Hardjono
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES PRARANCANGAN PABRIK PEMBUATAN PULP DARI PELEPAH PISANG KAPASITAS 69.000 TON/TAHUN Valan Athaariq; Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6631

Abstract

Pulp adalah serat selulosa dari kayu atau non-kayu yang diproses dengan cara melarutkan lignin sebanyak mungkin. Pelepah pisang merupakan alternatif bahan pembuatan pulp non-kayu. Bahan baku pembuatan pulp memiliki syarat berserat, kadar alpha selulosa lebih dari 40%, kadar lignin kurang dari 25%, dan kadar air maksimal 10%. Tujuan dari studi literatur ini adalah mengidentifikasi kapasitas produksi pulp dari pelepah pisang dan seleksi proses yang dapat digunakan dalam prarancangan pabrik pembuatan pulp dari pelepah pisang. Dalam menentukan kapasitas produksi pulp dari pelepah pisang digunakanlah metode pertumbuhan rata-rata per tahun. Metode penilaian berdasarkan kelebihan dan kekurangan proses digunakan untuk seleksi proses. Pulp diproduksi menggunakan proses acetosolv. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pabrik pulp yang akan didirikan pada tahun 2026 memiliki kapasitas 69.000 ton/tahun dan menggunakan proses acetosolv dengan sistem kontinyu yang menghasilkan yield sebesar 80% – 85%.
ANALISIS EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK MINYAK ATSIRI DARI BIJI KOPI ROBUSTA DENGAN KAPASITAS 200 TON/TAHUN Fiska Annesia Sundariyanti; Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6637

Abstract

Negara penghasil kopi robusta dengan urutan kedua setelah Vietnam adalah Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, biji kopi robusta yang dihasilkan di Indonesia pada tahun 2021 memiliki angka produksi sebesar 786.200 ton. Terdapat 10-15% kandungan minyak pada biji kopi yang sebagian besar mengandung trigliserol dengan senyawa aromatic. Oleh karena itu, biji kopi robusta berpotensi sebagai minyak atsiri atau essential oil yang memiliki antioksidan tinggi. Menurut Kementrian Perdagangan Republik Indonesia, Indonesia menempati peringkat ke-6 eksportir minyak asiri terbesar di dunia karena Indonesia memiliki kekayaan ragam minyak asiri. Pra rancangan pabrik minyak atsiri dari biji kopi robusta dengan kapasitas 200 ton/tahun diharapkan dapat membantu Indonesia dalam hal ekspor minyak atsiri ke seluruh dunia. Tujuan dari analisis ekonomi pabrik minyak atsiri dari biji kopi robusta ini untuk mengevaluasi dan meninjau kelayakan pendirian pabrik. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa pabrik membutuhkan modal yang dikeluarkan pribadi sebesar Rp12.971.222.985,00 dan modal yang dipinjam dari bank sebesar Rp8.647.481.990,00. Selain itu, perhitungan sesudah pajak didapatkan laju pengembalian modal atau ROR sebesar 2,18% dan lama pengembalian modal atau POT sebesar 0,44 tahun dengan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 43% dan Shut Down Rate (SDR) sebesar 41%. Dengan demikian, dapat disimpulkan pra rancangan pabrik minyak atsiri dari biji kopi robusta dengan kapasitas 200 ton/tahun layak didirikan.
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES INDUSTRI KALIUM SULFAT DARI PENGOLAHAN SENYAWA SULFAT PADA AIR SUNGAI KALIPAIT BONDOWOSO Agus Budi Santoso; Hardjono; Eko Naryono; Khalimatus Sa'diyah; Rosita Dwi Chrisnandari; Ade Sonya Suryandari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7302

Abstract

Kebutuhan pupuk di Indonesia masih tergolong tinggi, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, yang berdampak pada  meningkatnya kebutuhan pangan nasional, sehingga diperlukan intensifikasi di sektor pertanian. Konsumsi pupuk nasional mencapai 4,47 juta ton pada tahun 2023. Salah satu pupuk yang banyak digunakan adalah kalium sulfat (K₂SO₄), namun produksi dalam negeri masih terbatas sehingga impor tetap mendominasi. Sungai Kalipait di Bondowoso, Jawa Timur menawarkan potensi sumber senyawa  sulfat yang besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal, dengan kandungan sulfat yang dapat diolah menjadi K₂SO₄. Kajian  ini bertujuan menentukan kapasitas produksi optimal serta memilih metode produksi paling efektif untuk mendirikan pabrik K₂SO₄ berbasis bahan baku lokal. Tahapan produksi melibatkan pre-treatment air Sungai Kalipait dan reaksi konversi dengan kalium klorida, dengan analisis terhadap teknologi seperti Mannheim furnace dan double decomposition untuk mendapatkan efisiensi maksimal dan dampak lingkungan minimal. Penentuan kapasitas produksi pabrik dilakukan dengan metode linier dan discounted, menggunakan data produksi, konsumsi, ekspor, impor, dan rata-rata tahunan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pabrik direncanakan memiliki kapasitas produksi sebesar 1.533 ton per tahun. Diharapkan hasil dari kajian ini dapat mendukung pembangunan pabrik K₂SO₄ di Bondowoso pada 2027, memperkuat ketahanan pangan nasional, mengurangi ketergantungan impor, dan berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2045 dalam bidang pertanian berkelanjutan.