Merlina Sinabariba
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Penngetahuan Gizi Remaja dan Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji pada Remaja Lastriama Lumban Gaol; Risda Mariana Manik; Merlina Sinabariba; Bernadetta Ambarita
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i1.1532

Abstract

Pengetahuan gizi adalah pemahaman mengenai makanan dan komponen zat gizi, sumber zat gizi, makanan yang aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan penyakit serta cara untuk mengolah bahan makanan yang tepat agar kandungan zat gizi dalam bahan makanan tidak hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan gizi pada remaja dan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji pada remaja di SMA AL-HIKMAH Tahun 2023. Tehnik pengambilan sampel menggunakan Randome Sampling sebanyak 61 responden, instrument yang digunakan adalah kuesioner. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil pengetahuan remaja tentang gizi remaja dengan kategori baik sebanyak 4 responden (6,6, %), cukup sebanyak 33 responden (54,10%), dan kurang sebanyak 6 responden (6,6%).  kebiasaan konsumsi makanan cepat saji pada remaja dengan kategori selalu 5-7x/minggu sebanyak 31 responden (50,8%), kadang-kadang 3-4x/minggu sebanyak 12 responden (19,7%), jarang 1-2x/minggu sebanyak 12 responden (19,7%) dan yang tidak pernah 0 hari sebanyak 6 responden (9,8%). Peneliti menyarakan agar remaja lebih meningkatkan pengetahuan tentang gizi pada remaja dan memperbaiki kebiasaan konsumsii makanan cepat saji sehingga dapat memperbaiki status gizi remaja yang sudah banyak menurun dieradigital pada zaman sekarang.
Perbedaan Adaptasi Psikologis Ibu Nifas Primipara dan Multipara Pada Fase Taking In di BPM Helen Tarigan 2025 Ermawaty Arisandi; Aprilita Br Sitepu; Merlina Sinabariba; Desriati Sinaga
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.9227

Abstract

  Fase taking in merupakan periode ketergantungan yang berlangsung dari hari 1-2 setelah melahirkan. Ibu terfokus pada dirinya sendiri dan cenderung pasif terhadap lingkungannya. Gangguan psikologis yang dialami ibu pada fase ini yaitu ketidaknyamanan akibat perubahan fisik, rasa bersalah karena belum bisa merawat dan menyusui bayinya. Sekitar 50-70% ibu melahirkan menunjukkan gejala awal kemunculan perubahan adaptasi psikologis, jika tidak mampu beradaptasi maka ibu akan mengalami ganguan seperti, postpartum blues 13-19%, depresi 1,5-5,6% dan psikosis. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan perubahan adaptasi psikologis ibu nifas primipara dan multipara di BPM Helen Tarigan. Penelitian ini observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu nifas primipara dan multipara yang bersalin sebanyak 49 orang. Hasil penelitian dari 49 ibu nifas, sebagian besar adaptasi psikologis pada ibu nifas dalam kategori normal sebanyak 30 orang (61,2%). Adaptasi psikologis ibu nifas kategori normal paling banyak multipara 27 orang (55,1%), adaptasi psikologis kategori tidak normal paling banyak primipara 11 orang (22,4%). Ada perbedaan adaptasi psikologis ibu nifas primipara dan multipara pada fase taking in Di BPM Helen Tarigan (13,08  p-value=0,001). Dari hasil penelitian diharapkan untuk tenaga kesehatan mengoptimalkan perawatan lanjutan dengan cara kunjungan pelayanan kelas ibu nifas dengan melibatkan keluarga untuk meminimalkan terjadinya ketidaknormalan psikologis ibu nifas.