Agus Budi Santoso
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES INDUSTRI KALIUM SULFAT DARI PENGOLAHAN SENYAWA SULFAT PADA AIR SUNGAI KALIPAIT BONDOWOSO Agus Budi Santoso; Hardjono; Eko Naryono; Khalimatus Sa'diyah; Rosita Dwi Chrisnandari; Ade Sonya Suryandari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7302

Abstract

Kebutuhan pupuk di Indonesia masih tergolong tinggi, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, yang berdampak pada  meningkatnya kebutuhan pangan nasional, sehingga diperlukan intensifikasi di sektor pertanian. Konsumsi pupuk nasional mencapai 4,47 juta ton pada tahun 2023. Salah satu pupuk yang banyak digunakan adalah kalium sulfat (K₂SO₄), namun produksi dalam negeri masih terbatas sehingga impor tetap mendominasi. Sungai Kalipait di Bondowoso, Jawa Timur menawarkan potensi sumber senyawa  sulfat yang besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal, dengan kandungan sulfat yang dapat diolah menjadi K₂SO₄. Kajian  ini bertujuan menentukan kapasitas produksi optimal serta memilih metode produksi paling efektif untuk mendirikan pabrik K₂SO₄ berbasis bahan baku lokal. Tahapan produksi melibatkan pre-treatment air Sungai Kalipait dan reaksi konversi dengan kalium klorida, dengan analisis terhadap teknologi seperti Mannheim furnace dan double decomposition untuk mendapatkan efisiensi maksimal dan dampak lingkungan minimal. Penentuan kapasitas produksi pabrik dilakukan dengan metode linier dan discounted, menggunakan data produksi, konsumsi, ekspor, impor, dan rata-rata tahunan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pabrik direncanakan memiliki kapasitas produksi sebesar 1.533 ton per tahun. Diharapkan hasil dari kajian ini dapat mendukung pembangunan pabrik K₂SO₄ di Bondowoso pada 2027, memperkuat ketahanan pangan nasional, mengurangi ketergantungan impor, dan berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2045 dalam bidang pertanian berkelanjutan.