Aprilita Br Sitepu
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Adaptasi Psikologis Ibu Nifas Primipara dan Multipara Pada Fase Taking In di BPM Helen Tarigan 2025 Ermawaty Arisandi; Aprilita Br Sitepu; Merlina Sinabariba; Desriati Sinaga
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.9227

Abstract

  Fase taking in merupakan periode ketergantungan yang berlangsung dari hari 1-2 setelah melahirkan. Ibu terfokus pada dirinya sendiri dan cenderung pasif terhadap lingkungannya. Gangguan psikologis yang dialami ibu pada fase ini yaitu ketidaknyamanan akibat perubahan fisik, rasa bersalah karena belum bisa merawat dan menyusui bayinya. Sekitar 50-70% ibu melahirkan menunjukkan gejala awal kemunculan perubahan adaptasi psikologis, jika tidak mampu beradaptasi maka ibu akan mengalami ganguan seperti, postpartum blues 13-19%, depresi 1,5-5,6% dan psikosis. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan perubahan adaptasi psikologis ibu nifas primipara dan multipara di BPM Helen Tarigan. Penelitian ini observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu nifas primipara dan multipara yang bersalin sebanyak 49 orang. Hasil penelitian dari 49 ibu nifas, sebagian besar adaptasi psikologis pada ibu nifas dalam kategori normal sebanyak 30 orang (61,2%). Adaptasi psikologis ibu nifas kategori normal paling banyak multipara 27 orang (55,1%), adaptasi psikologis kategori tidak normal paling banyak primipara 11 orang (22,4%). Ada perbedaan adaptasi psikologis ibu nifas primipara dan multipara pada fase taking in Di BPM Helen Tarigan (13,08  p-value=0,001). Dari hasil penelitian diharapkan untuk tenaga kesehatan mengoptimalkan perawatan lanjutan dengan cara kunjungan pelayanan kelas ibu nifas dengan melibatkan keluarga untuk meminimalkan terjadinya ketidaknormalan psikologis ibu nifas.
Penatalaksanaan Manual Plasenta pada Kasus Retensio Plasenta : Systematic Review Aprilita Br Sitepu; Ermawaty Arisandi; Helena Simanjuntak
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Vol : 3 No : 2 (2024 ) : Periode Juli 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v3i2.9771

Abstract

Retensio plasenta merupakan salah satu penyebab utama perdarahan pascapersalinan yang mengancam keselamatan ibu, sehingga penguasaan keterampilan manual plasenta menjadi kompetensi klinis yang krusial bagi tenaga kesehatan, khususnya bidan. Tinjauan sistematis ini bertujuan menelaah dan mensintesis temuan dari sepuluh artikel ilmiah yang membahas keterampilan manual plasenta pada kasus retensio plasenta, diterbitkan pada rentang tahun 2021 hingga 2026. Penelusuran dan penyaringan artikel dilakukan berdasarkan relevansi topik, tahun terbit, dan ketersediaan teks lengkap, menghasilkan sepuluh artikel yang mencakup laporan kasus klinis, studi faktor risiko, laporan pengabdian masyarakat, dan penelitian eksperimen media pembelajaran. Sintesis naratif digunakan karena heterogenitas desain penelitian antarartikel. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa keterampilan manual plasenta merupakan kompetensi multidimensi yang mencakup penguasaan teknik prosedural, pemahaman faktor risiko seperti usia, paritas, anemia, dan obesitas, kesiapan psikomotor serta mental tenaga kesehatan, dan inovasi media pembelajaran berbasis simulasi maupun virtual reality. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa pengembangan kompetensi manual plasenta perlu dibangun secara berjenjang sejak pendidikan kebidanan, diperkuat melalui pelatihan berkelanjutan, dan didukung oleh sistem deteksi risiko antenatal serta rujukan yang responsif di tingkat pelayanan primer.