Perbedaan antara tingkat kematian aktual dengan tingkat kematian yang diharapkan berdasarkan tabel mortalitas standar dapat memengaruhi kecukupan cadangan teknis dan tingkat solvabilitas perusahaan asuransi jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi deviasi mortalitas aktual portofolio BCA Life terhadap Tabel Mortalitas Indonesia (TMI) IV, menganalisis dampaknya terhadap cadangan prospektif, serta mengkaji implikasinya terhadap rasio kecukupan modal berbasis risiko pada periode 2023–2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan BCA Life dan laporan Otoritas Jasa Keuangan. Tingkat mortalitas aktual diestimasi menggunakan metode rasio klaim (claim ratio), sedangkan deviasi mortalitas diukur melalui perbandingan antara mortalitas aktual dan ekspektasi. Cadangan prospektif dihitung menggunakan aproksimasi berbasis kerangka Gross Premium Valuation (GPV), dan dampaknya terhadap solvabilitas dianalisis melalui perubahan pada modal tersedia dan modal minimum yang disyaratkan. Hasil estimasi berbasis asumsi skenario moderat menunjukkan deviasi mortalitas negatif sekitar 9,69%, yang berimplikasi pada potensi surplus cadangan prospektif sekitar Rp14,88 miliar serta keuntungan mortalitas sebesar Rp15,68 miliar dalam kerangka asumsi yang digunakan. Temuan ini perlu ditafsirkan secara hati-hati karena bergantung pada asumsi proporsi klaim kematian sebesar 20% dan sejumlah asumsi lain yang ditetapkan dalam penelitian, sehingga tidak dapat dinyatakan sebagai kondisi aktual perusahaan. Secara keseluruhan, temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan risiko mortalitas yang efektif berperan penting dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan, meskipun keterbatasan data publik mengharuskan interpretasi hasil dilakukan dengan sangat hati-hati.