Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan untuk merespons keterbatasan akses guru PAUD/TK terhadap pelatihan profesional yang murah dan efisien waktu, khususnya pada jaringan mitra Yayasan Rumah Cahaya Empat Ribu (Rumaer) di Cikasungka, Solear, Kabupaten Tangerang. Kerangka pemecahan masalah program mencakup lima solusi yang saling berkaitan, meliputi penguatan pedagogik berbasis bermain, pengembangan media pembelajaran low-cost, pendampingan implementasi kelas, penguatan literasi digital, dan penyusunan modul pelatihan replikatif. Artikel ini melaporkan realisasi tahap awal program, yaitu sesi daring “RuMAER TOEFL ITP Preparation Program” yang berfokus pada penguatan strategi membaca bagi guru pada jaringan mitra. Sesi diselenggarakan melalui platform Zoom dan diikuti oleh sekitar sembilan belas guru dari berbagai wilayah, termasuk peserta dari luar Pulau Jawa, disampaikan oleh narasumber relawan dari jaringan Rumaer. Analisis kebutuhan lanjutan di lapangan mengungkap pergeseran prioritas peserta dari pelatihan pedagogik bermain menuju penguatan bahasa Inggris, sejalan dengan aspirasi beasiswa dan pengembangan karier guru. Temuan tahap awal ini menegaskan relevansi prinsip andragogi dan model perubahan guru berbasis pengalaman dalam desain program, sekaligus menggarisbawahi pentingnya fleksibilitas program pengabdian dalam merespons kebutuhan mitra yang dinamis. Tiga komponen lain, yaitu pengembangan media pembelajaran low-cost, pendampingan implementasi kelas, dan penguatan literasi digital, masih berada dalam tahap pelaksanaan, sehingga evaluasi menyeluruh atas keberhasilan program belum dapat dirumuskan pada tahap ini.