Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BOIKOT PRODUK AFILIASI ISRAEL SEBAGAI STRATEGI EKONOMI UMAT : PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH DAN TEORI ASHABIYAH IBNU KHALDUN Adibah Yusuf; Rizki Dwi Anggraini; Ahmad Misbakh Zainul Musthofa
Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/alkharaj.v6i2.12348

Abstract

Abstrak Gerakan boikot produk-produk afiliasi Israel berkembang sebagai bentuk solidaritas masyarakat sekaligus strategi ekonomi rakyat. Studi ini bertujuan untuk menganalisis praktik gerakan boikot berdasarkan perspektif maqashid syariah dan menjelaskan representasinya dalam teori ashabiyah Ibnu Khaldun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, fatwa, laporan resmi, dan dokumen-dokumen terkait lainnya, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif maqashid syariah, gerakan boikot mencerminkan upaya untuk mewujudkan manfaat melalui perlindungan agama (hifzh ad-din), jiwa (hifzh an-nafs), dan harta benda (hifzh al-mal). Sementara itu, teori ashabiyah Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa keberhasilan gerakan boikot dipengaruhi oleh solidaritas sosial yang diperkuat oleh nilai-nilai agama dan tujuan bersama. Dengan demikian, gerakan boikot tidak hanya dipahami sebagai bentuk protes sosial, tetapi juga sebagai strategi ekonomi umat yang mengarah pada manfaat dan penguatan solidaritas masyarakat.
Analisis Maqashid Syari'ah Terhadap Kategorisasi Program Beasiswa Cendekia BAZNAS sebagai Instrumen Zakat Produktif: Studi Kasus pada BAZNAS Kota Tangerang Selatan Salsabila Khairunnisa; Anggi Irawan; Rizki Dwi Anggraini
Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah Vol. 8 No. 9 (2026): Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/alkharaj.v8i9.13230

Abstract

BAZNAS's Cendekia Scholarship Program is a form of productive zakat utilization that does not generate direct economic benefit, raising the conceptual question of whether an education-based program of this kind can still be categorized as productive zakat. This study analyzes the categorization of the Cendekia Scholarship Program at BAZNAS South Tangerang City as an instrument of productive zakat through the perspective of maqashid syariah. It employs an empirical juridical qualitative approach, with data collected through observation, interviews with one program staff member and two scholarship recipients, and documentation of fund distribution reports, analyzed using triangulation. The findings show that the program fulfills four indicators of productive zakat, namely sustainable empowerment, human capital, asset building, and the transformation of mustahik into muzaki, even though its economic benefits only materialize after recipients complete their education and begin working. From the maqashid syariah perspective, the program is also aligned with two central dimensions: hifzh al-aql, through the development of recipients' academic capacity and competence, and hifzh al-mal, through the economic stability of alumni who have started paying zakat or infaq after being employed. The study concludes that the success of productive zakat should not be measured solely by short-term financial benefits, but also by long-term investment in human quality that contributes to overall welfare and the fulfillment of syariah objectives.