Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perubahan Berat Badan terhadap Lingkar Perut dan Tebal Lemak pada Mahasiswa Kedokteran Maha Putri Dealofa Anugrah Illahi; Ayly Soekanto; Olivia Herliani; Ayu Cahyani Noviana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63371

Abstract

Perubahan berat badan pada usia dewasa muda dapat berkaitan dengan perubahan distribusi lemak tubuh, termasuk lingkar perut dan tebal lemak. Mahasiswa kedokteran memiliki aktivitas akademik yang padat sehingga berisiko mengalami perubahan gaya hidup yang memengaruhi status antropometri. Tujuan menganalisis hubungan perubahan berat badan dengan lingkar perut dan tebal lemak pada mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Angkatan 2023. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel terdiri atas 60 responden, yaitu 30 mahasiswa dan 30 mahasiswi, yang dipilih dengan simple random sampling. Data diperoleh melalui pengukuran berat badan menggunakan timbangan digital terkalibrasi, lingkar perut menggunakan pita ukur, dan tebal lemak menggunakan skinfold caliper. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk serta uji korelasi Pearson atau Spearman sesuai distribusi data dengan batas signifikansi p < 0,05. Hasil pada mahasiswi, berat badan berhubungan sangat kuat dengan lingkar perut (r = 0,823; p < 0,001) dan kuat dengan tebal lemak (r = 0,737; p < 0,001). Pada mahasiswa, berat badan berhubungan sedang dengan lingkar perut (r = 0,569; p < 0,001) dan tebal lemak (r = 0,593; p < 0,001). Kesimpulan terdapat hubungan positif dan signifikan antara berat badan dengan lingkar perut serta tebal lemak pada mahasiswa dan mahasiswi kedokteran. Pemantauan berat badan sebaiknya dilengkapi dengan pengukuran lingkar perut dan tebal lemak untuk menggambarkan perubahan komposisi tubuh secara lebih menyeluruh.
Edukasi Kesehatan Kepada Kader Surabaya Hebat Sebagai Pengawas Minum Obat untuk Meningkatkan Kepatuhan Menelan Obat Bagi Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Dukuh Kupang Muzaijadah Retno Arimbi; Farida Anggraini Soetedjo; Ayu Cahyani Noviana; Anang Triadi
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 12 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i12.431

Abstract

Tuberkulosis merupakan satu dari sepuluh penyakit utama penyebab kematian di dunia. Secara global, Indonesia selalu berada pada posisi dengan beban tuberkulosis tertinggi dan jumlah penderita tuberkulosis terbanyak ketiga setelah India dan Cina. Kepatuhan kontrol dan minum obat anti tuberkulosis pada penderita tuberkulosis paru merupakan salah satu persoalan yang harus mendapatkan perhatian lebih, sebab dengan meningkatnya kepatuhan kontrol dan minum obat, maka angka kesembuhan tepat waktu atau kesembuhan sesuai waktu semakin meningkat. pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Kader Surabaya Hebat sebagai pengawas minum obat terhadap penderita tuberkulosis paru guna mendorong kepatuhan penderita dalam mengkonsumsi obat secara rutin di wilayah kerja Puskesmas Dukuh Kupang. Adapun pendekatan yang dilaksanakan terdiri dari edukasi dengan memberikan penyuluhan dan kuesioner pre dan post untuk mengevaluasi dampak edukasi terhadap tingkat pengetahuan kader mengenai pengetahuan terhadap penyakit tuberkulosis, peran dan tugas pengawas minum obat tuberkulosis paru. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan berupa konsultasi kesehatan dan pembagian vitamin dan obat batuk. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader sebagai pengawas minum obat terhadap penderita tuberkulosis paru terkait penyakit tuberkulosis beserta peran dan tanggung jawabnya, yang tercermin dari kenaikan skor post-test sebesar 37.35 dan Asymp. Sig. (2-tailed) bernilai 0.000 (p-value < 0.005).