Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Seakeeping Model Kapal Displacement pada Area Terbuka Mario Andreas; G.A.P. Poundra; Ali Munazid; Didik Hardianto; Bagiyo Suwasono
JTRM (Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur) Vol 5 No 2 (2023): Volume: 5 | Nomor: 2 | Oktober 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Manufaktur Bandung (Polman Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48182/jtrm.v5i2.121

Abstract

Ship Movement is an important factor in shipbuilding. In determining the ship's maneuverability, there are many aspects that must be considered in the design, namely resistance and angle of attack of the waves. In determining the angle of attack of the waves, the test uses the trigonometry principle to determine the angle of attack of the waves. Where the results of the 3 maneuvers of the Heave, Roll and Pitch ships at speeds of 0 knots, 0.389 knots, 0.778 knots, 1.166 knots, 1943 knots, it is known that the displacement model ship can be used in an open area with a set scale.
Desain Stasiun Pengisian Baterai Tenaga Surya untuk Efisiensi Operasional Penangkapan Benih Lobster Ali Munazid; Sutiyo Sutiyo; Bagiyo Suwasono; Rodlitul Awwalin
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Edisi November 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i3.724

Abstract

Penangkapan benih lobster di Teluk Brumbun, Jawa Timur, selama ini bergantung pada generator berbahan bakar bensin untuk menyalakan lampu pada bagan apung. Penggunaan generator tidak hanya meningkatkan biaya operasional nelayan, tetapi juga menimbulkan dampak lingkungan berupa emisi gas buang, kebisingan, dan risiko pencemaran bahan bakar. Kegiatan ini merancang dan mengimplementasikan stasiun pengisian baterai berbasis sel surya berkapasitas 1 kW sebagai solusi penyedia energi bersih bagi nelayan yang bertujuan untuk mengefisiensi penggunaan energi pada operasional penangkapan benih lobster. Dengan tujuan tersebut metode yang dilakukan dalam beberapa tahap: survei kondisi dan kebutuhan, merancang teknologi, pembuatan dan implementasi serta evaluasi dan analisis dampak stasiun pengisian baterai bagi masyarakat. Hasil perancangan menunjukkan kapasitas produksi energi harian sebesar 2,86 kWh, cukup untuk menyuplai lima unit bagan apung setiap malam. Secara ekonomi, sistem ini mampu menghemat biaya operasional sebesar Rp 36–45 juta per tahun untuk lima Bagan, dibandingkan penggunaan bensin 4–5 liter per malam. Secara lingkungan, sistem ini mengurangi emisi sebesar 8–10,5 ton CO₂ per tahun serta menghilangkan potensi pencemaran perairan. Inovasi ini terbukti meningkatkan efisiensi, menurunkan biaya operasional, dan mendukung praktik perikanan tangkap yang lebih berkelanjutan dan rendah karbon.  Implementasi sistem ini memiliki potensi replikasi yang tinggi di wilayah pesisir lain dengan karakteristik radiasi surya dan pola operasi penangkapan malam hari yang serupa.