p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Metrum
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN EKOKRITIK DALAM CERPEN KONTEMPORER INDONESIA: REPRESENTASI KRISIS EKOLOGIS Wirduna
Jurnal Metrum Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Metrum
Publisher : PT Metrum Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis ekologis merupakan isu global yang direpresentasikan secara intensif dalam karya sastra kontemporer, termasuk cerita pendek (cerpen) di media massa yang berfungsi sebagai cermin realitas sosial sekaligus sarana kritik terhadap relasi manusia dan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis representasi krisis ekologis dalam cerpen. Terdapat tiga cerpen yang dianalisis menggunakan pendekatan ekokritik: “Kutukan Naga Jati” karya Tegus Striyo, “Mbah Ganyong dan Ratapan Pohon-pohon” karya Daruz Armedian, dan “Karbon Karbon” karya WS Djambak.    Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks, di mana korpus data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi terhadap cerpen-cerpen bermuatan isu lingkungan. Analisis dilakukan dengan menelaah manifestasi krisis ekologis konstruksi relasi manusia–alam, serta posisi ideologis teks terhadap eksploitasi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen-cerpen tersebut merepresentasikan krisis ekologis melalui narasi degradasi alam, konflik ekologis akibat aktivitas antropogenik, serta hilangnya nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra memiliki peran strategis sebagai ruang kritik kultural dan instrumen dalam membangun kesadaran lingkungan kontemporer.
ETIKA LINGKUNGAN DALAM HADIH MAJA ACEH: KAJIAN EKOKRITIK ATAS PETUAH MENJAGA ALAM Wirduna
Jurnal Metrum Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Metrum
Publisher : PT Metrum Karya Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadih Maja Aceh merupakan warisan sastra lisan yang memuat berbagai petuah, nilai moral, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Di tengah meningkatnya berbagai persoalan lingkungan, nilai-nilai ekologis yang terkandung dalam Hadih Maja menjadi penting untuk dikaji sebagai sumber etika lingkungan yang relevan dengan kehidupan masyarakat masa kini. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk petuah menjaga alam serta mengungkap etika lingkungan yang terepresentasi dalam Hadih Maja Aceh melalui perspektif ekokritik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa teks-teks Hadih Maja yang memuat petuah tentang hubungan manusia dengan alam, yang diperoleh dari berbagai buku, manuskrip, dan dokumentasi Hadih Maja Aceh. Data dikumpulkan melalui teknik studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) dengan memanfaatkan konsep-konsep ekokritik sebagai kerangka interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hadih Maja Aceh merepresentasikan etika lingkungan melalui empat aspek utama, yaitu (1) tanggung jawab manusia dalam menjaga keseimbangan alam, (2) pemanfaatan sumber daya alam secara arif dan tidak eksploitatif, (3) penghormatan terhadap alam sebagai ruang kehidupan yang harus dijaga keberlanjutannya, dan (4) penguatan nilai-nilai kearifan lokal sebagai pedoman perilaku ekologis masyarakat. Petuah-petuah tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat Aceh telah memiliki kesadaran ekologis yang kuat jauh sebelum berkembangnya wacana lingkungan modern. Dengan demikian, Hadih Maja Aceh tidak hanya berfungsi sebagai media pendidikan moral dan budaya, tetapi juga sebagai sumber etika lingkungan yang berkontribusi terhadap penguatan literasi ekologis dan pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal.