Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEANDALAN STRUKTUR MEJA APUNG PENGOLAHAN GARAM Sutiyo Sutiyo; B. Suwasono; R. B. Luhulima
ALE Proceeding Vol 6 (2023): Archipelago Engineering
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ale.6.2023.133-139

Abstract

Garam merupakan komoditas yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Selain untuk konsumsi, garam banyak diperlukan dalam beberapa industri, diantaranya untuk pengawetan dan campuran bahan kimia. Perancangan Meja Apung Pengolah Garam harus dipastikan mampu bertahan terhadap impact sloshing yang mengenai sekat. Dari Hasil perhitungan keandalan struktur diperoleh bahwa pemilihan sekat dengan tebal memiliki keandalan 0.675653 dengan nilai rata-rata tegangan sebesar 159.05N/m2. Sedangkan pada pemilihan sekat dengan tebal 10 mm memiliki keandalan 0.999986 mempunyai nilai rata-rata tegangan sebesar 59.77 N/m2. Hasil perhitungan keandalan berdasarkan material yang ada yaitu nilai mean tegangan yield stress material sebesar 241.02 N/m2 dan standar deviasinya adalah 8,5286 N/m2. Pemilihan sekat dengan tebal 10 mm memiliki keandalan yang bagus sehingga perlu diprtimbangkan untuk menggunakannya.
Desain Stasiun Pengisian Baterai Tenaga Surya untuk Efisiensi Operasional Penangkapan Benih Lobster Ali Munazid; Sutiyo Sutiyo; Bagiyo Suwasono; Rodlitul Awwalin
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Edisi November 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i3.724

Abstract

Penangkapan benih lobster di Teluk Brumbun, Jawa Timur, selama ini bergantung pada generator berbahan bakar bensin untuk menyalakan lampu pada bagan apung. Penggunaan generator tidak hanya meningkatkan biaya operasional nelayan, tetapi juga menimbulkan dampak lingkungan berupa emisi gas buang, kebisingan, dan risiko pencemaran bahan bakar. Kegiatan ini merancang dan mengimplementasikan stasiun pengisian baterai berbasis sel surya berkapasitas 1 kW sebagai solusi penyedia energi bersih bagi nelayan yang bertujuan untuk mengefisiensi penggunaan energi pada operasional penangkapan benih lobster. Dengan tujuan tersebut metode yang dilakukan dalam beberapa tahap: survei kondisi dan kebutuhan, merancang teknologi, pembuatan dan implementasi serta evaluasi dan analisis dampak stasiun pengisian baterai bagi masyarakat. Hasil perancangan menunjukkan kapasitas produksi energi harian sebesar 2,86 kWh, cukup untuk menyuplai lima unit bagan apung setiap malam. Secara ekonomi, sistem ini mampu menghemat biaya operasional sebesar Rp 36–45 juta per tahun untuk lima Bagan, dibandingkan penggunaan bensin 4–5 liter per malam. Secara lingkungan, sistem ini mengurangi emisi sebesar 8–10,5 ton CO₂ per tahun serta menghilangkan potensi pencemaran perairan. Inovasi ini terbukti meningkatkan efisiensi, menurunkan biaya operasional, dan mendukung praktik perikanan tangkap yang lebih berkelanjutan dan rendah karbon.  Implementasi sistem ini memiliki potensi replikasi yang tinggi di wilayah pesisir lain dengan karakteristik radiasi surya dan pola operasi penangkapan malam hari yang serupa.