Kehamilan merupakan masa transisi penting bagi wanita yang sering disertai gejala morning sickness dan risiko kecemasan, terutama dipengaruhi oleh pola hubungan pernikahan seperti Close Proximity Marriage (CPM) dan Long Distance Marriage (LDM). Dukungan emosional dari suami dalam CPM dapat menurunkan kecemasan, sedangkan LDM dengan keterbatasan interaksi fisik berpotensi meningkatkan risiko kecemasan pada ibu hamil yang mengalami morning sickness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan pada ibu hamil morning sickness yang menjalani pola pernikahan CPM dan LDM di wilayah kerja Puskesmas Sumedang Selatan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester I dan II di wilayah kerja Puskesmas Sumedang Selatan dengan pola pernikahan CPM dan LDM. Sampel berjumlah 68 responden (34 CPM dan 34 LDM) yang dipilih menggunakan teknik cluster simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) pada bulan September 2025, kemudian dianalisis menggunakan uji Independent Samples t-Test dengan koreksi Welch's Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat kecemasan antara ibu hamil morning sickness yang CPM dengan LDM (p=0,006). Mayoritas ibu hamil CPM (55,9%) berada pada tingkat kecemasan normal, sedangkan ibu hamil LDM (82,4%) mengalami kecemasan ringan. Hal ini sesuai dengan rumusan masalah bahwa pola pernikahan LDM meningkatkan risiko kecemasan akibat keterbatasan dukungan fisik dan emosional. Penelitian ini dapat memperkaya teori kesehatan mental ibu hamil terkait pola pernikahan.