Blood pressure indicates the level of force exerted by blood on the surface of arterial blood vessels when blood is pumped by the heart. Smoking can also increase the risk of diabetes, heart attack, and stroke. Therefore, continuing to smoke while having high blood pressure is a very dangerous combination that will trigger diseases related to the heart and blood. Research objective: to determine the relationship between smoking habits and diet with the incidence of hypertension in inpatients at Bhayangkara Hospital Makassar. The type of research used was quantitative research with a cross-sectional design. The population in this study were all inpatients with hypertension at Bhayangkara Hospital Makassar. The research sample consisted of 38 respondents obtained using accidental sampling. Data collection was conducted using questionnaires and medical records. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the Chi-Square test at a significance level of α = 0.05. The results showed that there was a relationship between smoking habits and the incidence of hypertension with a p-value of 0.044 (p < 0.05). In addition, there was a relationship between diet and hypertension with a p-value of 0.046 (p < 0.05). Respondents who were moderate to heavy smokers and had poor diets tended to have a higher risk of hypertension. The conclusion of this study is that there is a significant relationship between smoking habits and diet with the incidence of hypertension in inpatients at Bhayangkara Hospital Makassar. Therefore, health promotion efforts are needed to raise public awareness about the dangers of smoking and the importance of implementing a healthy diet to prevent hypertension.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Resusitasi Jantung Paru Pada Pasien Henti Jantung Di Instalasi Gawat Darurat Andi Agustang; Rahayu Setyaningsih
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Barongko : Jurna Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1404

Abstract

Latar Belakang: Henti jantung (cardiac arrest) merupakan kondisi kegawatdaruratan yang ditandai dengan berhentinya aktivitas mekanik jantung sehingga sirkulasi darah dan oksigen ke organ vital terhenti. Kondisi ini memerlukan tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) secara cepat dan tepat untuk meningkatkan peluang terjadinya Return of Spontaneous Circulation (ROSC). Keberhasilan RJP dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia pasien, penyebab henti jantung, waktu respons, irama jantung awal, durasi resusitasi, dan pemberian defibrilasi. Analisis faktor-faktor tersebut penting sebagai dasar peningkatan mutu pelayanan kegawatdaruratan. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan Resusitasi Jantung Paru pada pasien henti jantung di Instalasi Gawat Darurat. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 110 pasien henti jantung yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik total sampling berdasarkan rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Hasil: Sebanyak 41,8% pasien mengalami keberhasilan ROSC. Analisis menunjukkan bahwa waktu respons (p=0,001), irama jantung awal (p=0,003), durasi RJP (p=0,005), dan pemberian defibrilasi (p=0,002) berhubungan secara signifikan dengan keberhasilan RJP. Usia (p=0,081) dan jenis kelamin (p=0,427) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Keberhasilan Resusitasi Jantung Paru dipengaruhi oleh waktu respons yang cepat, irama jantung awal yang dapat dilakukan defibrilasi, durasi resusitasi yang sesuai, serta tindakan defibrilasi yang tepat. Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan optimalisasi sistem respons kegawatdaruratan diperlukan untuk meningkatkan angka keberhasilan RJP.