Proses berpikir aljabar siswa tercermin dari cara mereka menyelesaikan soal kontekstual. Penyelesaian soal kontekstual memungkinkan siswa mengembangkan pola pikir yang lebih kompleks karena melibatkan pengetahuan matematika formal dan informal. Variasi pendekatan siswa dalam menyelesaikan masalah tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan kognitif, tetapi juga oleh faktor nonkognitif yaitu tipe kepribadian dan salah satu teori yang digunakan untuk mengklasifikasikan tipe kepribadian adalah Hippocrates–Galenus. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tiga subjek kelas VIII, satu siswa bertipe Sanguinis dan dua siswa bertipe Plegmatis. Subjek tersebut dipilih secara purposive berdasarkan skor angket serta kemampuan komunikasi mereka. Data diperoleh melalui tes berpikir aljabar, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek Sanguinis mampu mengenali pola, menyusun rumus umum, dan menyimbolkan informasi, meskipun pemahaman hubungan antarvariabel masih bersifat konseptual. Pemodelan yang dilakukan belum konsisten, strategi analitik bersifat intuitif, dan pengorganisasian cenderung kurang terstruktur. Sementara itu, subjek Plegmatis mampu mengenali pola dan menyusun rumus, namun hanya memahami hubungan antarvariabel secara konseptual, cenderung tidak mengembangkan model atau menghasilkan model yang kurang tepat, serta menunjukkan hasil kerja yang kurang terorganisasi.
Copyrights © 2026