Konsumsi minuman beralkohol pada remaja dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial. Data dari SKI (2023) menunjukkan 2,2% penduduk usia 10 tahun ke atas tercatat mengonsumsi minuman beralkohol dalam satu bulan terakhir dan kondisi ini menandakan meningkatnya perhatian terhadap perilaku berisiko pada remaja. Rendahnya pengetahuan dan sikap remaja mengenai bahaya alkohol menjadi salah satu faktor yang memengaruhi munculnya perilaku berisiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap remaja tentang bahaya mengonsumsi minuman beralkohol di SMP Negeri XY Kuta Utara. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 216 siswa, yang diambil menggunakan teknik Probabilty Proportionate Stratified Random Sampling, dan instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan tingkat pengetahuan didapatkan responden dengan pengetahuan baik sebanyak 177 orang (82%), cukup sebanyak 23 orang (10,6%), dan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 16 orang (7,4%). Pada aspek sikap diperoleh responden dengan sikap positif terhadap bahaya mengonsumsi minuman beralkohol sebanyak 120 orang (55,6%), sedangkan 96 responden (44,4%) memiliki sikap negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki pengetahuan yang baik, namun peningkatan pengetahuan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pembentukan sikap positif. Adanya proporsi sikap negatif yang masih tinggi mengindikasikan perlunya upaya edukasi yang lebih efektif dan berkesinambungan, tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, tetapi juga pada pembentukan persepsi risiko dan kesadaran siswa. Keterlibatan sekolah, orang tua, serta lingkungan sekitar diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap secara bersamaan sehingga dapat menurunkan kecenderungan perilaku berisiko terkait konsumsi alkohol.