Perubahan berat badan pada usia dewasa muda dapat berkaitan dengan perubahan distribusi lemak tubuh, termasuk lingkar perut dan tebal lemak. Mahasiswa kedokteran memiliki aktivitas akademik yang padat sehingga berisiko mengalami perubahan gaya hidup yang memengaruhi status antropometri. Tujuan menganalisis hubungan perubahan berat badan dengan lingkar perut dan tebal lemak pada mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Angkatan 2023. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel terdiri atas 60 responden, yaitu 30 mahasiswa dan 30 mahasiswi, yang dipilih dengan simple random sampling. Data diperoleh melalui pengukuran berat badan menggunakan timbangan digital terkalibrasi, lingkar perut menggunakan pita ukur, dan tebal lemak menggunakan skinfold caliper. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk serta uji korelasi Pearson atau Spearman sesuai distribusi data dengan batas signifikansi p < 0,05. Hasil pada mahasiswi, berat badan berhubungan sangat kuat dengan lingkar perut (r = 0,823; p < 0,001) dan kuat dengan tebal lemak (r = 0,737; p < 0,001). Pada mahasiswa, berat badan berhubungan sedang dengan lingkar perut (r = 0,569; p < 0,001) dan tebal lemak (r = 0,593; p < 0,001). Kesimpulan terdapat hubungan positif dan signifikan antara berat badan dengan lingkar perut serta tebal lemak pada mahasiswa dan mahasiswi kedokteran. Pemantauan berat badan sebaiknya dilengkapi dengan pengukuran lingkar perut dan tebal lemak untuk menggambarkan perubahan komposisi tubuh secara lebih menyeluruh.