Desriati Sinaga
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Karakteristik dan Pengetahuan Ibu Menyusui tentang Puting Susu Lecet di Klinik Romana Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu Tahun 2022 Trismilan Margaret Hondro; Desriati Sinaga; Ermawaty Arisandi
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 7 No. 2 (2022): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v7i2.2851

Abstract

Background: Nipple blisters are nipple skin that is injured due to irritation, cracks or cracks. Knowledge greatly influences mothers in making decisions because the better the mother's knowledge, the lower the incidence of sore nipples. This is because through high knowledge the mother will know more information about the correct way of breastfeeding, so that the mother does not experience sore nipples when breastfeeding so that the mother can give breast milk to her baby because she does not feel pain anymore when breastfeeding. Destination: for know the Description of the Characteristics and Knowledge of Breastfeeding Mothers About Sore Nipples at Romana Tanjung Anom Clinic, Pancur Batu District 2022. Method: character descriptive. The sample in this study were all mothers who gave birth and breastfeeding mothers from the age of 0-30 days as many as 32 respondents at the Romana Tanjung Anom Clinic, Pancur Batu District 2022. The sampling technique is total sampling with instrument study use processed questionnaire in SPSS form. Results: Research results obtained that which knowledge enough as many as 16 respondents (50%), knowledgeable good as many as 13 respondents (40.6%) and knowledgeable not enough as many as 3 respondents (9.4%). Conclusion: Enough knowledge caused by lack of information mother breastfeeding about sore nipples. Suggestion: it is advised to health workers to optimize not using milk bottles for babies because it makes babies confused about nipples and provide health education to breastfeeding mothers about nipple care so they don't get chafed.
Pemberdayaan Ibu melalui Dedikasi dalam Upaya Pencegahan Stunting Desriati Sinaga; Ermawaty Arisandi; Rica Vera Br Taringan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23030

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah bentuk kegagalan pertumbuhan akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama. Kurangnya pemahaman masyarakat dalam melakukan deteksi penyimpangan pertumbuhan bayi menjadi salah satu faktor penyebab tidak terdeteksinya dari awal kejadian stunting pada anak. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kelompok ibu Moria dalam melakukan deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang dan stimulasi pada anak. Metode dalam kegiatan ini dilakukan dengan tahapan yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi. Terdapat tiga kegiatan utama yang dilakukan yaitu 1) edukasi tentang stunting dan pentingnya pemantauan tumbuh kembang balita, 20 deteksi dini penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan balita, dan 3) stimulasi tumbuh kembang sesuai umur dengan permainan edukatif. Evaluasi kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan kelompok mitra dalam menggunakan timbangan, pengukur tinggi badan dan menggunakan KPSP dan stimulasi melakukan deteksi dini dan mampu melakukan stimulasi tumbuh kembang melalui permainan edukatif pada anak. Kegiatan pemberdayaan mitra ini telah meningkatkan kesadaran mitra tentang pentingnya deteksi dini dan stimulasi tumbuh kembang anak sebagai salah satu upaya mencegah stunting.   Kata Kunci: Pemberdayaan, Ibu, Deteksi, Stimulasi, Stunting.   ABSTRACT Stunting is a form of growth failure caused by the prolonged accumulation of nutritional deficiencies. A lack of community understanding in detecting deviations in infant growth is one of the contributing factors to the late detection of stunting in children. This study aimed to improve the knowledge and skills of the Moria mothers’ group in conducting early detection of growth and developmental deviations as well as stimulation in children. The activities were carried out through several stages, including preparation, socialization, training, technology implementation, mentoring, and evaluation. Three main activities were conducted: (1) education about stunting and the importance of monitoring child growth and development, (2) early detection of growth and developmental deviations, and (3) age-appropriate developmental stimulation through educational play. The evaluation showed an increase in the partners’ understanding and skills in using weighing scales, height measurement tools, developmental screening instruments (KPSP), and in performing early detection and developmental stimulation through educational play with children. This community empowerment activity successfully enhanced partners’ awareness of the importance of early detection and developmental stimulation as an effort to prevent stunting. Keywords: Empowerment, Mother, Detection, Stimulation, Stunting. 
Perbedaan Adaptasi Psikologis Ibu Nifas Primipara dan Multipara Pada Fase Taking In di BPM Helen Tarigan 2025 Ermawaty Arisandi; Aprilita Br Sitepu; Merlina Sinabariba; Desriati Sinaga
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.9227

Abstract

  Fase taking in merupakan periode ketergantungan yang berlangsung dari hari 1-2 setelah melahirkan. Ibu terfokus pada dirinya sendiri dan cenderung pasif terhadap lingkungannya. Gangguan psikologis yang dialami ibu pada fase ini yaitu ketidaknyamanan akibat perubahan fisik, rasa bersalah karena belum bisa merawat dan menyusui bayinya. Sekitar 50-70% ibu melahirkan menunjukkan gejala awal kemunculan perubahan adaptasi psikologis, jika tidak mampu beradaptasi maka ibu akan mengalami ganguan seperti, postpartum blues 13-19%, depresi 1,5-5,6% dan psikosis. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan perubahan adaptasi psikologis ibu nifas primipara dan multipara di BPM Helen Tarigan. Penelitian ini observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu nifas primipara dan multipara yang bersalin sebanyak 49 orang. Hasil penelitian dari 49 ibu nifas, sebagian besar adaptasi psikologis pada ibu nifas dalam kategori normal sebanyak 30 orang (61,2%). Adaptasi psikologis ibu nifas kategori normal paling banyak multipara 27 orang (55,1%), adaptasi psikologis kategori tidak normal paling banyak primipara 11 orang (22,4%). Ada perbedaan adaptasi psikologis ibu nifas primipara dan multipara pada fase taking in Di BPM Helen Tarigan (13,08  p-value=0,001). Dari hasil penelitian diharapkan untuk tenaga kesehatan mengoptimalkan perawatan lanjutan dengan cara kunjungan pelayanan kelas ibu nifas dengan melibatkan keluarga untuk meminimalkan terjadinya ketidaknormalan psikologis ibu nifas.