Indri Theresia Manik
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Statistik Spasial dalam Analisis Bahaya Seismik Gempa Bumi antar Provinsi di Indonesia sebagai Dasar Mitigasi Bencana Hanna DM Hutabarat; Iqva Junita; Aqil Afrizqal Saldi; Indri Theresia Manik; Nadicta Eunike Sitorus; Regilpa Sagala
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.113020

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pola distribusi spasial kejadian gempa bumi antar provinsi di Indonesia serta mengidentifikasi wilayah dengan tingkat bahaya seismik tinggi sebagai dasar penyusunan strategi mitigasi bencana. Data gempa bumi bersumber dari katalog resmi BMKG selama 2019-2023, mencakup seluruh 34 provinsi di Indonesia dengan batas magnitudo minimum M ≥ 3,0 SR. Pendekatan statistik spasial digunakan dengan unit analisis berupa 34 provinsi. Analisis mencakup eksplorasi data melalui statistik deskriptif dan visualisasi peta choropleth, pemodelan hubungan spasial menggunakan matriks bobot kontiguitas Queen, pengujian autokorelasi spasial global dengan Indeks Moran, identifikasi pola lokal melalui LISA, dan penyusunan indeks bahaya seismik berbasis z-score. Hasil menunjukkan variasi jumlah gempa yang cukup besar antar provinsi, dengan konsentrasi lebih tinggi pada kawasan Indonesia Timur dan jalur tektonik aktif. Uji Moran’s I tidak menunjukkan autokorelasi spasial global yang signifikan, namun analisis LISA mengidentifikasi kluster lokal pada wilayah berseismisitas tinggi, yaitu kluster High-High di Papua Barat, Sulawesi Barat, Maluku, dan Nusa Tenggara Barat. Analisis regresi OLS menunjukkan bahwa jumlah gempa signifikan (M ≥ 5,0 SR) merupakan prediktor signifikan terhadap jumlah gempa total, sementara magnitudo rata-rata dan kedalaman rata-rata tidak berpengaruh signifikan. Berdasarkan indeks bahaya komposit, Sulawesi Barat, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Barat termasuk wilayah dengan bahaya seismik sangat tinggi. Penelitian ini memberikan gambaran distribusi kegempaan dan mendukung penentuan wilayah prioritas mitigasi bencana gempa di Indonesia.
BAHASA INDONESIA DALAM RUANG DIGITAL : ANTARA KREATIVITAS DAN PERGESERAN KAIDAH PADA MAHASISWA JURUSAN MATEMATIKA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Elang Putri Sekar Arum Arum; Christiani Joice Siallagan; Laura Annisa Purba; Indri Theresia Manik; Revan Kurniawan Lubis; Vincencia Cahyani Pandiangan; Hendra Kurniawan Pulungan
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14681

Abstract

The rapid development of digital spaces has significantly transformed the patterns of Indonesian language use among university students, particularly in communication through social media and instant messaging applications. This study aims to identify forms of linguistic creativity, analyze shifts in Indonesian language norms, and determine the factors influencing digital language use among students of the Mathematics Department at Universitas Negeri Medan. The research employed a descriptive qualitative approach using non-participant observation, documentation, in-depth interviews, and questionnaires distributed to 62 respondents. The findings reveal that linguistic creativity is reflected in the use of abbreviations, slang, emojis, and code-mixing between Indonesian and English in daily digital communication. In addition, shifts in language norms were identified through the dominance of non-standard language varieties, spelling errors, and the neglect of formal linguistic structures. These phenomena are influenced by digital environments, the demand for fast and practical communication, psychological comfort, and social imitation from digital media. This study highlights the importance of strengthening digital language literacy and contextual language learning to encourage students to use Indonesian appropriately according to communication contexts. Transformasi ruang digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola penggunaan Bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa, terutama dalam komunikasi melalui media sosial dan aplikasi percakapan daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kreativitas berbahasa, mengkaji pergeseran kaidah Bahasa Indonesia, serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan bahasa digital pada mahasiswa Jurusan Matematika Universitas Negeri Medan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi nonpartisipan, dokumentasi, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner kepada 62 mahasiswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kreativitas berbahasa tampak melalui penggunaan singkatan, bahasa gaul, emoji, dan campur kode antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dalam komunikasi digital sehari-hari. Selain itu, ditemukan pula kecenderungan pergeseran kaidah bahasa yang ditandai dengan penggunaan ragam nonbaku, kesalahan ejaan, serta pengabaian struktur bahasa formal. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh lingkungan digital, tuntutan komunikasi yang praktis dan cepat, faktor kenyamanan psikologis, serta pengaruh sosial dari media digital. Penelitian ini menekankan perlunya penguatan literasi digital dan pembelajaran bahasa berbasis konteks agar mahasiswa mampu menggunakan Bahasa Indonesia secara tepat sesuai situasi komunikasi.