Penangkapan benih lobster di Teluk Brumbun, Jawa Timur, selama ini bergantung pada generator berbahan bakar bensin untuk menyalakan lampu pada bagan apung. Penggunaan generator tidak hanya meningkatkan biaya operasional nelayan, tetapi juga menimbulkan dampak lingkungan berupa emisi gas buang, kebisingan, dan risiko pencemaran bahan bakar. Kegiatan ini merancang dan mengimplementasikan stasiun pengisian baterai berbasis sel surya berkapasitas 1 kW sebagai solusi penyedia energi bersih bagi nelayan yang bertujuan untuk mengefisiensi penggunaan energi pada operasional penangkapan benih lobster. Dengan tujuan tersebut metode yang dilakukan dalam beberapa tahap: survei kondisi dan kebutuhan, merancang teknologi, pembuatan dan implementasi serta evaluasi dan analisis dampak stasiun pengisian baterai bagi masyarakat. Hasil perancangan menunjukkan kapasitas produksi energi harian sebesar 2,86 kWh, cukup untuk menyuplai lima unit bagan apung setiap malam. Secara ekonomi, sistem ini mampu menghemat biaya operasional sebesar Rp 36–45 juta per tahun untuk lima Bagan, dibandingkan penggunaan bensin 4–5 liter per malam. Secara lingkungan, sistem ini mengurangi emisi sebesar 8–10,5 ton CO₂ per tahun serta menghilangkan potensi pencemaran perairan. Inovasi ini terbukti meningkatkan efisiensi, menurunkan biaya operasional, dan mendukung praktik perikanan tangkap yang lebih berkelanjutan dan rendah karbon. Implementasi sistem ini memiliki potensi replikasi yang tinggi di wilayah pesisir lain dengan karakteristik radiasi surya dan pola operasi penangkapan malam hari yang serupa.
Copyrights © 2026