Luqman Al-Hakim Musthafa
Institut Muhammadiyah Darul Arqam Garut, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Smart Education for Sustainable Future: Technology Integration in Achieving the 2030 SDGs in Indonesia Ceceng Saepulmilah; Luqman Al-Hakim Musthafa; Tatang Muh Nasir; A. Heris Hermawan; Angga Yogaswara; Muhamad Yasir; Dadang Komara
Mimbar Ilmu Vol. 30 No. 3 (2025): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v30i3.103406

Abstract

In the era of the Industrial Revolution 4.0, the integration of digital technology in education has become essential. Smart Education emerges as an ICT-based innovation to promote effective, flexible, and future-oriented learning. This study aims to analyze the role and implementation strategies of Smart Education in Indonesia in accelerating the achievement of the 2030 SDGs, particularly in improving education quality, expanding access, and strengthening digital literacy, using a quantitative survey design. A quantitative approach with a survey design was employed. Data were collected through a questionnaire developed based on Smart Education indicators, including digital infrastructure, human resource competence, policy and regulatory frameworks, as well as collaboration and innovation. Instrument validity and reliability were examined using item–total correlation analysis and Cronbach’s Alpha. The findings indicate that Smart Education contributes significantly to the acceleration of the 2030 SDGs, especially Goal 4 on quality education. More than seventy percent of respondents reported tangible benefits, including improved access to digital learning resources, increased learning flexibility, and greater time efficiency. Multiple linear regression analysis revealed that all examined factors had significant effects, with human resource competence showing the strongest correlation (r = 0.72). The study’s implications highlight the need to prioritize policies that strengthen digital competencies, ensure equitable technological infrastructure, and develop adaptive regulations to support sustainable, inclusive, and future-oriented Smart Education implementation.
KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK MELALUI KETELADANAN GURU DI SDN 248 SINDANGSARI BANDUNG Deni Tata Kusuma; R. Muhamad Yasin Fadilah; Tatang Muh Nasir; Yayan Supian; Ai Rositawati; Luqman Al-Hakim Musthafa
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v6i1.927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembinaan keberagamaan peserta didik melalui keteladanan guru di SDN 248 Sindangsari Bandung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter religius dan toleransi pada peserta didik di tengah keberagaman sosial di lingkungan sekolah dasar. Kebaruan penelitian terletak pada pengkajian keteladanan guru sebagai strategi pembinaan keberagamaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek pembelajaran formal, tetapi juga pada pembiasaan sikap sosial dan emosional siswa dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan guru berpengaruh signifikan dalam membentuk karakter keberagamaan peserta didik, terutama dalam menumbuhkan sikap toleransi, empati, disiplin, dan saling menghargai. Perilaku guru yang konsisten dalam memberikan contoh positif menjadi faktor utama dalam membangun pembiasaan religius siswa di lingkungan sekolah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa keteladanan guru merupakan strategi efektif dalam memperkuat pembinaan keberagamaan dan pembentukan karakter peserta didik di sekolah dasar