Ni Wayan Ari Sudiartini
Program Studi Manajemen , Fakultas Ekonomi, Universitas Mahendradatta Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAYA TARIK WISATAWANDALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BAHARIDI PANTAI TANJUNG BENOA Ni Luh Kardini; Ni Wayan Ari Sudiartini
Jurnal Ilmiah Satyagraha Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Satyagraha
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/yv2e3w73

Abstract

 Wisata bahari termasuk wisata laut, danau, dan sungai. Kawasan baharimerupakan kawasan yang tidak dapat dipisahkan dari wilayah kelautan, diIndonesia sebagian besar kawasan wisatanya yaitu wisata bahari yang didalamnyaterdapat pantai yang menjadi salah satu daya tarik wisata alam dan banyak diminatioleh wisatawan. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi daya tarik wisatadalam pengembangan pariwisata bahari di pantai tanjung benoa dan carameningkatkan daya tarik wisata dalam pengembangan pariwisata bahari sertamengetahui keamanan sarana dan prasarana di obyek wisata pantai tanjung benoa 
KONTRIBUSI WISATA BUDAYA “MEGIBUNG” TERHADAPPENGEMBANGAN PARIWISATA DESA ADAT ASAK Ni Wayan Ari Sudiartini; Ni Ketut Murdani; I Dewa Nyoman Usadha; Agustina Nae Taek
Jurnal Ilmiah Satyagraha Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Satyagraha
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/8yzjr910

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi megibung serta untuk mengetahuisejarah megibung. Tradisi Megibung diperkenalkan oleh Raja Karangasem yaitu I GustiAgung Anglurah Ketut Karangasem sekitar tahun 1614 Caka atau 1692 Masehi. Tradisiini dibawa oleh I Gusti Agung Anglurah Ketut Karangasem saat menang perang dalammenaklukan kerajaan-kerajaan di Sasak, Lombok. Dahulu, saat prajurit sedang makan,Sang Raja membuat aturan makan bersama dalam posisi melingkar yang dinamakanMegibung. Bahkan, Sang Raja ikut makan bersama dengan para prajuritnya Tata caramegibung yaitu warga menyiapkan makanan di atas nampan yang sudah dialasi daunpisang. Nasi utih yang diletakkan di wadah itu disebut gibungan, sedangkan lauk dansayurnya disebut karangan atau selaan. Dari hasil penelitian yang sudah di lakukan yaitu bahwa tradisi megibung ini terdapat beberapa nilai yang terkandung yaitu terdiri dari ; (1). Nilai kekeluargaan.(2). Nilai kebersamaan,(3). Nilai relegius,dan (4). Nilai toleransi