Shoffia Indana Lazulfa
Universitas Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Proses Berpikir Aljabar Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Kontekstual Ditinjau dari Tipe Kepribadian Sanguinis dan Plegmatis Shoffia Indana Lazulfa; Dhanar Dwi Hary Jatmiko; Ervin Oktavianingtyas; Shima Kunaza Fazira
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v12i1.28201

Abstract

Proses berpikir aljabar siswa tercermin dari cara mereka menyelesaikan soal kontekstual. Penyelesaian soal kontekstual memungkinkan siswa mengembangkan pola pikir yang lebih kompleks karena melibatkan pengetahuan matematika formal dan informal. Variasi pendekatan siswa dalam menyelesaikan masalah tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan kognitif, tetapi juga oleh faktor nonkognitif yaitu tipe kepribadian dan salah satu teori yang digunakan untuk mengklasifikasikan tipe kepribadian adalah Hippocrates–Galenus. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tiga subjek kelas VIII, satu siswa bertipe Sanguinis dan dua siswa bertipe Plegmatis. Subjek tersebut dipilih secara purposive berdasarkan skor angket serta kemampuan komunikasi mereka. Data diperoleh melalui tes berpikir aljabar, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek Sanguinis mampu mengenali pola, menyusun rumus umum, dan menyimbolkan informasi, meskipun pemahaman hubungan antarvariabel masih bersifat konseptual. Pemodelan yang dilakukan belum konsisten, strategi analitik bersifat intuitif, dan pengorganisasian cenderung kurang terstruktur. Sementara itu, subjek Plegmatis mampu mengenali pola dan menyusun rumus, namun hanya memahami hubungan antarvariabel secara konseptual, cenderung tidak mengembangkan model atau menghasilkan model yang kurang tepat, serta menunjukkan hasil kerja yang kurang terorganisasi.