Ratih Ayu Atika
Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Teungku Fakinah Banda Aceh Tahun 2025 Muliyadi Eka Putra; Nanda Desreza; Ratih Ayu Atika
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 4 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i4.575

Abstract

Hubungan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap akan memberikan wawasan yang dapat digunakan untuk strategi peningkatan mutu layanan di RSU Teungku Fakinah Banda Aceh. Penelitian ini tidak dapat diabaikan mengingat pentingnya pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien dalam rangka memperbaiki dan mengoptimalkan layanan rawat inap. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 30 Tahun 2022 tentang indikator standar kepuasan pelanggan dipelayanan rawat inap idealnya harus ≥ 90%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan rawat inap di RSU Teungku Fakinah Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret–April 2025. Metode penelitian ini menggunakan deskriptik analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Sampel pada penelitian ini berjumlah 90 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling yang termasuk kedalam kriteria. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer melalui pengisian kuesioner pada pasien rawat inap RSU Teungku Fakinah Banda Aceh. Hasil penelitian yang menggunakan uji korelasi spearman menunjukkan bahwa semua variabel (kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik) berpengaruh terhadap kepuasan pasien rawat inap. Persentase kepuasan pasien rawat inap, responden yang merasa puas sebanyak 89 orang (98.9%) dan responden yang tidak puas sebanyak 1 orang (1.1%). Didapatkan nilai p-value kualitas pelayanan dimensi kehandalan 0,000 < 0,05, dimensi daya tanggap 0,000 < 0,05, dimensi jaminan 0,000 < 0,05, dimensi empati 0,000 < 0,05, dan dimensi bukti fisik 0,013 < 0,05. Kesimpulan penelitian ini pasien merasa puas dengan kualitas pelayanan yang diberikan oleh RSU Teungku Fakinah Banda Aceh dan dengan adanya penelitian ini, harapannya pihak RSU Teungku Fakinah Banda Aceh dapat melakukan evaluasi mengenai kualitas pelayanan dan para tenaga medis sehingga dapat meningkatkan kelima dimensi pelayanan Kesehatan serta melakukan survei kepuasan secara berkala kepada pasien agar dapat menjadi rumah sakit yang lebih berkualitas.
Hubungan Status Gizi Dengan Prestasi Belajar Pada Anak SDN Lamreung Ratih Ayu Atika; Satria Safirza; Elmiyati; Syarifah Nora; Ade Kiki Riezky
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 3 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i3.581

Abstract

Status gizi merupakan hal yang penting untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak terutama dalam belajar, anak akan lebih mudah untuk memusatkan fikiran dan mempermudah anak untuk menyerap materi belajar. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan status gizi dengan prestasi belajar anak SDN Lamreung. Metode penelitian ini dengan metode chi square melibatkan 119 anak kelas 5 dan 6 SDN Lamreng. Hasil penelitian; mayoritas anak bertatus gizi baik sebanyak 58 anak (48,74%), mayoritas anak berprestasi baik sebanyak 74 anak (62,18%), dengan p value 0,331. Kesimpulan, tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan prestasi anak pada SDN Lamreung. Saran; status gizi bukan faktor penentu prestasi anak, namun orang tua juga harus memperhatikan adanya faktor lain seperti lingkungan, ekonomi, metode belajar dan lain-lain.
Peningkatan Kesadaran Pencegahan dan Pengobatan Tuberkulosis Paru Melalui Edukasi Kesehatan Farid Bastian; Ratih Ayu Atika; Syarifah Nora; Meri Lidiawati; Iziddin Fadhil; Satria Safirza; Elmiyati; Ade Kiki Riezky
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 3 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i3.582

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui udara dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini masih menjadi persoalan kesehatan yang signifikan di Indonesia. Data dari WHO tahun 2023 menunjukkan bahwa Indonesia berada pada posisi ketiga dalam jumlah kasus TB terbanyak di dunia. Penyakit TB paru merupakan penyakit yang dapat dengan mudah menular melalui droplet yang dilepaskan saat penderita batuk atau bersin. Pemahaman masyarakat mengenai tanda-tanda klinis, mekanisme penularan, dan pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai TB paru. Edukasi dilakukan secara langsung melalui penyuluhan kepada pasien dan pengunjung di ruang tunggu poli rawat jalan, dengan pendekatan visual dan partisipatif. Hasil dari kegiatan ini mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh tentang TB paru dan masih adanya stigma negatif terhadap penderita, yang menjadi hambatan dalam penanganan penyakit. Melalui sosialisasi ini, masyarakat didorong untuk menerapkan gaya hidup sehat, mengenali gejala lebih awal, dan memberikan dukungan kepada penderita TB agar dapat menyelesaikan pengobatan secara konsisten dengan mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Tingkat keberhasilan terapi sangat ditentukan oleh tingkat kepatuhan pasien, yang dapat ditingkatkan melalui pendekatan kolaboratif dan dukungan dari lingkungan sosial. Kegiatan ini menekankan pentingnya peran aktif tenaga kesehatan dan edukasi yang berkelanjutan dalam menurunkan angka kejadian dan penularan TB paru di masyarakat.