Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA SISWA DI KELAS VII MTS Fitriana Fitriana; Santje iroth; Intama Jemy Polli
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i2.10005

Abstract

This study aims to (1) examine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model on the speaking skills of seventh grade students at MTs Nurul Yaqin Tondano, and (2) describe the learning process experienced by students in improving their speaking skills through the PBL model in Indonesian language learning. This research used a quantitative approach with a quasi-experimental design. Data were collected through speaking tests in the form of pre-test and post-test. The assessment focused on several aspects, namely fluency, pronunciation, vocabulary, and content of speech. The results showed an increase in the average score from 1.93 in the pre-test to 2.40 in the post-test. The significance value obtained was p = 0.001, indicating a statistically significant difference between pre-test and post-test results. In addition, the effect size test produced a Cohen d value of 2.898, which is categorized as a very large effect. These findings indicate that the application of the PBL model has a significant positive effect on improving students speaking skills. Therefore, the PBL model can be considered an effective learning approach in Indonesian language education, especially in developing students communicative speaking abilities. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berbicara siswa kelas VII di MTs Nurul Yaqin Tondano, dan (2) mendeskripsikan proses pembelajaran yang dialami siswa dalam meningkatkan kemampuan berbicara melalui model PBL pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Pengumpulan data dilakukan melalui tes berbicara berupa pretest dan posttest. Penilaian difokuskan pada beberapa aspek, yaitu kelancaran, pelafalan, kosakata, dan isi pembicaraan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 1.93 pada pretest menjadi 2.40 pada posttest. Nilai signifikansi yang diperoleh adalah p = 0.001, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Selain itu, uji effect size menghasilkan nilai Cohen d sebesar 2.898 yang termasuk dalam kategori efek sangat besar. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan berbicara siswa. Oleh karena itu, model PBL dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam mengembangkan kemampuan komunikasi siswa.
Mantra dalam Upacara Tradisi “Nelu Bulanin” di Desa Werdhi Agung Kecamatan Dumoga Tengah I Made Windu Saputra; Donal M. Ratu; Intama Jemy Polli
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1388

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah pentingnya mendokumentasikan dan mengkaji makna mantra dalam tradisi Nelu Bulanin sebagai upaya melestarikan nilai budaya, spiritual, dan kearifan lokal masyarakat Hindu di Desa Werdhi Agung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan isi dan makna mantra tradisional Nelu Bulanin pada masyarakat Hindu, khususnya di Desa Werdhi Agung, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow, serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter dan budaya sebagai bentuk pengetahuan mengenai fungsi-fungsi yang terkandung dalam tradisi Nelu Bulanin yang dilaksanakan oleh masyarakat Hindu di Desa Werdhi Agung, Kecamatan Dumoga Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra Nelu Bulanin mengandung doa untuk memohon keberkahan, perlindungan, serta penguatan spiritual bagi bayi. Tradisi ini memiliki makna yang mendalam sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan kepada Sang Hyang Widhi Wasa atas kelahiran seorang anak, sekaligus sebagai sarana penyucian, perlindungan spiritual, dan pemberian tuntunan agar bayi dapat tumbuh sehat dan sejahtera. Melalui upacara Nelu Bulanin, keluarga menanamkan nilai-nilai spiritual dan budaya yang kaya sekaligus mempersiapkan anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat dan memiliki rasa tanggung jawab. Tradisi ini juga mempererat ikatan keluarga dan sosial serta menjadi simbol hubungan anak dengan lingkungan di sekitarnya. Salah satu prosesi penting dalam tradisi ini adalah kontak pertama bayi dengan tanah (turun tanah) yang melambangkan hubungan anak dengan bumi dan lingkungan. Selain itu, tradisi ini menanamkan nilai kedisiplinan, rasa syukur, dan kesiapan dalam menghadapi tantangan kehidupan melalui upaya menciptakan keharmonisan antara tubuh, jiwa, dan alam semesta.