Soma Surya Persada
Universitas Mahasaraswati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Feminine Nature: Goddess Figures and Their Ecological Meanings in the Classical Period of Nusantara Krisnanda Primaditya; Soma Surya Persada; Aris Agus Styawan
Leksema: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2026): Special Edition
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ljbs.v11i3.13004

Abstract

This study explores the relationship between feminine spirituality and the environment within the Hindu-Buddhist traditions of the Nusantara. Feminine spirituality in this context refers to the representation of goddesses as symbols of a fertile, harmonious and sacred nature. The concept of “feminine nature” reflects the understanding of nature as a living entity associated with the female body and energy—a worldview articulated visually through reliefs, statues, and mythological narratives during the classical period of the Indonesian archipelago. Through iconographic analysis of figures such as Dewi Sri, Parwati, Tara and Durga in their local contexts, this research demonstrates that these goddesses functioned as objects of worship and as mediums for conveying ecological values rooted in the cosmology of agrarian and maritime societies. The interdisciplinary approach—combining cultural history, visual archaeology, and ecofeminist theory—offers a new interpretation of spiritual heritage as a normative system containing moral and ecological ethics. By situating goddess figures within their historical context, this paper aims to reconstruct the ecological imagination of the Hindu-Buddhist era as a cultural legacy that remains relevant in contemporary discourses on environmental justice and feminism. This study also paves the way for the reinterpretation of local heritage that has long remained marginalized in global feminist discourse.
Pendampingan Pembuatan Sintak Pembelajaran Aktif berbasis Model BETA untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa dalam Pembelajaran Rulianto; Sri Datuti; Soma Surya Persada; Aditya Indrawan
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 1 (2025): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i1.3

Abstract

Pembelajaran aktif dan partisipatif merupakan kunci keberhasilan dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Model pembelajaran BETA (Brainstorming, Exploring, Talking about, Applying) merupakan pendekatan inovatif yang mampu merangsang partisipasi siswa secara optimal. Namun, keberhasilan implementasinya bergantung pada sintak atau langkah-langkah yang terstruktur dan sesuai, agar dapat digunakan secara efektif oleh guru. Pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan dalam pembuatan sintak pembelajaran aktif berbasis model BETA kepada 63 guru SMA Negeri 9 Denpasar selama satu semester. Pendekatan yang digunakan meliputi pelatihan langsung, diskusi, dan pendampingan praktis dalam merancang pembelajaran sesuai model BETA. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan meningkatkan pemahaman guru terhadap langkah-langkah sintak pembelajaran berbasis BETA, serta kemampuan mereka menyusun rancangan pembelajaran yang menarik dan partisipatif. Data evaluasi menunjukkan bahwa 85% guru mengalami peningkatan kepercayaan diri dan kompetensi dalam menerapkan model BETA, disertai peningkatan partisipasi siswa yang signifikan berdasarkan observasi dan refleksi siswa. Dari 63 guru yang terlibat, 59 orang berhasil membuat sintak pembelajaran sesuai bidang masing-masing. Hasil kuisioner menunjukkan tingkat kepuasan peserta dengan presentase sangat puas sebesar 82%, puas 17%, dan cukup puas 1%, tanpa ada yang merasa tidak puas. Kesimpulannya, pendampingan pembuatan sintak berbasis model BETA efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa dan kompetensi pedagogik guru, serta dapat dijadikan dasar pengembangan praktik pembelajaran inovatif dan partisipatif di sekolah serta strategi peningkatan kualitas pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan.