Pitriani Nasution
Institut Jam’iyah Mahmudiyah Langkat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Manajemen HUMAS di Lembaga Pendidikan: (Studi Kasus SDIT At-Taqwa Narogong) Desi Ramadhani Matondang; Ahmad Zaki; Pitriani Nasution
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 3 Oktober 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i3.918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran manajemen humas di lembaga pendidikan dengan studi kasus SDIT AT-TAQWA Narogong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajer humas berperan dalam membangun citra SDIT AT-TAQWA, dan upaya pencitraan yang dilakukan telah mulai menunjukkan hasil, antara lain: (1) terwujudnya SDIT yang berkualitas dan mampu memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat sekitar; (2) meningkatnya kualitas pendidikan masyarakat; (3) terbentuknya kultur masyarakat yang agamis yang mendorong SDIT AT-TAQWA menjadi pusat kegiatan keagamaan; dan (4) meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan SDIT. Berdasarkan pembahasan penelitian yang disusun dari hasil observasi, wawancara, dan temuan khusus di lapangan, terungkap bahwa: (1) strategi manajemen humas memiliki peran penting dalam membangun citra SDIT; (2) pemahaman terhadap kondisi internal dan eksternal SDIT melalui identifikasi kelemahan dan kekuatan memungkinkan manajer humas menetapkan langkah-langkah perbaikan yang tepat; dan (3) perbaikan dilakukan baik pada aspek fisik maupun nonfisik SDIT.
Peran Supervisi Kepala Sekolah Berbasis Platform Merdeka Mengajar dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajarandi Era Kurikulum Merdeka pada SMA Swasta Mulia Securai Atika Amanda; Pitriani Nasution; Syarifah Hidayani
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 3 Oktober 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i3.940

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemajuan teknologi dalam dunia pendidikan telah mendorong munculnya berbagai platform digital yang dirancang untuk mendukung pembelajaran. Untuk tahap akhir dalam pelaksanaan Platform Merdeka Mengajar (PMM) dibutuhkan evaluasi dalam kegiatan yang telah dilaksanakan dengan kata lain yaitu supervisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran supervisi kepala sekolah berbasis platform merdeka mengajar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era kurikulum merdeka pada SMA Swasta Mulia Securai. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini yaitu kepala madrasah, wakil kepala sekolah, guru dan siswa. Adapun teknhik pengumpulan data yang digunakan antara lain observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Supervisi tentunya dilakukan dengan sesuai keadaan dan yang diberikan oleh pemerintah. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk supervisi yaitu platform merdeka mengajar. Sebelum menggunakan aplikasi ini, tentu sekolah membentuk tim pengembangan kurikulum; 2) Kualitas pembelajaran di era kurikulum Merdeka dapat dilihat dari pembelajaran intrakurikuler yang berfokus pada penguatan profil pelajar Pancasila, pembelajaran kurikuler dengan prinsip interdisipliner yakni berfokus terhadap karakter serta kompetensi umum, serta pembelajaran ekstrakurikuler; dan 3) Peran supervisi kepala sekolah sangatlah penting dan membantu guru. Adapun peran supervisi kepala sekolah berbasis platform mengajar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era kurikulum merdeka di SMA Swasta Mulia Securai yaitu membangun pemahaman kurikulum merdeka belajar, mendukung implementasi kurikulum merdeka belajar, melakukan monitoring dan evaluasi, mendorong budaya koloborasi, serta mengembangkan kapasistas diri.