Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Batik Arica yang berlokasi di Kelurahan Gadang, Kota Malang menghadapi berbagai permasalahan dalam proses produksi, manajemen, dan pemasaran. Pada proses produksi, penguncian warna kain batik masih dilakukan secara manual sehingga penggunaan waterglass tidak efisien, yaitu mencapai 2 liter per potong kain atau 50liter untuk 25 potong kain per bulan. Di sisi manajemen, kelompok pengrajin belum memiliki struktur organisasi yang jelas serta tidak melakukan pencatatan keuangan secara tertib. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi produksi, kapasitas manajemen, dan tata kelola keuangan Batik Arica melalui tiga intervensi utama, yaitu: (1) pembuatan dan penerapan mesin pengunci warna batik otomatis, (2) sosialisasi manajemen organisasi, dan (3) pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana. Mesin pengunci warna dirancang menggunakan rangka baja hollow bermotor 1 HP, dilengkapi roller karet tahan panas berdiameter 15 cm, dengan dimensi 120 x 80 x 100 cm dan berat sekitar 120 kg. Kegiatan dilaksanakan pada periode September–Desember 2025 dan diikuti oleh 10 anggota pengrajin Batik Arica. Hasil kegiatan menunjukkan dampak yang signifikan. Penggunaan waterglass berkurang 60%, dari 50liter menjadi 20 liter per 25 potong kain. Kapasitas produksi meningkat 100%, dari 25 lembar menjadi 50 lembar kain per bulan. Pemahaman mitra terhadap materi laporan keuangan dan manajemen organisasi meningkat dari skala 1 menjadi skala 4 dari 5. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan teknologi tepat guna yang dikombinasikan dengan pelatihan manajemen mampu mendorong pertumbuhan UMKM batik secara berkelanjutan.