This Author published in this journals
All Journal Jurnal Geosaintek
Yudi Rosandi
Universitas Padjadjaran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KARAKTERISASI LAPISAN BAWAH PERMUKAAN LERENG HASIL PERGERAKAN SESAR LEMBANG MENGGUNAKAN ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY PADA SAG POND MURIL Silmi Afina Aliyan; Kusnahadi Susanto; Totok Doyo Pamungkas; Haikal Muhammad Ihsan; Asep Harja; Dini Fitriani; Yudi Rosandi
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.2224

Abstract

Keberadaan Sesar Lembang turut berperan dalam pembentukan morfologi struktur di wilayah Cisarua, Jawa Barat. Salah satu morfologi yang terbentuk di wilayah tersebut adalah punggungan tertekan dan sag pond di Desa Muril, Kecamatan Cisarua. Peristiwa longsor juga mengiringi pembentukan morfologi ini yaitu ketika terjadi pergerakan sesar. Karakterisasi profil morfologi dapat dilakukan dengan metode geofisika dangkal dengan tujuan untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan dan keberadaan patahan pada area sag pond, keberadaan patahan tidak teridentifikasi yang terdapat di bawah permukaan tanah berpotensi merusak kawasan permukiman. Metode yang digunakan untuk karakterisasi morfostruktur adalah tomografi resistivitas listrik. Validasi metodologi ini memperhitungkan pengumpulan data menggunakan peralatan resistivitas Super Sting RS8, pengolahan data dengan software inversi RES2DINV, dan interpretasi profil listrik. Konfigurasi geometri Wenner-Schlumberger digunakan dalam pengumpulan data ERT. Nilai resistivitas longsoran adalah 31,25 - 214 Ωm. Lapisan atas merupakan massa longsoran dan lapisan bawah ditafsirkan sebagai substrat kemungkinan berbatu. Permukaan geser atau bidang patahan diperkirakan berada pada kedalaman 0 hingga ±120 meter, dengan bidang barat cenderung menurun dibandingkan dengan bidang timur. Profil sisi utara-timur laut menunjukkan kedalaman yang lebih besar, yang menunjukkan akumulasi material longsor di bawah zona longsor selatan-barat daya.